
Sheva berniat menghidupkan ponselnya kembali mana kala hatinya sudah merasa sedikit tenang,begitu banyak pesan dari Morgan,Hana dan kedua orang tuanya yang bertanya soal kondisinya sekarang. Hanya pesan dari orang tuanya saja yang Sheva balas sekarang,ia sama sekali tidak ingin berbicara apapun oleh Morgan terlebih mengingat apa yang telah terjadi kemarin.
Tak berselang lama sebuah telefon mendarat di layar ponselnya,nomer yang pernah ia kenal
"Halo...."
"Hay Va...."
"Ada apa?"
"Lama kita tidak mengobrol,kamu apa kabar?"
"Aku baik,seperti yang sudah aku jelaskan padamu"
"Oh ya,kamu sedang sibuk apa sekarang?"
"Nothing,hanya mengurus bisnis papi saja"
"Sama,saya pun begitu. Saya harap kita dapat bertemu kembali"
"Untuk apa?"
"Apa kamu tidak merasa ingin bertemu dengan saya lagi?"
"Aku fikir itu ide yang menarik"
'Sungguh?"
"Ya tentu"
"Minggu depan saya ada beberapa pekerjaan di negara kamu,mungkin nanti kita bisa bertemu"
"Okay"
"Va,cara bicaramu kepada saya sekarang begitu formal. Apakah kita tidak bisa sedekat dulu lagi?"
"Kau tahu,kita sekarang sudah berbeda. Aku memiliki kehidupan lain jauh setelah kita selesai"
"I Know,but i miss you"
"Sorry Ryota,sebaiknya kamu simpan kata-katamu itu"
"Are you okey?"
"Yes,im okay"
"kamu sama sekali terdengar bahwa kamu sedang tidak baik-baik saja"
"Hey come on,kita baru ngobrol dan belum saling tatap jadi bagaimana kamu tahu kalau aku okey atau tidak"
"Va,saya mengenal kamu lebih dari orang lain. Dari cara kamu bicara dan lainnya"
"Aku stop,aku baik-baik saja"
"Baiklah kalau begitu,saya harap kamu akan selalu menjaga kesehatan"
__ADS_1
"thanks,oh ya sudah dulu. Aku ada beberapa pekerjaan disini"
"Baiklah,see you next week" ucap Ryota sebelum menutup telefonnya
Sheva nampak tersenyum setelah mengakhiri percakapannya,kesedihannya sedikit berkurang setelah berbicara dengan orang yang pernah hadir di masa lalunya.
Selama tiga hari ini Sheva pergi meninggalkan rumah,Morgan sendiri masih terus berusaha mencari tahu dimana istrinya berada.
Hari ini Kiara dan mamanya datang ke kediaman keluarga William,nyonya William menyambut kedatangan mereka dengan senang.
"Hallo jeng Isma...."
"hallo lama kita tidak berjumpa jeng Willi" balas mama Kiara
'Hallo tante..."
"Hey Kiara,kamu semakin cantik saja"
"Tante bisa saja...."
"Ayo masuk"
Semua sudah berada di ruang tamu,tinggal menunggu Sheva dan juga Morgan yang masih belum datang
"Morgan kemana tan?" tanya Kiara
"Morgan belum datang,mungkin sebentar lagi"
Tak berselang lama Morgan muncul di balik pintu
"Hay Morgan..." sapa Kiara
Morgan hanya tersenyum kepada Kiara dan mamanya
"Ma,papa dimana?"
"Ada di ruang kerjanya,kamu sendirian saja?"
"Iya ma"
"Sheva mana?"
'Sheva masih di kantor ma,dia ada meeting setelah makan siang jadi tidak bisa ikut makan sama kita"
"Oh ya sudah kalau begitu,kamu panggil papa ya kita mulai saja makan siangnya"
"Iya ma"
Mereka berlima makan siang bersama di kediaman William,setelah selesai makan Morgan meninggalkan meja makan dan duduk di bangku tepi kolam renang. Ia terus memandangi foto Sheva yang ada di ponselnya,tiba-tiba Kiara datang menghampirinya
'Boleh aku duduk di sini"
Morgan hanya mengangguk saja
"Kamu masih berantem sama istri kamu itu?"
__ADS_1
"Bukan urusan kamu" jawab Morgan ketus
"Morgan,aku tahu mungkin aku salah. Dulu memang kamu melakukannya dalam keadaan mabuk,jadi aku tidak bisa menyalahkan siapapun jika kamu tidak mengingatnya"
"Cukup,jangan bahas itu lagi"
"Kamu sabar menghadapi istri yang tidak bisa menerima masa lalu suaminya,bagaimana pun setiap orang akan memiliki yang namanya masa lalu" ucap Kiara yang Kiara yang kemudian pergi.
Tuan William yang melihat putranya sendirian mencoba menghampirinya dan bertanya ada apakah
"Morgan...."
"Papa...."
"Kamu ada masalah?"
"Tidak ada kok pa"
"Yakin?"
"Iya pa"
"Kamu sama Sheva baik-baik saja?"
"Iya pa,kami baik-baik saja kok"
"Kalian sudah lama tidak kemari,ajaklah Sheva menginap disini"
"Akhir-akhir ini pekerjaannya di kantor membuat dia sibuk pa,mungkin kain waktu jika Sheva sudah agak luang"
"Jadi kapan kamu dan Sheva akan membira kami cucu"
"Pa,Morgan sudah bilang kalau Sheva sedang sibuk-sibuknya. Kalaupun nanti dia hamil pasti dia sangat jarang bisa istirahat"
"Tapi mau sampai kapan? lagi pula pekerjaan dia bisa di handel dari rumah kan"
"Iya pa,nanti coba Morgan bicarakan dengan Sheva ya"
"Iya....."
"Morgann...." panggil nyonya William
"Iya ma..."
"Kamu mau pulang sekarang??"
"Memangnya kenapa ma?"
"Kamu sekalian antar tante Isma ke stasiun,sekalian antarkan Kiara pulang"
"Tapi ma...."
"Dari pada naik taksi online,kasian kan Kiara harus bolak balik memesannya"
Morgan hanya bisa pasrah ketika mamanya bersikeras meminta ia mengantarkan Kiara dan mamanya,namun hal itu tetap harus ia lakukan demi menjaga nama baik mamanya di depan temannya itu.
__ADS_1