
Matahari sudah tenggelam,sayup-sayup mata Morgan terbuka dan menatap ke jam dinding di atas televisi yang sudah menunjukkan pukul 19.00 ia bangun dan menyadari Sheva sudah tidak ada di sampingnya. Ia terduduk dan melihat sekitar tidak ada tanda-tanda istrinya ada di sana,ia turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum akhirnya memutuskan untuk mencari istrinya.
Morgan turun ke lantai dua dan melihat para asisten rumah tangga yang sedang menyiapkan makan malam,Morgan menghampiri mereka dan bertanya pada mbok Mirah salah satu asisten rumah tangga yang ada di rumahnya
"Mbok,lihat istri saya...???"
"Non Sheva... non Sheva pergi tuan"
'Pergi? kemana? jam berapa?"
"Saya kurang tahu tuan,tadi saya lihat mobil non keluar dari rumah"
Morgan segera pergi keluar dan benar saja,mobil Sheva sudah tidak ada di halaman rumah. Morgan berlari menuju pos security yang jaraknya lima belas meter dari pintu rumahnya itu.
"Tuan..."
"Istri saya keluar jam berapa?"
"Sekitar jam 17.00 sore tuan,sebelum maghrib tadi"
'Kalian tanya dia mau kemana?"
"Kami sempat bertanya tapi nona Sheva hanya diam sambil...."
'Sambil apa?"
'Sambil mengangis tuan"
"Shittt.... jangan bilang kalau dia pulang ke rumah mami dan papi" ucap Morgan sambil berjalan ke dalam rumah
Ia segera mengambil ponselnya dan berjalan menuju mobilnya,selama perjalanan menuju kediaman Robert,ia berusaha menghubungi istrinya itu namun sepertinya sama sekali tak ada jawaban.
Sesampainya di depan rumah keluarga Robert,Morgan mencoba memberanikan diri untuk masuk ke dalam. Kebetulan mertuanya yang baru saja selesai makan malam mengetahui kedatangannya
"Morgan,, kamu sendirian saja?" tanya tuan Robert yang tak mendapati putrinya di sana
"Iya pi"
"Ada apa Morgan,tumben sendirian kemari" ucap nyonya Lista
"Ehmb Sheva tidak di sini ya mi,pi...???"
"Loh,memangnya Sheva tidak di rumah sama kamu?"
"Tadi dia bilang mau keluar sebentar,Morgan kira kemari jadi Morgan susul saja"
'Sheva sama sekali tidak bilang kalau mau ke sini ya Pi?" ucap nyonya Lista
"Iya benar,sedari kemarin dia sibuk di kantor bahkan papi sama mami saja besok mau keluar kota"
"Ada acara pi?"
"Itu teman kuliah papi kamu mau menikahkan putrinya,dan kami undang kesana"
__ADS_1
"oh gitu ya mi,berangkat kapan?"
'Besok pagi,kenapa Morgan"
"Oh tidak ada mi,kalau begitu Morgan pamit ya Mi,Pi...."
"Kamu sudah coba hubungi Sheva?"
"Barusan Sheva kirim pesan kalau dia sudah di rumah"
"Astaga,kenapa jadi cari mencari begini?"ucap nyonya Lista
"Ya sudah kalau begitu Morgan pulang ya Mi,Pi..."
Setelah selesai berpamitan Morgan memutuskan untuk pergi ke rumah orang tuanya,ia kali ini harus berbohong lagi karena tidak ingin membuat kedua orang tuanya maupun mertuanya tahu soal masalah rumah tangga mereka.
Sesampainya di kediaman William,kedatangan Morgan membuat mama dan papanya bertanya-tanya. Karena tumben sekali putranya datang tanpa ada Sheva bersamanya
"Morgan,kamu sendiri saja?" tanya nyonya William
"Iya ma...."
"Sheva mana Morgan?" tanya tuan William
"Sheva di rumah,dia sibuk dan ada beberapa pekerjaan"
"Terus kamu tinggal?"
"Morgan ke sini cuma ingin makan masakan mama saja,sudah lama juga Morgan gak coba nasi goreng buatan mama"
"Emb enggak usah ma...."
