Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 43


__ADS_3

Pagi harinya saat sarapan,nyonya Lista mencoba membahas soal hubungan Morgan dan putrinya.


"Sheva,kamu sama Morgan sekarang sering bertemu ya?"


"Nggak juga mi,palingan kemarin doang waktu kak Steven ngajakin hang out bareng"


"Kalau misalkan kalian dekat mami sama papi juga setuju kok"


"Apaan sih mi,pagi-pagi begini sudah melantur aja ngomongnya"


"Loh,justru mami itu senang kalau kalian bisa dekat lagi. Siapa tahu dengan begitu kamu bisa memberi kesempatan kedua untuk nak Morgan"


"Udahlah mi,kita tidak usah terlalu ikut campur urusan kisah asmara mereka" ucap tuan Robert


"Nah betul itu papi,mami kayak nggak pernah muda aja" jawab Sheva sambil membereskan tasnya dan bersiap berangkat


"Besok mami ada acara dengan mamanya Morgan,kamu harus ikut"


"Mi,sekarang Sheva bukan anak kuliah lagi. Sheva punya pekerjaan,punya tanggung jawab mengurus kerjaan Sheva juga. Jadi nggak bisa seenaknya gitu bolos mi"


"Kamu ini,lagian ada Hana. Pasti dia bisa mengosongkan jadwal kamu,lagian kamu itu kerja di perusahaan papi kamu sendiri jadi nggak usah terlalu takut begitu"


"Aku heran deh sama mami,sebegitu kerasnya buat mendekatkan aku dan Morgan lagi? kami berdua juga butuh waktu mi untuk memulai semuanya kembali,jadi please stop ikut campur urusan percintaan Sheva dengan siapapun"


"Sheva kamu... pokoknya mami nggak mau tahu,kamu harus ikut"


"Mi,sudahlah.Ngapain sih pagi-pagi begini harus ribut soal sepele" ucap tuan Robert


"Lagi-lagi papi memanjakan dia" ucap nyonya Lista yang beranjak pergi dari meja makan


Sheva dan tuan Robert hanya bisa memandang nyonya Lista yang kekeh dengan pendiriannya itu


"Sudah Sheva,kamu tidak usah menghiraukan ucapan mami kamu. Sekarang kamu segera ke kantor untuk menggantikan papi memimpin meeting"


"Hah? memangnya papi nggak ke kantor?"


"Papi harus merayu mami kamu supaya nggak marah-marah terus"


"Ya sudah deh,ajakin shopping atau jalan-jalan pi,siapa tahu mami tertekan karena banyak nyium dapur" ucap Sheva yang melangkah pergi


"Sheva,mami belum selesai ngomong" teriak nyonya Lista yang memandang punggung putrinya


"Mi,udahlah kalau memang jodoh pasti mereka akan bersama lagi kok" tukas tuan Robert


Sesampainya di kantor Sheva segera menyiapkan dokumen-dokumen untuk meeting seperti arahan tuan Robert,Gina yang baru saja datang begitu terkejut mendapati Sheva ada di ruangan atasannya.


"Sheva,kamu ngapain ada di sini?" tanya Gina bingung


"Dokumen papi buat meeting hari ini kamu taruh kemana?" tanya Sheva yang tidak punya banyak waktu


"Memangnya mau kamu buat apa?"


"Udah mana,nggak usah banyak tanya deh"


Gina berjalan menghampiri lemari di belakang Sheva dan mengeluarkan sebuah map lalu memberikannya pada Sheva.


Setelah menerima dokumen tersebut Sheva segera kembali ke ruangannya dan mendapati Hana sudah tiba


"Sorry ya Han aku nggak sempat buat jemput kamu tadi" ucap Sheva sambil membuka map di tangannya


"It's okey,kamu lagi ngapain sih?"

__ADS_1


"Aku harus memahami isi dokumen ini buat meeting pagi ini"


"Kok dadakan banget?"


"ceritanya panjang,pokoknya sekarang kamu juga harus pelajari ini supaya nanti aku paham yang di sampaikan oleh mereka"


"Okey"


Tiga puluh menit sebelum meeting di mulai Sheva dan Hana sudah begitu paham dengan tema meeting hari ini,tepat pukul 09.00 semua dewan direksi berkumpul di ruang meeting. Gina yang masuk begitu terkejut karena yang ada di kursi atasannya bukan tuan Robert melainkan sepupunya


"Sheva,kamu ngapain duduk disitu?"


