
"Gan,kenapa kita tidak coba tanya ke Hana? mungkin dia tahu siapa saja yang sedang dekat dengan Sheva"
"Kamu betul"
Mereka sepakat menemui Hana di kantor,sesampai di sana mereka melihat Hana yang begitu sedih karena sahabatnya masih juga belum di ketahui keberadaannya.
"Kak Morgan,kak Alta"
"Hana,kamu tahu Sheva dekat dengan siapa saja?"
"Maksud kak Alta?"
"Tadi Morgan dapat kiriman foto tentang Sheva"
"Coba lihat"
Morgan memperlihatkan foto tersebut,namun wajah laki-laki itu di samarkan
"Ini kan klinik kantor" ucap Hana
"Jadi ini di kantor?" tanya Morgan
"Iya kak,ini klinik kantor. Tapi siapa laki-laki ini?"
"Sebaiknya kita ke klinik dan menanyakan kapan terakhir Sheva kesana"
"Tunggu,Sheva pakai baju ini kira-kira tiga hari yang lalu kak. Dan saat itu dia menemani aku lembur kemudian menawarkan kopi"
"Kita cek ke klinik saja,siapa tahu bisa dapat info dari sana"
Mereka bertiga pergi menuju klinik dan bertanya kepada dokter yang jaga soal foto itu,namun dokter itu tidak pernah melihat Sheva ada di klinik belakangan ini. Mereka akhirnya memutuskan melihat rekaman cctv sesuai waktu yang Hana berikan tadi,namun sesampainya di ruang kontrol mereka tidak menemukan bukti apapun. Anehnya rekaman di jam 18.00 pada hari itu telah di hapus oleh seseorang
"Bagaimana ini kak,kalau Sheva sampai sekarang belum ketemu. Padahal pernikahannya tinggal lima hari lagi"
"Kita juga sedang berusaha mencarinya Han,kamu kasih info ya kalau ada orang yang menurutmu mencurigakan di kantor ini" ucap Alta
"Pelakunya pasti orang perusahaan ini,kalau bukan bagaimana mungkin dia bisa berada di klinik perusahaan?" imbuh Morgan
Tiba-tiba ponsel Morgan kembali berbunyi dan ternyata itu adalah pihak kepolisian
"Halo"
"Siang pak Morgan"
__ADS_1
'Siang pak,bagaimana? apa ada perkembangan?"
"Kami sudah menemukan lokasi terkahir **** tersebut,tepatnya di apartemen grand wahid. Sekarang saya dan tim sedang menuju ke lokasi"
"Baik pak,saya akan segera ke sana"
"Gimana Gan?"
"Polisi bilang mereka menemukan lokasi nomer itu,di Grand Wahid"
"Tunggu,sepertinya aku tidak asing dengan apartemen itu" ucap Hana
"Kamu tahu karyawan di sini yang tinggal di sana?"
"Aku coba cari datanya kak"
'Okey Han,kalau sudah kamu info ke saya ya"
"Baik kak"
"Kalau begitu kita pergi dulu Hana
"Iya kak Alta"
Nyonya Lista menatap wajah putrinya yang terlelap di atas ranjang rumah sakit,perlahan mata Sheva mulai terbuka dan membuat senyum di wajah maminya mengembang.
"Sayang,syukurlah kamu sudah bangun. Apa yang kamu rasakan?"
"Mami,Sheva dimana Mi?"
"Kamu di rumah sakit sayang,bagaimana? apa masih ada yang sakit?"
"Mi,maafkan Sheva mi. Sheva takut...." ucapnya sambil menangis di pelukan nyonya Lista
"Sayang,kamu tenang ya. Sekarang ada mami di sini,dia tidak akan mengganggu kamu lagi"
Tuan Robert masuk dan melihat Sheva sudah sadar,ia merasa begitu senang karena akhirnya dapat berkumpul kembali dengan putrinya.
"Sayang Sheva...."
"Papi......"
"Papi tahu,kamu yang sabar ya"
__ADS_1
"Pi Damar pi...."
"Iya sayang,papi tahu. Papi pastikan dia di hukum seberat mungkin"
"Sayang,sebenarnya apa yang terjadi dengan kamu dan nak Morgan?"
"Please mi,jangan bahas itu sekarang"
"Sheva,Morgan sangat khawatir sama kamu. Bahkan selama kamu hilang dia tidak pernah pulang dan berhenti mencari kamu,percayalah dia sangat sayang sama kamu" tutur tuan Robert
"Sheva ingin pulang pi,mi. Sheva tidak mau bertemu dengan Damar lagi"
"Iya sayang iya,besok kita pulang begitu dokter mengizinkannya. Sekarang kamu istirahat biar besok segera pulih"
"Iya pi"
Sheva pun mencoba memejamkan matanya berharap semua ini tidak pernah terjadi,tetapi semuanya sudah terlanjur. Ia percaya kepada orang yang salah.
Tepat pukul 21.00 Morgan datang membawakan beberapa makanan,ia melihat orang tua Sheva yang menunggu di kamar
"Papi,mami....."
"Morgan...."
"Bagaimana keadaan Sheva?"
"Baru saja dia tidur kembali,tadi sempat bangun dan bilang kalau dia tidak ingin bertemu dengan si Damar lagi"
"Saya pastikan dia menerima hukumannya" ucap Morgan
"Kamu sudah malam kenapa kesini,sebaiknya kamu pulang dan istirahat karena sedari kemarin kamu kan belum tidur dengan baik"
"Tidak Mi,Morgan mau disini menemani Sheva"
"Morgan apa yang di katakan maminya Sheva itu benar,sebentar lagi kalian akan menikah jadi tubuh harus fit"
"Tapi Morgan khawatir dengan keadaan Sheva pi"
"Besok pagi kamu bisa ke sini lagi,sekarang biar papi dan mami yang menjaganya"
"Ya sudah kalau begitu Morgan pamit pulang pi,mi"
'Iya hati-hati nak Morgan" jawab nyonya Lista
__ADS_1
Morgan agak tenang setelah melihat kondisi Sheva yang baik-baik saja,hanya satu di pikirannya sekarang bahwa apa saja yang telah Damar lakukan pada calon istrinya itu.