"Kenapa? bukannya kamu bilang kangen sama masakan mama"
"Morgan tidak mau saja membuat Sheva tersinggung,akhir-akhir ini Sheva sedang mood sekali belajar memasak untuk Morgan. Jadi tidak mau saja merusak niat dia untuk belajar memasak"
"Bagus dong,kalau begitu mama ke dapur buatkan nasi goreng untuk kamu"
Morgan tersenyum dan bingung harus kemana lagi mencari istrinya,dia teringat untuk menghubungi Hana
"Pa,Morgan tinggal ke taman sebentar ya. Mau telfon klien"
"Oh iya"
Morgan berjalan menuju taman dan segera menghubungi Hana,waktu itu Hana yang tengah duduk mengobrol dengan mamanya tiba-tiba kaget melihat nama Morgan berada di layar ponselnya
"Siapa Han?" tanya mama Hana
"Ini ma suaminya Sheva"
"Suaminya Sheva? buat apa dia hubungin kamu"
"Hana juga tidak tahu ma,mungkin soal masalah tadi siang"
__ADS_1
"Ya sudah kamu cepat angkat"
"Halo kak Morgan"
"Halo Han,maaf saya menggangu waktu kamu"
"Tidak sama sekali kak,ada apa ya?"
'Saya mau tanya,kamu sekarang sedang sama Sheva?"
"Sheva? tidak kak. Memangnya Sheva tidak di rumah?"
"Maka dari itu Han saya tanya sama kamu,saya bertengkar hebat dengan Sheva begitu sampai di rumah tadi. Kami pun lelah dan sama-sama tertidur,tapi begitu saya bangun dia sudah pergi entah kemana"
"Tapi Sheva tidak ada di sini kak"
"Kamu tahu kemana tempat yang kemungkinan akan ia datangi"
"Selama ini selain saya dan orang tuanya biasanya dia ke rumah Rania,tapi setahu saya Rania sedang di luar kota urusan pekerjaan"
"Han,saya minta tolong sama kamu coba kamu hubungi Sheva. Saya telfon dan chat sama sekali tidak bisa,kemungkinan dia memblokir saya"
"Baik kak,akan saya coba"
"Terima kasih ya Han,kalau begitu saya matikan"
"Sama-sama kak"
Hana menghela nafas dan kembali duduk di samping mamanya,perempuan di sampingnya itu menatap wajah putrinya yang kesal
"Kenapa Han? ada apa dengan Sheva dan suaminya?"
"Sheva pergi dari rumah ma"
"Astaga... sekarang dia dimana?"
"Hana juga tidak tahu ma,pantas untuk Sheva marah karena dia bilang kalau suaminya pernah tidur dengan perempuan bernama Kiara itu"
"Astagfirullah,kemungkinan itu bisa terjadi lagi bila keduanya sering bertemu seperti ini"
"Itu juga yang Hana khawatirkan ma,Hana tahu betul sesakit apa hati Sheva sekarang. Terlebih lagi kalau nanti pada kenyataannya kak Morgan memang ada hubungan dengan perempuan itu"
"Kamu sebagai sahabatnya harus selalu support dia ya,bagaimana juga keluarga Sheva sudah banyak membantu kita. Mama juga sudah menganggap dia seperti anak mama sendiri"
"Sekarang Hana harus bagaimana ma,Hana harus cari kemana?"
"Kamu coba hubungi siapapun yang sering di hubungi oleh Sheva,mama yakin orang tuanya pasti belum tahu akan hal ini karena suaminya lebih dulu menghubungi kami sebelum mami dan papinya"
"Iya ma,mungkin kak Morgan masih merahasikan hal ini dari mertua dan orang tuanya"
"Sebaiknya kamu jangan ikut andil memberitahu siapapun soal hal ini"
'Baik ma"
__ADS_1
Hana mulai menghubungi orang-orang yang pernah dekat dengan sahabatnya itu,ia mulai bingung karena sampai tengah malam belum ada kabar apapun dari Sheva.