Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 56


__ADS_3

Sesampainya di hotel Sheva segera membersihkan diri,setelah itu ia segera merebahkan diri di tempat tidur. Tiba-tiba ponselnya berbunyi dan itu adalah pesan dari beberapa kepala bagian yang mengerjakan proyek yang bermasalah itu, satu persatu mengirimkan dokumen rincian anggaran. Setelah semua terkumpul Sheva menyerahkan semuanya kepada Hana untuk di periksa dan di samakan oleh dokumen milik kantor pusat. Malam ini mereka akan sibuk dengan pekerjaan masing-masing hinga mengabaikan pesan dari pacar mereka,tak tersadar Ryota sudah berada di depan pintu kamar mereka. Ia mengetuk pintu tersebut dan nampak Hana yang membukanya


"Tuan Ryota"


"Sheva ada?"


"Ada tuan"


"Bisa minta tolong untuk di panggilkan?"


"Bisa tuan tunggu sebentar"


Hana masuk dan melihat Sheva masih sibuk dengan laptopnya


"Va..."


"Ada siapa?"


"Tuan Ryota tuh nyariin kamu"


Sheva segera beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu


"Hay... ada apa?"


"Kamu tidak makan malam?"


"Oh iya aku lupa,aku baru saja mencocokkan data di dalam"


"Mau aku bantu?"


"Tidak perlu,jadi kamu mau makan malam sekarang?"


"Ya tentu"


"Baiklah akan ku panggil Hana sembari bersiap"


"Aku tunggu di sini"


"Okay"


Sheva kembali ke dalam dan segera meminta Hana bersiap untuk makan malam,setelah selesai mereka bertiga turun ke ruang makan. Seperti biasa hidangan hotel selalu membuat Hana bingung untuk memilihnya,setelah selesai makan mereka segera kembali ke kamar masing-masing karena Sheva dan Hana harus segera menyelesaikan pekerjaan mereka.

__ADS_1


Keesokan harinya,Sheva nampak belum bangun. Padahal Hana sedari tadi telah membujuknya karena semalam Sheva begadang untuk menyelesaikan pekerjaannya jadi membuat ia harus sedikit kesiangan. Setelah bangun ia segera bersiap dan melirik Hana yang sedari menyorotkan pandangan kepadanya,setelah selesai bersiap mereka turun menuju ruang makan. Ryota tengah berada di sana menunggu mereka turun


"Hay,sudah lama?"


"Tidak,aku juga baru saja tiba"


Sheva dan Hana segera mengambil makan sebelum akhirnya mereka semua meninggalkan hotel,setelah sarapan selesai mereka segera pergi ke kantor cabang dan menunggu semua kepala bagian datang.


Setelah menunggu kurang lebih satu jam semua kepala bagian yang kemarin hadir sudah berada di ruang meeting,beberapa tidak berani memandang wajah Sheva yang tegas. Setelah semua terkumpul,Sheva segera memulai meeting itu nampak beberapa khawatir jika kecurangan mereka terungkap.


Sebelum memberikan keputusan Sheva kembali memberikan kesempatan untuk siapa saja yang curang supaya menyerah,namun tak satupun yang berani angkat tangan. Hingga akhirnya Sheva meminta Hana mempresentasikan hasil pengamatan data semalam,dari sanalah terbukti dua orang melakukan tindak pidana korupsi proyek renovasi PT.KAI.


Sheva bernafas lega karena semua ini telah berakhir,mereka bisa segera kembali ke Jakarta. Sebelum kembali Sheva menyempatkan diri membeli beberapa buah tangan khas daerah tersebut,hingga pukul 13.00 pesawat akhirnya lepas landas menuju Jakarta.


Di dalam pesawat Hana hanya duduk sambil membereskan pekerjaannya sementara Sheva berbincang dengan Ryota


"Oh ya ada hal yang ingin aku katakan sama kamu" ucap Ryota


"Soal apa?"


"Setelah kita kembali ke Jakarta nanti,aku harus segera terbang kembali ke Jepang"


"Bukankah kamu ingin belajar bisnis disini?"


"Tapi kamu masih ingatkan dengan janji kamu?"


"Tentu saja masih,tenang saja aku di sana hanya belajar dan mengurus beberapa acara pameran seni yang telah saya rencanakan sebelum kamu datang"


"Jujur saja aku bukan tipe perempuan yang menyukai hubungan jarak jauh,tapi demi kamu aku akan mencobanya"


"Terima kasih sudah mau mengerti keadaan saya,saya janji begitu berhasil menduduki posisi daddy saya akan kembali kemari untuk membawa kamu sebagai istriku"


Sheva tersenyum,perkataan Ryota begitu tulus untuknya. Ia yakin bahwa laki-laki di hadapannya itu tidak akan pernah mengecewakannya di kemudian hari.