"Kenapa memang? aku sudah pantas kan?"


"Va,om Robert kemana? kok belum datang juga?"


"Hari ini papi nggak ngantor,jadi aku yang akan memimpin meeting"


"Ya nggak bisa gitu dong"


"Kenapa nggak bisa? kan Sheva anak tuan Robert,sah-sah saja dong kalau dia yang ambil alih meeting hari ini. Yang nggak bisa itu kalau kamu yang ambil alih" ucap Hana


"Tapi kamu mana paham soal meeting ini"


"Udah nggak usah banyak omong,kalau mau ikut meeting buruan duduk kalau nggak silahkan keluar" jawab Sheva yang mulai kesal


Dengan raut wajah kesal,Gina duduk di kursinya dan meeting pun segera di mulai. Dengan pengetahuan yang ia miliki akhirnya Sheva berhasil memimpin meeting hari ini,bahkan papinya menyaksikan langsung meeting tersebut dari ponselnya karena salah satu pimpinan direksi di mintainya untuk melakukan panggilan video guna melihat kemampuan putrinya.


Setelah selesai Sheva segera kembali ke ruangannya dan tersenyum puas di hadapan Gina yang tengah kebakaran jenggot di buatnya


"Va,kamu lihat nggak sih raut wajah sepupu kamu tadi?" tanya Hana


"Iya,kenapa?"


"Ya masa bodoh"


"Oh ya,kerjaan kita habis ini apa?"


"Kamu minta tanda tangan kepala perencana buat PT.Adijaya"


"Okey"


"Oh ya sekalian nanti pesan ke OB suruh buatkan aku air lemon ya"


"Okey deh"


Hana segera bergegas pergi ke lantai enam menemui kepala rencana,setelah menyelesaikan urusannya ia berpapasan dengan Damar yang kebetulan baru saja keluar dari pantry.


"Hana.." ucap Damar


"Hai...."


"Kamu ngapain disini?"


"Ini habis mesanin air lemon untuk Sheva"


"Oh,akhir-akhir ini kalian lagi sibuk banget ya?"


"Enggak juga sih,kenapa?"


"Ya aku jarang aja lihat kalian di kantin"

__ADS_1


"Oh gitu,kebetulan Sheva sering deliveri makanan dan menghabiskan waktunya di ruangannya"


"Kamu bilang deh ke dia,gimana kalau siang ini kita makan di kantin"


"Oh,iya nanti aku sampaikan"


"Oh ya Han,boleh nggak aku minta nomer Sheva?"


"Buat apa?"


"Komunikasi saja"


"Oh iya boleh"


Hana memberikan nomer Sheva setelah itu pamit untuk kembali ke ruangannya,setiba di ruangannya ia melihat Sheva tengah asik melakukan panggilan dengan Morgan. Namun setelah melihat Hana kembali,ia segera mematikan telfonnya.


"Kamu telfonan sama siapa Va?"


"Emb temen kok"


"Teman yang mana?"


"Ada,cuma kamu gak kenal aja"


"Oh..."


Tiba-tiba ponsel Sheva berdering kembali,ternyata itu adalah pesan dari Damar yang berisi


"Hay Va,nanti siang lunch bareng yuk. Lama kita gak makan bareng di kantin By Damar"


"Hahhh..." teriak Sheva


"Kenapa Va?" tanya Hana panik


"Damar message aku"


"Oh"


"Dia dapat nomer aku dari mana coba?"


"Tadi aku kasih waktu ketemu di depan pantry"


"Kamu kasih nomer aku ke Damar?"


"Iya,habisnya dia itu kayak antusias banget pengen ngajak kamu makan"


"Jadi kamu tahu kalau dia bakalan ngajakin aku lunch?"


"Ya,sebenarnya kita bukan kamu saja"


"Oh,yaudah deh kalau ada kamu aku mau"


"Memangnya kalau nggak sama aku kenapa Va?"


"Ya elah Han,ini kantor dan mana mungkin aku makan berdua sama cowok bisa-bisa besok ada gosip antara aku sama dia"


"Iya juga sih,jadi kamu mau lunch nanti sama dia juga?"


"Kamu gimana?"


"Aku sih ayo aja"

__ADS_1


"Ya udah kalau begitu biar aku jawab setuju"


__ADS_2