
Setelah agak tenang,Hana meminta Sheva supaya lebih berfikir panjang jika ingin rencana balas dendamnya tercapai.Tak hanya itu Hana rela membantunya jika suatu saat di butuhkan,akhirnya mereka menyusun sebuah rencana baru dan bermain dengan cantik.
Sheva mengirimkan sebuah karangan bunga sebagai ucapan selamat,namun hal itu justru membuat Anggun emosi dan mengira bahwa Sheva belum bisa move on. Sepulang dari kantor Sheva berpapasan dengan kedua orang tuanya yang baru saja pulang dari acara pertunangan Anggun dan Marcell
"Mami sama papi dari mana?"
"Dari pertunangan Marcell dan anak pemilik kampus kamu"
Jawab tuan Robert
"Loh kamu tidak diundang oleh mereka?" tanya nyonya Lista
"Oh,Sheva di undang kok mi cuma lagi sibuk aja di kantor jadi nggak bisa datang. Tapi Sheva udah kirim karangan bunga sebagai ucapan selamat kepada mereka"
"Oh ya sudah,sekarang kita masuk" ajak tuan Robert
Keesokan paginya setelah menjemput Hana,Sheva berniat mampir ke kampus untuk mengurus beberapa hal termasuk untuk bernegosiasi dengan orang tua Anggun. Marcell yang baru datang melihat Sheva yang turun dari mobil mewahnya,laki-laki itu langsung menghampirinya
"Sheva,Hana kalian ada apa kemari?"
"Oh pak Marcell,saya mengantarkan atasan saya untuk bertemu pihak management kampus" jawab Hana
"Untuk apa?"
"Untuk merundingkan niat saya membeli saham calon mertua anda" ucap Sheva mantab
"Maksud kamu?"
"Maaf pak Marcell,atasan saya sibuk" cela Hana sambil mempersilahkan Sheva berjalan
"Sheva tungguu...."
"Ada apa lagi?"
"Kamu tidak bermaksud untuk mengambil alih kampus ini kan?"
ucap Marcell dengan wajah khawatir
"Memangnya kenapa?"
"Aku harap kamu tidak berminat dengan hal seperti itu,hanya untuk membalas dendam terhadap saya"
"Balas dendam? untuk apa? lagian kita beda level Mr.Marcell"
"Maksud kamu?"
__ADS_1
"Ya,anda sudah cocok untuk menjadi menantu pemilik kampus ini dan jangan berharap yang lebih lagi. Lagi pula cocok kok sama bu Anggun yang cantik itu"
"Sheva,saya benar-benar tidak paham perkataan kamu"
"Intinya jangan pernah mengganggu hidup saya lagi" ucap Sheva yang melangkah pergi
Dari kejauhan Morgan dan Alta melihat itu semua,mereka bahkan tidak menyangka jika Sheva dan Mr.Marcell akan menjadi seperti ini. Terlihat lagi tatapan Sheva yang begitu membenci Mr.Marcell membuat Morgan semakin yakin bahwa sekarang tidak akan ada lagi kesempatan kedua untuk hubungan yang membuat pertunangan mereka gagal.
Setelah selesai menemui management kampus,Sheva hendak pergi. Tiba-tiba Morgan dan gerombolannya menghampirinya
"Sheva,tumben pagi-pagi ke kampus ada apa?" tanya Steven
"Oh itu Hana mau menyelesaikan beberapa hal" jawab Sheva sambil menatap Hana
"Oh i iya kak,tadi aku membereskan kekurangan biaya kuliah kemarin"
"Mumpung ketemu disini,bagaimana kalau kita hangout bareng?"
"Aduh kak,maaf banget ya aku harus segera ke kantor karena hari ini ada meeting" jawab Sheva
"Bagaimana kalau pulang kantor?"
"Setuju" jawab Ferly
"Kalian gimana Mor,Al?" tanya Steven
"Jadi gimana Han? Va?"
