
Sore hari Hana datang ke rumah Sheva membawakan barang-barang dan juga mobil milik sahabatnya itu,kedatangannya di sambut oleh kedua orang tua Sheva yang berada di ruang keluarga. Hana di minta langsung menuju kamar Sheva,sesampainya di sana Hana melihat Sheva yang baru bangun tidur.
"Hay" sapa Hana kepada sahabatnya tersebut
"Thanks Han"
"Sama-sama,gimana keadaan kamu?"
"Udah membaik kok"
"Syukurlah,aku khawatir sama kamu"
"Makasih ya udah bawa aku ke klinik tadi"
"Sebenarnya ada cowok karyawan kantor yang menggendong kamu menuju klinik"
"Hahh siapa?" tanya Sheva yang terkejut
"Namanya Damar,katanya sih bagian arsitek lapangan"
"Oh iya,aku ingat pernah ketemu dia sekali di lobby"
"Dia baik banget tahu,apalagi ganteng"
"Kamu ini semua cowok di bilang ganteng"
"Seriusan,oh ya Va aku langsung ya soalnya nyokap pasti di rumah sendiri"
"Kamu biar di antar sopir papi aja"
"Nggak gak usah,aku naik taksi aja kok"
"Kamu seriusan nggak mau di anterin"
"Iya,ya udah aku cabut dulu ya. Kamu cepat sehat,besok mending nggak usah ngantor dulu"
"Ya enggaklah Han,aku tetap harus ke kantor kali. Orang cuma pusing doang kok"
__ADS_1
"Ya udah,bye"
"Bye Han"
Hana keluar dari kamar Sheva dan berpamitan kepada kedua orang tua sahabatnya itu,setelah itu ia segera pulang menuju rumahnya.
Sheva mengambil tas yang berada di sebelahnya dan mencari ponselnya,di sana terdapat beberapa pesan dari Morgan yang salah satunya bertuliskan seperti berikut
"Hay Va,aku harap kamu tidak tersinggung dengan ucapan ku semalam. Mungkin itu mengejutkan bagi kamu tapi itulah perasaanku sebenarnya,tidak apa-apa jika kamu tidak mau menjawabnya. Mungkin aku memang tidak di takdir kan untuk kamu,tapi bisakah kita bertemu untuk menghilangkan ke salah pahaman dan rasa canggung ini?"
Sheva menghela nafas dan membalasnya dengan singkat
"Oke,tapi tidak sekarang ya."
Setelah membalas pesan Morgan,Sheva turun dari tempat tidur dan segera mandi. Setelah selesai ia turun ke bawah menemui orang tuanya,tuan Robert yang sedang menonton acara olahraga di depan televisi merasa senang dengan kehadiran putrinya
"Duduk sini Va,temani papi nonton tv"
"Iya pi"
"Gimana keadaan kamu sayang?"
"Sudah enakan pi"
"Besok kamu nggak usah ke kantor dulu ya?"
"Enggak,Sheva harus berangkat pi,. Masak cuma gini doang harus cuti sih"
"Tapi lihat kondisi kamu juga dong sayang,papi nggak mau kamu terlalu keras bekerja dan tidak memperhatikan kesehatan"
"Sheva baik-baik aja kok pi"
"Ya sudah,kamu ini memang keras kepala sekali. Tapi kalau sampai terjadi lagi papi akan stop kamu datang ke kantor"
"Yah papi nggak asyik"
"Itu juga kan demi kebaikan kamu Sheva" sahut nyonya Lista yang menghampiri mereka dengan membawa nampan berisi jus dan camilan lainnya.
__ADS_1
Keesokan paginya saat akan berangkat ke kantor,tuan Robert meminta agar Sheva berangkat bersama dirinya. Ia tidak memperbolehkan Sheva mengemudi sendiri karena masih terlalu khawatir dengan keadaannya. Akhirnya Sheva menyetujui hal itu dari pada harus di larang berangkat ke kantor,tetapi ia meminta kepada sopir papinya untuk menjemput Hana juga.
Hana yang bersiap berangkat terkejut karena hari ini ia harus satu mobil dengan tuan Robert yang merupakan pemilik tempat perusahaannya bekerja,di dalam mobil ia hanya diam sambil memainkan ponselnya.
"Han,jadwalku hari ini apa ya?"
"Seharusnya hari ini kita kunjungan ke proyek di Tangerang tetapi melihat kondisi kamu aku menjadwalkan ulang beberapa hari ke depan saja"
"Loh kenapa begitu Han?"
"Apa yang Hana lakukan itu benar Va,dia cuma ingin kamu tidak terlalu banyak aktivitas di luar kantor mengingat kondisi kamu yang seperti ini" jawab tuan Robert
"Aku baik-baik saja pi"
"Sheva,kamu lupa ucapan papi tadi?"
"Iya pi maaf,okeh Sheva hari ini akan bekerja di kantor saja. Tapi papi janji tidak melarang Sheva besok"
"Kita lihat saja nanti"
"Ihhh papi mah gitu" ucap Sheva sambil cemberut
Setelah sampai di kantor mereka semua turun,para karyawan yang melintas di depan mereka selalu memberikan hormat dan salam. Begitu juga Gina,hanya saja dia menatap Sheva dengan tatapan aneh.
Di dalam ruangan Sheva hanya dapat duduk dan mondar mandir,seharian ini dia sengaja tidak di berikan pekerjaan apapun oleh Hana atas perintah tuan Robert.
"Han,ini seriusan nggak ada yang bisa kita kerjain?"
"Nggak ada Va"
"Aku bosan tahu begini terus"
"Lalu kamu mau apa?"
"Ke kantin aja yuk,bosen di dalam ruangan ini mulu. Kek di penjara tau"
"Ya udah ayok"
__ADS_1