
Keluarga William sampai di rumah sakit,tak lupa Hana dengan mata sembabnya. Ia langsung tertuju pada nyonya Lista yang duduk di bangku tunggu,Hana langsung duduk di sampingnya
"Maafkan saya tante,saya lalai menjaga Sheva hingga seperti ini" ucap Hana sambil memeluk tubuh nyonya Lista
'Rob,bagaimana Sheva sekarang?" tanya tuan William
"Dokter sedang melakukan operasi,ada pendarahan pada otaknya"
'Astaga Sheva"
"Jeng Lista,yang sabar ya jeng"
"Bagaimana kronologinya pi?" tanya Morgan
Tuan Robert menceritakan semua itu,Morgan,nyonya William dan suaminya hanya dapat terdiam sambil berdoa.
"Sebenarnya ada masalah apalagi dengan Sheva?" tanya tuan Robert ketika teringat percakapan mereka di telfon tadi
"Rob,kita bahas ini setelah Sheva sudah membaik" ucap Tuan William yang tak ingin membuat sahabatnya itu menjadi murka
Esok harinya Morgan datang membawakan bunga lily,nyonya Lista yang sedang menyuapi putrinya sarapan sedikit terkejut
"Morgan... ngapain kamu kemari?"
"Mi,Morgan hanya ingin melihat Sheva"
"Pergi kamu,kamu tidak dengar apa yang di katakan suami saya kemarin?"
"Saya mohon Mi,saya tidak ingin berpisah dengan Sheva"
"Saya bilang keluar maka keluar,apa mau saya panggilkan security"
"Mi......" lirih Sheva
"Iya sayang?"
"Birkan dia masuk"
Nyonya Lista akhirnya memberikan izin pada Morgan untuk menemui putrinya,ia tetap mengawasi keduanya di luar kamar
"Sayang,bagaimana keadaan kamu?"
Sheva melepaskan cincin yang ada di jari manisnya itu kemudian memberikannya pada Morgan
"Ini apa sayang?"
"Sekarang kamu bebas,kamu bisa menikah perempuan itu"
"Nggak,jangan seperti ini Sheva. Saya tidak mungkin meninggalkan kamu dan anak kita"
"Anak kita sudah pergi terlebih dahulu,sekarang kamu bebas"
"Nggak,nggak mungkin. Kamu pasti bohongkan? anak kita masih ada di sini" ucap Morgan sambil meletakkan tangannya di atas perut Sheva
"Tolong stop Morgan,jangan pernah membuat aku merasa sakit dengan semua sikap kamu"
"Sayang,saya tidak mau kita berpisah. Saya akan buktikan bayi yang ada di dalam rahim Kiara bukan anak saya"
"Mi.... mami...." teriak Sheva
__ADS_1
"Iya sayang??"
"Tolong Sheva,suruh laki-laki ini keluar Mi" ucap Sheva sambil menangis
"Nggak,please Va beri saya kesempatan"
"Morgan sebaiknya kamu keluar,saya tidak ingin kamu membuat kegaduhan disini"
"Sheva jangan seperti ini,saya mohon" ucap Morgan sebelum akhirnya security datang dan membawanya pergi.
Lima hari sudah Sheva berada di rumah sakit,orang tuanya melakukan semua yang terbaik untuknya. Sekarang pengacara keluarga tuan Robert sudah mulai mengurus perceraian Sheva dan Morgan,kini Sheva tinggal bersama orang tuanya lagi.
Hari-hari di lalui Sheva yang hanya memilih berdiam diri di kamarnya,ia merasa masih tidak menyangka pernikahan yang ia terima dengan lapang dada harus berakhir pahit seperti ini. Hanya Ryota dan Hana yang selalu setia mengunjunginya,bahkan kabar retaknya rumah tangga Sheva sudah terdengar hingga ke sahabat Morgan dan karyawan kantor. Terutama Alta yang merasa begitu sangat kecewa karena apa yang di lakukan oleh sahabatnya itu,hari ini ia memutuskan mengunjungi Sheva bersama Steven,Hana dan Ferly.
Mereka bertiga menunggu di taman,sementara Hana menjemput Sheva di kamarnya.
