Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 73


__ADS_3

Menggunakan adat sunda membuat penampilan Sheva menjadi lebih anggun,ia benar-benar pilihan yang cantik dari nyonya Lista dan nyonya William. Sembari menunggu waktu akad yang tinggal sepuluh menit lagi,Sheva di bawa Hana dan Rania menuju ballroom hotel. Semua para tamu undangan sudah hadir,begitu pula Morgan yang duduk di meja akad. Semua tamu berdiri begitu Sheva memasuki pintu kedua orang tua Morgan dan keluarga Robert tersenyum melihat putrinya yang begitu cantik berjalan anggun menuju pelaminan.


Akad pun di mulai begitu Sheva duduk,dengan mengucap bismillah Morgan mengucapkan dengan lantang bukti keseriusannya itu. Semua berteriak SAH dan tersenyum bahagia,Hana dan Rania datang membawakan cincin pernikahan yang kemudian di sematkan di tangan masing-masing mempelai.


Sheva mencium tangan Morgan dan tak lupa Morgan memberikan kecupan kepada sang istri,setelah acara akad selesai semua langsung menyerbu untuk berfoto. Hingga hampir satu jam lamanya setelah itu Sheva di bawa kembali ke kamar untuk berganti gaun pesta begitu juga Morgan.


Di dalam kamar dengan di bantu para MUA dan pelayan lainnya Sheva dan Morgan menyiapkan diri,tatapan Morgan tidak pernah teralihkan kepada perempuan di hadapannya yang sekarang sudah menjadi istrinya itu.


"Sayang...." ucap Morgan yang seketika membuat Sheva terbengong


"Kamu manggil aku apa tadi?" tanya Sheva


"Sayang... memang kenapa?"


"Please biasa saja bisa tidak?"


"Kamu masih malu ya?"


"Morgan...."


"Okay-okay"


Setelah selesai mereka bersiap menuju balroom,dengan gaun putih yang begitu membuat Sheva bak seorang putri kerjaan ia memasuki ruangan dengan Morgan di sampingnya. Semua tersenyum melihatnya,beberapa keluarga menghampiri mereka untuk berfoto bersama.


Setelah selesai sesi foto mereka berdua menghampiri para tamu dan saling menyapa mengucapkan selamat kepada para mempelai,beberapa klien keluarga Robert maupun William memberikan hadiah yang menakjubkan.

__ADS_1


Tak main-main karena souvenir dari pernikahan mereka berupa logam mulia seberat 5 gram,serta beberapa pernak pernik lainnya dan dorprice berupa liburan ke Jepang selama dua hari.


Pesta berlangsung dengan meriah dengan menghadirkan beberapa artis ibu kota sebagai pengisi acara,hingga siang pun tiba suasana masih ramai dan meriah. Tiba saatnya kedua mempelai melakukan dansa meski awalnya Sheva menolak hingga akhirnya ia setuju atas bujukan orang tua dan mertuanya.


Di tengah alunan musik yang lembut dan lampu yang meredup menambah kesan romantis,Sheva dan Morgan menari di tengah para tamu yang menyaksikan ikatan cinta mereka.


Tak terasa waktu pun sudah memasuki pukul 15.00 acara pun berakhir setelah pengundian dorprice,para tamu kembali ke rumah masing-masing sementara Sheva dan Morgan berganti baju di kamar,begitu sampai di sana Sheva terkejut karena mami dan mama mertuanya sudah ada di sana


"Mami,mama ngapain?"


"Kita sudah siapkan barang-barang kamu"


"Untuk apa?"


"Setelah ini kalian akan langsung berangkat bulan madu sayang"


"Sheva,kami sudah siapkan semuanya buat kalian. Jadi sekarang kamu ganti baju dan turun ke loby" ucap nyonya Lista yang membawa koper Sheva sambil keluar dari kamar


Sheva benar-benar tidak menyangka jika kedua orang tuanya merencanakan ini semua tanpa merundingkan dulu dengannya,sebuah baju sudah tersedia di atas tempat tidur dengan mendengus kesal Sheva pun berganti baju di bantu oleh tim MUA.


Setelah selesai ia masih duduk di tepi tempat tidur sambil berharap ini semua hanya mimpi,ia tidak mau secepat ini bulan madu dengan Morgan. Ia masih canggung membayangkan malam pertama mereka yang mungkin membuat Sheva sendiri merasa trauma. Tiba-tiba Hana dan Rania masuk dan heran melihat sahabatnya yang hanya diam di kamar


"Astaga Va,semua sudah menunggu kamu di bawah kamu malah diam di sini" ucap Hana


"Han,bantu aku buat kabur dari sini"

__ADS_1


"Kabur dari malam pertama kamu? ayolah Va semua pasangan menantikan hal itu tapi kamu malam mau kabur" celoteh Hana panjang lebar


"Aku tidak mau honeymoon...." rengek Sheva


Hana dan Rania sepakat menarik dan membawa Sheva turun,dengan sekuat tenaga mereka berhasil membawa wanita yang sangat keras kepala itu turun ke loby.


"Sayang,kenapa lama sekali?" tanya nyonya Lista


"Mi,kita tunda aja ya"


"Sayang sudah,sekarang kamu berangkat"


Morgan berpamitan kepada kedua orang tuanya dan mertuanya,Sheva hanya bisa pasrah saat papinya memberikan kode bahwa Sheva harus menurut. Akhirnya Sheva ikut berpamitan sebelum akhirnya Morgan membawanya masuk ke dalam mobil.


Dari dalam mobil Sheva menampakan wajah sedihnya sambil menatap tuan Robert,berharap papinya bisa mencegahnya pergi.Namun bukan itu yang terjadi malah ia mengucapkan kata-kata yang membuat Sheva makin badmood


"Hati-hati ya kalian,jangan buru-buru pulang nikmati masa honeymoon. Papi berharap sepulang dari sana kami segera mendapatkan cucu" ucap tuan Robert


Semua tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah mobil yang mulai berjalan,Sheva hanya bisa diam dan pasrah mana kala kaca jendela yang mulai di tutup oleh sopir. Mereka akan honeymoon ke Bali setelah itu meluncur ke Swiss,rencananya Morgan akan berlibur agak lama di sana sebelum akhirnya harus kembali ke Indonesia dan meneruskan bisnis keluarga.


Di dalam mobil Morgan mencoba mengajak Sheva berbicara


"Kamu kalau capek tidur aja dulu,nanti sampai bandara aku bangungin"


Tanpa pikir panjang Sheva langsung memejamkan mata tanpa menjawab perkataan Morgan,laki-laki di sampingnya itu hanya tersenyum melihat istrinya yang begitu menggemaskan.

__ADS_1



__ADS_2