Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 115


__ADS_3

Morgan segera kembali ke rumahnya dan membereskan koper beserta dokumen-dokumen yang akan ia bawa,Kiara yang saat itu tengah menyusui putranya begitu terkejut dengan gerakan Morgan.


"Sayang,kamu mau kemana?"


"bukan urusan kamu"


"Sayang,aku berhak tahu. Aku ini istri kamu"


"Istri? kamu masih berani meminta aku menjadi suami kamu sementara anak yang sekarang di pangkuan kamu itu bukan darah daging aku"


"Maksud kamu apa ngomong gitu Morgan? kamu masih belum terima kalau ini memang anak kita?"


"Cukup ya,setelah urusan ku selesai aku akan beri tahu semuanya siapa kamu sebenarnya" ucap Morgan yang kemudian pergi


"Morgannn.... Morgannnn" teriak Kiara


Morgan segera pergi ke bandara dan membeli tiket penerbangan menuju US,sementara itu Kiara dengan tangisannya mencoba menghubungi nyonya William yang saat itu tengah duduk di depan televisi bersama dengan suaminya


"Mah...."


"Kiara,kamu kenapa menangis?"


"Morgan mah...."


"Morgan kenapa?"


"Morgan pergi dari rumah ma"


"Kemana?"


"Kiara juga tidak tahu,barusan dia bawa koper dan dokumen-dokumennya"


"Kamu tenang,mama sama papa kesana sekarang" ucap nyonya William yang kemudian menutup telfonnya


"Ada apa ma?" tanya tuan William


"Kiara barusan telfon,dia bilang Morgan pergi dari rumah"


"Anak itu,apalagi sih yang mau di perbuatnya? apa belum cukup selama ini membuat malu keluarga kita?"


"Mama juga tidak tahu pa,sebaiknya sekarang kita segera kesana saja pa"


Tuan dan nyonya William segera pergi ke rumah Morgan di sana ia menemui Kiara yang masih histeris di kamarnya,sementara itu bayinya yang tengah di tenangkan oleh sang baby sister.

__ADS_1


"Kiara,sebenarnya apa yang terjadi antara kalian?" tanya nyonya William


"Kiara juga tidak tahu ma,saat Morgan pulang dia langsung ambil koper dan mengemasi barang-barangnya"


"Kamu yakin kalian tidakk bertengkar?"


"Enggak ma.... sekarang apa yang harus aku lakukan ma?"


"Pa...."ucap nyonya William


"Papa akan cari tahu dari sekretarisnya" ucap tuan William yang kemudian keluar dari kamar Kiara dan menghubungi pihak kantor setelah selesai ia kembali menemui istrinya yang masih menemani Kiara di dalam


"Gimana Pa?"


"Pihak kantor tidak ada yang tahu soal kepergian Morgan ma"


"Papa coba hubungi Morgan"


"Tidak bisa ma,sepertinya dia mematikan ponselnya"


"Kemana sih ini anak,tidak biasanya dia seperti ini" gumam nyonya William


Sheva sampai lebih dulu di US ia segera pergi ke apartemennya dan membereskan beberapa barang-barangnya,tak berselang lama ia mendapati pesan dari Ryota yang bertanya apakah Sheva tengah kembali dari Indonesia.


"Hay,maaf membuatmu menunggu" ucap Ryota sambil tersenyum pada perempuan di hadapannya itu


"It's okay" jawab Sheva


Mereka memesan menu sambil bercerita tentang perjalanannya selama pulang,serta keadaan maminya yang sudah kian membaik.


"Oh ya Va, rencana setelah pekerjaan kamu disini selesai kamu serius mau kembali ke Indonesia?" tanya Ryota


"Ya benar,aku hanya tidak ingin mengecewakan mami saja. Aku sudah berjanji padanya"


"Lalu perusahaan kamu disini?"


"Aku akan mempercayakannya pada orang yang benar-benar bisa ku andalkan"


"Sebenarnya saya hanya ingin kamu tetap terus berada disini,tapi apa boleh jika saya egois seperti ini?"


"Aku tidak bisa menetap disini,aku harus merawat mami dan menepati janji untuk menjaganya selalu"


"Va,maaf jika saya egois. Saya sadar saya bukan orang yang berhak melarang kamu dan mengatur kamu seperti ini"

__ADS_1


Sheva tersenyum memandang Ryota yang merasa bersalah itu,setelah kembali ia sibuk dengan pekerjaan-pekerjaan yang terbengkalai selama ini. Suatu hari saat Sheva tengah selesai meeting tiba-tiba ia mendapatkan telefon dari receptionist yang mengatakan bahwa di lobi ada orang yang mencarinya,seperti biasa ia pikir itu adalah Ryota sehingga Sheva mengizinkannya untuk masuk menemuinya di ruangan.


Namun sesampainya di sana Sheva terkejut karena yang datang adalah Morgan mantan suaminya,Sheva menatap laki-laki yang berdiri di hadapannya itu


"Va, akhirnya saya bisa bertemu sama kamu"


"Untuk apa kamu kemari?" ucap Sheva ketus


"Saya rindu sama kamu Va"


"Cukup,keluar dari kantorku sekarang juga"


"Tolong Va,dengarkan penjelasan saya untuk datang kemari"


"Tidak ada lagi yang perlu di jelaskan,kehidupan kita sudah berbeda bukan?"


"Saya hanya ingin membuktikan bahwa selama ini semua yang terjadi bukan yang sebenarnya"


"Apa maksud kamu?"


"Anak yang di kandung dan di lahirkan oleh Kiara bukanlah darah daging saya"


"Astaga Morgan,sudah satu tahun lebih kamu masih ingin mengungkit hal itu? apa kamu masih tidak bisa menerima kenyataan tersebut?"


"Aku serius Va,aku bawa bukti bahwa dia benar bukan darah dagingku" ucap Morgan sambil meletakkan selembar kertas hasil tes DNA di hadapan Sheva


Setelah melihat dengan cermat surat itu Sheva tersenyum sinis di sudut bibirnya


"Mau kamu buat permainan seperti apalagi aku sudah tidak percaya sama kamu"


"Va,ini benar-benar surat dari rumah sakit,saya tidak mungkin mengarangnya"


"Lalu?? kami harap setelah melihat ini semuanya akan berubah?"


"Saya berharap kamu bisa memaafkan saya Va,dan kita mulai semuanya dari awal"


"Apa?? jangan mimpi kamu. Setelah semua luka yang kamu berikan dan aku berusaha untuk berdamai dengan keadaan sekarang kamu ingin kita memulainya lagi? Nggak akan!!!"


"Saya mohon Va,saya janji setelah memperbaiki ini semua saya tidak akan pernah menyakiti kamu"


"Cukup,sekarang aku tidak mau mendengar ucapan kamu lagi. Keluar dari kantorku atau aku panggil security untuk membawa mu"


Morgan terlihat pasrah,ia berjalan pergi menghampiri pintu. Meski usahanya tidak membuahkan hasil namun setidaknya ia telah berusaha membuktikan bahwa dirinya selama ini hanyalah korban kebohongan Kiara.

__ADS_1


Sheva merasa terganggu dengan apa yang barusan terjadi,ia sama sekali tidak dapat fokus bekerja. Ia memutuskan untuk keluar dari ruangannya dan menghubungi Ryota untuk makan siang bersama,setelah mereka setuju Sheva segera pergi ke Berlin house untuk makan siang dan menemui Ryota.


__ADS_2