Tak tersadar pesawat pun telah sampai di bandar udara internasional Soekarno Hatta,sambil menunggu pesawat pribadinya mengisi bahan bakar. Sheva dan Ryota menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke pusat perbelanjaan terdekat,ia ingin membawakan berbagai macam buah tangan untuk orang tua Ryota. Tepat pukul 16.00 Ryota harus segera kembali ke bandara,mereka pun saling berpelukan sebagai tanda perpisahan. Sheva menatap Ryota yang masuk ke dalam pesawatnya,ia melambaikan tangan sambil menitikkan air mata. Terlihat pesawat Ryota mulai mengudara meninggalkan landasan yang luas itu,mata Sheva tak dapat berbohong bahwa ia merasakan kekhawatiran sebagaimana saat Marcell meninggalkannya dulu.


Setelah melihat Ryota pergi,Sheva segera memesan taksi untuk pulang. Sesampai di rumah kedatangannya ternyata tidak mendapatkan sambutan baik dari maminya,ya nyonya Lista masih marah besar kepada putrinya karena memiliki hubungan dengan anak klien kerjanya. Terlebih lagi masalah pengusiran terhadap Gina dan mamanya kemarin semakin menjadi-jadi mana kala Laras mengatakan kepada adiknya yang tak lain adalah mami Sheva sendiri bahwa putrinya berbuat tidak sopan.


"Sheva pulang..."


Sontak nyonya Lista dan tuan RObert yang duduk di ruang tamu segera menghampirinya

__ADS_1


"Dari mana saja kamu?" tanya nyonya Lista dengan nada tinggi


"Surabaya mi"


"Klayapan sama laki-laki Jepang itu?"


"Mami kenapa sih tiba-tiba jadi begini,Sheva tuh habis pulang perjalanan bisnis mi. Harusnya mami menyambut dengan baik kedatangan Sheva"


"Mami tidak suka ya melihat kamu bergaul dengan dia,sampai kapanpun mami tidak akan setuju kamu memiliki hubungan dengan laki-laki manapun selain nak Morgan"


"Oh jadi sekarang mami sangat mendukung hubungan Sheva dan Morgan? kenapa mi? padahal dulu waktu dia memutuskan petunangan mami terlihat begitu benci dengannya"


"Karena mami merasa bahwa nak Morgan melakukannya sebab terpaksa,dia tidak mau membuat kamu merasa tertekan dengan hubungan ini"


"Sudah lah mi,papi sendiri sudah setuju jika pernikahan Sheva dan Morgan batal" tutur tuan RObert mencoba meredakan emosi istrinya


"Papi jangan ikut campur,begini jadinya jika kita terlalu memberikan kebebasan terhadap Sheva. Dia sekarang jadi berani melawan orang tua termasuk mbak Laras"


"Maksud mami apa?"ucap Sheva tak paham


"Tempo lalu kamu mengusir tante Laras kan?"


"Sheva melakukan itu karena tante Laras dan Gina sudah keterlaluan mi,mereka tinggal di sini sejak Sheva berangkat ke Jepang. Bahkan mereka membuat rumah berantakan"


"Mau mereka tinggal disini ataupun memberantakkannya itu hal yang wajar,dia kakak mami dan dia berhak untuk itu. Tapi kamu tidak seharusnya mengatai mereka benalu atapun ucapan-ucapan kotor yang keluar dari mulut kamu itu,mami atau papi tidak pernah mengajarkan kamu untuk berkata seperti itu"


"Mami kenapa sih jadi lebih belain tante Laras ketimbang Sheva yang anak sendiri?"


'Mami malu sama kelakuan kamu,mami tidak habis pikir bahwa ini hasil didikan yang selama ini papi dan mami berikan? iya benar begitu Sheva? kamu tidak hanya membuat mami dan papi malu di hadapan tante Laras tapi juga di keluarga besar mami"


"Terserah mami mau berkata apa,Sheva melakukannya atas dasar benar. Mami pasti akan melakukan hal yang sama ketika berada di posisi Sheva"


"Cukup Sheva,besok kamu harus ke rumah tante Laras dan meminta maaf padanya"


"Nggak,Sheva nggak salah jadi Sheva tidak akan melakukan itu"


"Sheva...."


Sheva meninggalkan kedua orang tuanya dan naik menuju lantai dua,ia merasa apa yang di katakan maminya barusan terlalu berlebihan. Ia jengkel dan melemparkan barang-barangnya ke dinding,tuan Robert melirik ke arah paper bag yang di bawa oleh putrinya tadi. Ia melihat beberapa bingkisan oleh-oleh yang di bawa oleh Sheva dari Surabaya. Ia meminta kepada asisten rumah tangga untuk menyimpan semua itu,kemudian ia naik ke atas menuju kamar putrinya.


...Farhan...

__ADS_1



__ADS_2