Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 76


__ADS_3

Setelah selesai sarapan Sheva kembali ke kamar dan berniat untuk mandi,Morgan yang hendak keluar berpapasan dengan istrinya.


"Hari ini kita akan keliling bali,kamu bersiap-siap jam 10.00 kita berangkat"


"Sepertinya kamu begitu antusias"


"Saya hanya ingin melakukan liburan ini dengan senang hati"


"Okay"


Sheva segera pergi mandi,tepat pukul 10.00 ia keluar dari kamarnya dan menemui Morgan serta sopir di halaman vila.


"Kita berangkat sekarang?" tanya Morgan


"Yaps"


Selama perjalanan Sheva lebih memilih menikmati suasana jalanan yang begitu asri,udara di sini begitu sejuk karena pengguna motor tidak begitu banyak. Mereka tiba di sebuah pusat kerajinan tanah liat,begitu turun dari mobil kedatangan mereka langsung di sambut oleh Jesica pemilik tempat itu. Tanpa ragu Morgan mencium pipi wanita itu di depan Sheva,memang hari ini ia berencana membuat istrinya cemburu untuk membalas dendam kejadian semalam.


"Welcome Morgan"


"Hay Jesica"


"This is your wife?"


"Yes,namanya Sheva"


"Halo Sheva senang bertemu dengan anda" ucap Jesica yang hanya mendapatkan dengusan dari Sheva


Di dalam sana mereka belajar cara membuat berbagai bentuk keramik,Jesica mengajari Morgan dengan cara mesra. Bahkan Sheva hampir muntah di buatnya,karena tidak ingin terus-terusan melihat hal itu ia memilih keluar dari sana. Morgan tahu bahwa istrinya itu mulai tebakar cemburu apalagi saat Jesica duduk di pangkuannya dan memandu tangan Morgan memoles tanah liat.


"Sheva kamu mau kemana?"


"ke pantai"


"Tapi tujuan kita selanjutnya ke pabrik kue"


"Terserah,aku malas di dalam panas"


"Baiklah kamu tunggu di mobil biar saya bersihkan ini" ucap Morgan


Sheva duduk di dalam mobil dan meliahat Morgan yang keluar bersama Jesica,sebelum pergi Jesica mencium pipi Morgan sebagai tanda perpisahan. Sheva yang melihat itu langsung bergegas meminta sopir membesakan AC


"Maaf membuat kamu menunggu" jawab Morgan begitu masuk ke dalam mobil

__ADS_1


Mobil melaju ke pabrik pembuatan kue pie khas Bali,sesampai di sana Bianca manager toko menyambut kedatangan mereka. Setelah selesai berbasa-basi mereka pun masuk ke dalam pabrik,nampaknya Sheva begitu antusias melihat proses pembuatan kue-kue itu hingga tak tersadar bahwa Morgan menghilang. Sheva berusaha mencari suaminya itu namun ia tak tahu harus kemana lagi,sampai-sampai seorang karyawan toko menghampirinya


"Nona Sheva"


"Iya saya"


"Ini ada beberapa bingkisan dari nona Bianca untuk anda"


"Terima kasih,oh ya kalau boleh tahu apa anda melihat suami saya?"


"Tuan Morgan?"


"Iya"


"Sepertinya ia pergi ke ruangan manager bersama nona Bianca tadi"


"Boleh saya tahu dimana ruangannya?"


"Nona masuk saja ke pintu itu lalu lurus kemudian belok ke kanan,dia sana nanti ada pintu dan itulah ruangan manager"


"Baik terima kasih"


Sheva berjalan mengikuti instruksi karyawan tadi dan terlihat pintu yang di maksudkan,kebetulan pintunya sedikit terbuka saat ia berniat masuk ia melihat Morgan bersama Bianca yang sedang berduaan. Bianca yang berada di pangkuan Morgan berusaha membuka kancing kaos suaminya dan hal itu membuat Sheva terkejut hingga menjatuhkan bingkisan yang di berikan oleh karyawan tadi


"Braaakkkk......"


Morgan tahu bahwa itu tadi adalah istrinya,maka ia segera berlari keluar dan mengejarnya.


Sesampai di luar Morgan bertemu dengan sopirnya yang sedang mengobrol dengan tukang parkir


"Sudah selesai tuan?"


"Pak lihat istri saya?"


"Non Sheva bukannya sama tuan di dalam?"


"Tidak ada pak...."