"Hay Va...." sapa Ferly dan Steven begitu Sheva sampai
"Hay kak,makasih sudah mau datang"
"Sama-sama,bagaimana kondisi kamu?"
"Sudah baikan,hanya tinggal beberapa check up lagi"
"Senang mendengarnya,oh ya aku turut berduka cita atas semua yang terjadi"
'Terima kasih"
"Oh ya Va,Rania besok pulang. Kamu pasti kangen sama dia" tutur Hana
Sheva hanya mengangguk dan tersenyum kecil
"Sudah kak,biarkan saja. Mungkin memang ini jalan hidup yang harus Sheva lalui"
"Kamu yang kuat ya,saya yakin kamu tidak akan menyerah semudah itu"
"Menyerah untuk pernikahan ini sudah pasti,tapi kalau menyerah untuk hidup sepertinya itu bukan aku"
"Kita-kita akan selalu jadi teman kamu meski sekarang kalian tidak bersama lagi"
"Terima kasih kak"
"Oh ya Va,aku mau undang kamu ke acara pertunangan ku dengan Rania dua minggu lagi"
"Selamat ya kak,akhirnya kalian menyusul juga. Meski sekarang hubungan ku sudah kandas" jawab Sheva
"Kamu tidak keberatan kan kalau sahabat kamu jadi milik aku?"
"Asal kak Ferly tidak menyakitinya saja,awas saja kalau berani membuat Rania menangis"
"Kamu tenang saja,aku akan menjaga dia sepenuh hati"
'Cielah sepenuh hati,udah kek kopi aja kamu" tutur Steven yang membuat semuanya tertawa
Kedatangan mereka membuat Sheva sedikit terhibur,meski mau bagaimana pun rasa sakit di hatinya tidak akan pernah hilang sampai kapanpun itu.
Sebulan berlalu semenjak kejadian itu,Sheva sudah mulai kembali beraktivitas seperti sedia kala. Hari ini ia akan menghadiri acara pertunangan Rania dan juga Ferly,ia turut bahagia akan semua itu meski mengingat keadaan rumah tangganya yang di ambang kehancuran. Saat jam makan siang di kantin bersama Hana,tiba-tiba ponselnya berdering
"kak Alta....??" ucap Sheva
__ADS_1
"Hah? coba angkat" ucap Hana yang penasaran
"Halo kak...."
'Halo Va,kamu sedang sibuk?"
'Oh enggak,ini baru makan sama Hana. Ada apa?"
'Nanti malam kamu datang kan ke acara pertunangan Ferly dan Rania?"
'Tentu saja lah kak,Rania kan sahabatku"
"Bagaimana kalau kamu datang sama saya?"
Sheva terdiam sesaat,reaksi Hana di hadapannya begitu terkejut sekaligus senang
"Emb gimana Va?"
"Aku bareng sama Hana kak"
"Hana bukannya sama Steven ya?"
"Hah??? kamu nanti malam sama kak Steven Han?"
Hana tersenyum dan mengangguk
"Jahat banget sih" ucap Sheva tanpa suara
"Jadi bagaimana Va? kalau kamu tidak mau nggak apa-apa kok"
"Emb iya deh kak,boleh"
"Beneran?"
"Iya"
"Ya sudah,nanti selepas maghrib aku ke rumah kamu ya"
"Iya kak"
"Bye Va"
"Bye"
Sheva menutup telefonnya dan segera mencubit tangan Hana yang sedari tadi tertawa di depannya
"Awww.... sakit tahu" teriak Hana
"Habisnya kenapa kamu nggak bilang kalau nanti malam bakalan datang sama kak Steven"
"Dia ngajaknya juga baru tadi pagi Va,lagian kenapa sih memang kalau kamu datang sama kak Alta?"
"Ya kamu tahu sendiri,dia sama laki-laki itu kan sahabatan"
'Lagi pula nggak masalah juga sih,kan antara kamu dan Morgan sudah tidak ada apa-apa lagi"
'Jangan sebut namanya di depanku,kita baru proses perceraian Han. Belum resmi"
"Nggak masalah kok,lagi pula mana berani dia marah ke kamu. Salah siapa jadi laki-laki brengsek" ucap Hana
__ADS_1
Sheva hanya diam melihat sahabatnya yang begitu semangat mendengar Alta mengajaknya pergi bersama.