"Kalau aku sih bisa kak" jawab Hana
"Kamu gimana Sheva?" tanya Steven lagi
"Okey,kalian atur aja tempatnya nanti setelah pulang kantor aku sama Hana nyusul deh"
"Kayaknya aku nggak bisa deh" ucap Morgan
"Loh kenapa Mor? katanya tadi bisa"
"Aku lupa kalau harus ngerjain tugas dari Mrs.Dina kemarin"
"Yah,sekali-kali napa sih Mor. Cuma Mrs.Dina mah dia gak akan marah sama kamu kalau cuma sekali nggak ngerjain tugasnya"
"Iya nih Morgan nggak seru deh" imbuh Ferly
"Kalau memang nggak bisa nggak apa kok,mungkin lain kali aja" tutur Sheva
__ADS_1
"Yah Va,keburu kita ujian"
"Ya udah deh,tapi aku nggak janji bisa ikut ya"
"Usahain lah" paksa Ferly
"Ya udah lihat aja nanti"
"Okey kalau begitu aku cabut dulu ya kak,semangat kuliahnya" ucap Sheva sambil melangkah pergi
Di parkiran Sheva meminta Hana untuk menggantikannya mengemudi,di perjalanan Sheva terdiam seperti memikirkan sesuatu
"Va,kamu kenapa diem aja?" tanya Hana yang bingung
"Nggak kok"
"Iya,sejak keluar kampus tadi kamu diem aja"
"Kamu ngerasa nggak sih Han kalau Morgan mencoba menghindari aku?"
"Iya juga sih,tumben dia nolak buat hang out. Padahal kemarin kan dia antusias banget"
"Apa ini karena dia sudah ungkapin perasaannya ke aku ya?"
"Bisa jadi juga sih,tapi semenjak hari itu kamu sama kak Morgan pernah ngobrol atau kontekan nggak?"
"Ngobrol sih enggak,tapi paginya dia kirim chat tapi nggak aku jawab"
"Dih sok jual mahal bener kamu"
"Nggak gitu Han,kamu tahu sendiri kan apa yang sedang aku alami sekarang. Dan penyebab pertunangan aku dan kak Morgan batal juga karena ulahku sendiri"
"Kalau aku jadi kamu sih pasti akan lakukan hal yang sama,tetapi kalau sampai campakin kak Morgan begini kayaknya kamu yang salah deh Va"
"Salah gimana?"
"Secara ya dia itu korban dan mendapatkan predikat jelek saat bilang ke ortu kamu tentang pembatalan perjodohan kalian,sekarang dia ngungkapin perasaannya ke kamu malah semakin merasa bersalah karena seolah-olah memaksa kamu untuk menerima dia"
"Terus aku harus gimana Han? dia sendiri aja nggak bisa bersikap biasa aja setelah mengungkapkan perasaannya"
"Kak Morgan begitu juga karena dia merasa salah telah mengungkapkan perasaannya,padahal hal seperti itu adalah wajar. Aku pikir dia laki-laki gantel loh mau terus terang soal perasaannya,kalau memang kamu nggak bisa jawab perasaannya sekarang setidaknya kamu minta waktu ke dia buat mutusin jawabannya"
"Tapi menurut kamu dia itu orang yang seperti apa sih?"
"Kalau menurut aku dia itu tipe cowok yang nggak suka menyek-menyek ya,terlalu berlarut-larut menjalani suatu hal yang nggak ada titik temunya. Aku mendukung sih dia berani ungkapin perasannya di saat dia tahu kalau jawaban YA dari kamu itu akan tipis banget,tipe orang yang optimis juga"
__ADS_1
"Okey,aku akan kasih dia jawaban saat hang out nanti. Aku harap dia nggak akan kecewa dengan apapun keputusanku nanti" ucap Sheva mantab
Mereka berdua ternyata sudah memasuki parkiran kantor dan segera turun,tuan Robert sedari tadi sudah mencari putrinya yang tidak ada di kantornya.