Morgan dan beberapa orang segera mencari Sheva di dalam maupun luar pabrik,namun tak satupun orang melihatnya. Akhirnya ia meminta bantuan Bianca untuk mengecek cctv halaman dan melihat Sheva yang berlari keluar dari toko,sepertinya memang Sheva sudah tidak berada disana. Morgan bersama sopir mencarinya di sekitaran pabrik,sementara bli Banu dan istrinya mencari di sekitar vila siapa tahu Sheva sudah kembali. Bli Banu juga menyuruh putranya yaitu Wayan agar ikut membantu mencarinya,sementara itu Sheva yang menangis berhenti di tepi pantai kute sambil berjalan di antara air.


Sheva masih belum di temukan mana kala matahari yang sudah hampir tenggelam,tiba-tiba Wayan mengabarkan kepada orang tuanya bahwa ada turis yang di temukan tenggelam di pantai. Mereka semua segera pergi ke sana,sesampainya di pos penjagaan semua ciri-ciri yang di berikan mirip sekali dengan Sheva. Penjaga mengatakan bahwa korban di bawa ke rumah sakit untuk di berikan pertolongan karena kondisinya yang lumayan kritis,mereka semua panik dan segera pergi ke rumah sakit terdekat.


Semuanya telah sampai di rumah sakit,meski agak ribet untuk bertemu korban Morgan tetap berusaha meyakinkan dokter bahwa dia adalah suami si korban. Setelah dokter mengizinkan untuk bertemu,dengan air mata yang sudah mengering Morgan melihat seorang wanita terbaring di atas tempat tidur. Namun ternyata dia bukanlah Sheva hal itu membuat Morgan senang sekaligus bingung,jika itu bukan istrinya lalu dimana Sheva.

__ADS_1


Morgan keluar dari ruangan,bli Banu dan istrinya menanti dengan tegang


"Bagaimana tuan?"


"Dia bukan istri saya bli"


"lalu dimana nona Sheva sekarang?"


"Saya sendiri juga tidak tahu"


"Sebaiknya kita tunggu saja di rumah,siapa tahu non Sheva sudah kembali"


Morgan yang kebingungan hanya bisa mengikuti ucapan bli Banu.


Di sisi lain Sheva yang kelelahan berjalan kembali ke vila langsung masuk dan mengambil minum,setelah itu ia kembali ke kamar dan membersihkan diri. Morgan dan bli Banu yang baru datang langsung masuk ke dalam vila,begitu melewati dapur mereka bingung karena ada gelas terletak di atas meja makan


"Ini,sepertinya ada orang yang baru saja masuk" ucap bli Banu


"Sheva...." ucap Morgan yang kemudian pergi menuju kamar


Pintu kamar terkunci rapat namun dari dalam terdengar suara orang beraktivitas


"Sheva,kamu di dalam?" teriak Morgan beberapa kali namun tak mendapat jawaban


Morgan yang kehilangan kesabaran berlari keluar bermaksud masuk lewat pintu kolam,namun sayangnya pintu itu juga Sheva kunci. Dari pintu kaca itu Morgan melihat Sheva yang merapikan barang-barang miliknya


"Sheva,apa yang kamu lakukan?"


Sheva hanya diam,hingga setelah itu ia membawa koper Morgan dan membuka pintu kamar ia meletakkan koper itu di depan pintu lalu menguncinya lagi. Morgan menggedor-gedor pintu kaca tebal itu namun Sheva menarik gorden dan menutupnya sehingga membuat Morgan berlari keluar menuju pintu dalam


"Sheva ini apa maksudnya?" teriak Morgan


Bli Banu dan istrinya hanya dapat memandang dari dapur


Tiba-tiba ponselnya berbunyi,sebuah pesan telah Sheva kirim


"Mulai hari ini pernikahan kita hanyalah sebuah status,kita tidak perlu berbagi kamar ataupun melakukan aktivitas bersama" tulis Sheva di dalam pesan itu


"Kenapa kamu tiba-tiba seperti ini Va? salah saya apa?"


Sheva sama sekali tidak menjawab teriakan Morgan hingga bli Banu menghampirinya


"Tuan biarkan non Sheva sendiri terlebih dahulu,sebaiknya untuk sementara ini tuan tidur di kamar lain"

__ADS_1


"Makasih bli,tapi saya minta tolong masalah ini jangan sampai mama dan papa tahu"


"Baik tuan"


__ADS_2