Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 66


__ADS_3

Di sisi lain Morgan yang begitu bingung dengan sikap Sheva tadi mendapati telfon dari tuan Robert


"Halo Pi...."


"Morgan,kamu dimana?"


"Di rumah Pi,kenapa?"


"Sheva masih sama kamu?"


"Sheva? tidak pi. Memangnya Sheva belum pulang?"


"Loh bukannya tadi pergi sama kamu?"


"Iya pi,tapi waktu di butik tadi Sheva pulang duluan"


"Kok bisa? sampai sekarang Sheva belum pulang Morgan"


Morgan melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 22.00


"Pi,Morgan ke sana sekarang ya"


Morgan yang begitu panik di ketahui oleh orang tuanya


"Ada apa Morgan?"


"Itu pah Sheva katanya belum pulang?"


"Loh bukannya tadi kalian pergi bersama?"


"Ceritanya panjang pah"


"Ya sudah kalau begitu sekarang kita ke rumah Sheva" ucap tuan William kepada putra dan istrinya


Sesampainya di sana Morgan melihat tuan Robert dan istrinya yang begitu khawatir dengan


"Mi,Pi jadi gimana?"


"Kamu yang bagaimana? kata istri saya tadi Sheva pergi sama kamu"


"Pi sabar,kita bisa cari Sheva sama-sama. Masuk dulu Morgan kamu ceritakan semuanya pada kami" ucap nyonya Lista


Morgan,kedua orang tuanya dan kedua orang tua Sheva duduk di ruang tamu menunggu penjelasan darinya.


"Jadi bagaimana ceritanya kamu dan Sheva tidak pulang bersama?" tanya tuan William


"Tadi waktu di butik kami sempat berselisih paham karena Sheva tidak setuju dengan model dan warna jas yang ku kenakan,lalu setelah itu dia keluar dari butik. Saat aku mencoba mengejarnya dia sudah pergi menggunakan taksi,Morgan pikir Sheva akan pulang tapi sampai papi Robert tadi telfon. Morgan baru tahu kalau Sheva belum sampai rumah"


"Aduh,kemana Sheva pi....??" ucap nyonya Lista panik


"Mbak Lista sudah coba telfon Sheva?" tanya nyonya William

__ADS_1


"Iya tadi saya coba telfon,dia jawab namun saat memberitahu keberadaannya tiba-tiba telfonnya terputus"


"Coba kamu telfon lagi mi" ucap tuan Robert


Nyonya Lista mengikuti perintah suaminya dan segera menghubungi Sheva,namun sama sekali tidak ada jawaban


"Gimana Mi?"


"Ponselnya mati Pi"


"Astaga Sheva"


"Biar Morgan tanya ke Hana,siapa tahu dia sedang bersama Sheva"


Morgan mengambil ponselnya dan menekan nomer Hana,beberapa saat dari ujung sana suara Hana terdengar


"Halo... siapa ini?"


"Halo Hana,ini saya Morgan"


"Kak Morgan,ada apa?"


"Kamu lagi sama Sheva?"


"Tidak kak,bukannya hari ini Sheva cuti pergi sama kak Morgan ya?"


"Ya sudah kalau begitu Hana,terima kasih"


"Sheva belum pulang sampai sekarang Han"


"Ha...? kok bisa?"


"Kamu tahu tempat yang biasanya Sheva kunjungi?"


"Selain di rumah aku,biasanya dia ke rumah Rania. Tapi kan sekarang Rania masih di luar kota,jadi tidak mungkin kalau Sheva kesana"


"Coba kamu cari info tentang keberadaannya ya Han,terima kasih"


"Sama-sama kak"


Morgan menghela nafas panjang dan terlihat cemas


"Seharusnya kamu setuju jika Sheva meminta kamu untuk mengganti warna atau model jaznya Morgan,kenapa kamu harus menolaknya?" ucap nyonya William


"Morgan pikir sudah tidak ada waktu lagi ma,apalagi tinggal seminggu lagi"


"Lalu kalau sudah begini bagaimana?"


"Ma,tenang. Mungkin Morgan merasa tidak enak kepada disainernya" ucap tuan William mencoba menenangkan istrinya yang ikut panik


"Sebaiknya kita lapor polisi saja pi" ucap nyonya Lista

__ADS_1


"Tidak bisa mi,polisi akan menerima laporan jika 1x24 jam masih tidak di ketahui keberadaannya"


"Lalu kita harus bagaimana pi? mami takut terjadi apa-apa dengan Sheva"


"Papi tahu mi,kita coba cari dulu ya"


"Pi,kita cari Sheva di sekitar butik. Biar Morgan nyari ke tempat lain"


"Baiklah Morgan"


"Saya akan menemani kamu Robert" ucap tuan William


"Mami mau ikut"


"Mami di rumah saja ya,lagi pula sudah malam. nanti kalau ada kabar tentang Sheva papi akan langsung hubungi"


"Pa,mama di sini saja ya menemani mbak Lista" ucap nyonya William


"Iya ma"


Mereka akhirnya pergi berpencar mencari keberadaan Sheva,sementara itu Morgan mencoba menghubungi para sahabatnya untuk meminta bantuan.


"Halo Gan..." ucap Alta


"Al kamu dimana?"


"Di rumah,kenapa? kamu mau main?"


"Bisa minta tolong bantu saya cari Sheva??"


"Hah?? Sheva kemana?"


"Saya juga tidak tahu,sekarang saya ke rumah kamu ya"


"Okay-okay"


Morgan segera melajukan mobilnya menuju rumah Alta,sesampainya di sana ia terlihat panik dengan penjelasan Morgan yang menggantung.


"Jadi bagaimana ceritanya"


"Kita jalan dulu ya sambil saya ceritakan nanti"


Di perjalanan Morgan menceritakan semuanya,mulai dari perselisihannya dengan Sheva hingga sekarang yang tak di ketahui keberadaannya.


"Kalau gitu aku telfon Steven dan Ferly biar ikut membantu"


"Thanks ya Al"


"Okay"


Steven dan Ferly yang mendengar kabar itu segera melaju ikut membantu pencarian Sheva,sampai akhinya pukul 00.00 mereka menghentikan pencarian. Morgan kembali ke rumah Alta dan menginap di sana bermaksud meneruskan pencarian keesokan harinya demikian dengan orang tua dan mertuanya.

__ADS_1


__ADS_2