
Ia memilih pergi dari tempat duduknya dan membuat sesuatu di pantry,merasa kesal karena laki-laki yang ia cintai kembali dalam keadaan sudah menikah. Walau sempat menjalin hubungan dengan Morgan ternyata kisah cinta mereka tak semulus yang seharusnya,karena Morgan yang masih terus memikirkan Sheva saat itu membuat Kiara murka dan meninggalkannya. Namun selang beberapa minggu ia sadar bahwa dirinya harus menerima kenyataan tentang Morgan yang baru saja kandas dalam pertunangannya,namun saat ia mencoba kembali lagi Morgan menolaknya mentah-mentah dengan alasan ia tidak ingin bersama dengan perempuan yang tidak bisa memahami kondisinya saat itu. Sampai sekarang melepaskan Morgan adalah suatu penyesalan terbesarnya,beberapa saat setelah melakukan aktivitas di kamar Sheva dan Morgan keluar.
Kiara melihat kemeja Morgan yang berantakan dan rambut Sheva yang acak-acakan,ia memperhatikan setiap gerak-gerik keduanya.
"Kiara,bisakah aku mendapatkan segelas air. Aku sangat haus setelah berolahraga" ucap Sheva
Kiara tak menjawab dan langsung pergi ke pantry mengambilkan minuman untuknnya
"Silahkan nona"
"Terima kasih"
"Kamu lapar?" tanya Morgan pada istrinya
"Tentu saja,kamu tidak membiarkan aku beristirahat sebentar dan terus menikamku" ucap Sheva dengan nada nakal
Morgan tersenyum
"Kiara tolong siapkan makanan untuk kami"
"Baik tuan"
Sheva menyenderkan tubuhnya pada kursi sambil melihat Kiara yang berdiri di pantry,ia merasa menang karena bisa menunjukkan pada perempuan itu bahwa sekarang laki-laki di hadapannya itu adalah milik dia sepenuhnya.
Kiara membawa dua piring spagety ke hadapan mereka,setelah selesai menyantap. Setelah selesai mereka akan menghabiskan sisa waktu yang masih lima belas jam di dalam pesawat sebelum akhirnya tiba di Swiss.
Bli Banu dan istrinya kembali ke vila,mereka mengetahui bahwa Morgan dan Sheva sudah kembali. Akhirnya mereka membereskan semua ruangan vila setelah di tempati selama tiga hari ini,istri bli yang tengah merapikan dapur menemukan amplop coklat di bawah tumpukan kain serbet. Ia segera membukanya dan mendapati sejumlah uang dan secarik surat yang bertuliskan
"Mbak,kami pamit,terima kasih sudah membantu kami selama di sini. Meski hanya beberapa hari saya senang bisa bertemu dengan kalian,terima kasih juga sudah mau jujur dan menceritakan tentang masa lalu suami saya dengan perempuan itu. Sekarang masalah itu biar saya yang mengatasi,ini ada sedikit uang sebagai bentuk penghargaan atas kejujuran mbak. Salam Sheva"
Istri bli Banu menangis sekaligus senang karena keluarga William bisa mendapatkan menantu sebaik Sheva,mereka berharap bisa bertemu kembali di kemudian hari.
Tengah malam pesawat mereka mendarat di bandara internasional Zurich,sebuah mobil menjemput mereka berdua. Sebelum masuk ke dalam mobil Morgan sempat berbicara dengan kru pesawat termasuk Kiara,nampak terlihat Kiara dan Morgan bersalaman dan mengobrol kecil. Sheva hanya melihatnya dari dalam mobil dan meminta kepada sopir agar menyampaikan pada suaminya agar segera pergi.
__ADS_1
"Tuan,nona meminta agar segera pergi karena ia sangat lelah" ucap sopir pribadi mereka di Swiss
"Baik,saya akan segera kesana"
Sopir itu kembali berdiri di sebelah mobil,nampak Morgan akan berjalan menghampiri istrinya namun Kiara memanggilnya
"Morgan...."
Morgan pun menoleh
"Kapan kita bisa bertemu kembali???" ucap Kiara
"Kiara saya pergi dulu" hanya itu yang Morgan katakan sebelum akhirnya ia masuk ke dalam mobil dan pergi menuju mansionnya.
Setiba di sana Sheva segera masuk tanpa menunggu suaminya,kedatangan mereka di sambut oleh beberapa pelayan yang masih berjaga menunggu kedatangan mereka.
"Selamat datang nona Antonio"
"Baik nona"
Sheva menaiki lift untuk pergi ke kamarnya,Morgan nampak melihat istrinya yang lelah karena perjalanan panjang ini. Ia segera menyusul ke kamar dan meminta pelayan membawakan barang-barangnya.
Sesampainya di kamar ia melihat Sheva yang membasuh wajahnya di kamar mandi,setelah para pelayan selesai mengantarkan barang-barangnya Morgan segera mengunci pintu kamar,tak lupa ia mengambil baju ganti sebelum membersihkan diri.
"Sayang kamu tidak mandi sekalian?" ucap Morgan ketika berpapasan di depan kamar mandi
"Besok saja,aku begitu lelah hari ini"
"Okay"
setelah selesai membersihkan wajahnya Sheva segera berganti baju dan merapatkan diri ke ranjang,saat Morgan keluar dari kamar mandi ia melihat istrinya yang sudah terlelap. Ia segera menyelinap tidur di sampingnya sambil mengelus lembut pipi Sheva dan mencium keningnya sebelum tidur
"Good night istriku" bisiknya pelan
__ADS_1
Keesokan hari Morgan bangun lebih dulu,ia menatap wajah istrinya yang tanpa riasan itu. Masih terlihat cantik dan membuatnya semakin jatuh cinta,tiba-tiba mata Sheva mulai terbuka ia melihat wajah Morgan ketika pertama kali bangun.
"Kamu ngapain lihatin aku seperti itu?"
"Morning my wife"
"Morning"
"Kamu mau sarapan apa?"
"Terserah,aku mau mandi dulu" ucap Sheva sambil turun dari ranjang
Morgan mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi,ia memutuskan untuk menyusul istrinya. Dari dalam shower room Morgan langsung memeluk istrinya dari belakang sehingga membuatnya terkejut
"Astaga... Morgan,apa yang kamu lakukan?"
"Mandi bareng"
"Enggak,kamu keluar dulu aku tidak bisa mandi seperti ini"
"Ayolah sayang,sejak kita menikah belum pernah bisa menikmati momen seperti ini"
"Aku malu Morgan....."
"Kenapa harus malu? kita sudah berkali-kali tidur bersama kenapa sekarang malu?"
"Pokoknya kamu keluar dulu atau aku yang keluar"
Akhirnya Morgan terpaksa keluar dan memilih berendam di buth up dari pada membuat istrinya marah,setelah selesai Sheva segera keluar karena tidak nyaman berada di tempat yang sama dalam keadaan telanjang seperti itu.
Setelah berganti baju mereka berdua turun ke bawah menuju meja makan,di sana sudah tersedia berbagai menu sarapan.
Sheva mengambil dua lembar roti lalu mengoleskannya dengan sedikit butter dan coklat chips,berbeda dengan Morgan yang terbiasa memakan sandwich untuk sarapannya saat di luar negeri.
__ADS_1