
"Halo Robert,apa kabar" jawab tuan William
"Kabarku baik Wil"
"Syukurlah,ada apa tumben telfon?"
"Saya cuma mau tanya,apa Morgan sedang dengan kamu?"
"Tidak,Morgan tidak ada disini. Memangnya Sheva tidak bersama Morgan?"
"Masalahnya sekarang Sheva sedang di rumah sakit,sementara Morgan tidak bisa saya hubungi"
"Apa? Sheva di rumah sakit? ada apa dengan Sheva Rob?"
"Penyakitnya kambuh,dia pingsan di kantor tadi"
'Astaga,sekarang kalian di rumah sakit mana?"
"Citra Medika"
'Okay Rob,saya akan segera kesana"
Tuan William segera menutup telfonnya dan berlari menuju kamar,ia menghampiri istrinya yang baru selesai membereskan alat make up nya.
"Ma,kita ke rumah sakit sekarang"
"Ada apa Pa? siapa yang sakit?"
'Sheva di rumah sakit ma,dan Morgan tidak bisa di hubungi"
'Astaga,anak itu benar-benar. Ya sudah pa,mama siap-siap sebentar"
Setelah selesai tuan dan nyonya William segera berangkat ke rumah sakit,sesampainya di sana ia segera pergi menuju ruangan Sheva di rawat. Terlihat dari luar Sheva terbaring di ranjang rumah sakit,sementara nyonya Lista duduk di sampingnya sambil terus memegangi tangan putrinya.
"Robert,bagaimana kondisi Sheva sekarang?"
"Dokter sudah memberinya obat Wil,dokter juga berkata jika hal seperti terus terulang kemungkinan nyawa Sheva akan bahaya"
"Morgan,dimana kamu. Seperti sekarang kamu justru tidak ada di samping Sheva" gumam nyonya William
"Ma,biar saya telfon dia" ucap tuan William
Tuan William keluar dari kamar perawatan dan segera menghubungi putranya,tak berselang lama Morgan menjawabnya
"Halo Pa.... ada apa?"
"Kamu dimana sekarang?"
__ADS_1
'Morgan sedang perjalan ke kantor Sheva pa"
"Untuk apa kamu kesana pada jam segini?"
'Sheva sering lembur pa,jadi Morgan takut kalau dia ketiduran di kantor seperti kemarin"
"Kamu ke rumah sakit Citra Medika sekarang,Sheva ada di sini"
'Siapa yang sakit pa?"
"Sheva pingsan Morgan,dan penyakitnya mulai memburuk"
"Apa? baik pa sekarang juga Morgan ke sana"
Morgan segera mematikan telfonnya dan buru-buru memutar arah menuju rumah sakit,sesampainya di sana ia melihat istrinya yang terbaring di ranjang.
"Sheva....."
Tuan William langsung menghampiri putranya dan melayangkan tamparan di pipi Morgan
'Prakkkk......"
"Papa... sudah pa" ucap nyonya William mencoba menghentikan
"Suami macam apa kamu? istri sendiri di biarkan sampai seperti ini? kamu tahu sekarang kondisi Sheva tidak bisa di sepelakan lagi. Kalau hal seperti ini terus terulang dia bisa kehilangan nyawanya" ucap tuan William
"Sayang.... maafkan saya,maafkan saya tidak bisa menjaga kamu dengan baik" ucap Morgan sambil menangis
Malampun mulai larut,keluarga William memutuskan untuk pulang dan kembali lagi besok. Begitu pula tuan Robert dan istrinya,meski nyonya Lista sempat menolak karena ingin menemani putrinya di sana. Tetapi tuan Robert mencoba memberikan ruang kepada Morgan untuk merawat istrinya itu.
Keesokan harinya Sheva terbangun dan mendapati Morgan yang tertidur di sofa,ia menatap suaminya penuh dengan kebencian. Ia sama sekali masih belum bisa memaafkan kebohongan-kebohongan yang terus Morgan buat,ia bangun dari tempat tidurnya dan melepaskan infus yang menempel itu.
Sheva keluar dari kamar perawatan dan berjalan menuju koridor dalam keadaan masih mengenakan baju pasien,ia tak peduli lagi. Di ambilnya ponselnya dan tas yang ada di meja sebelah ranjang sebelum pergi,karena jam baru menunjukkan pukul 06.00 para petugas jaga sedang sibuk berganti shift dan memudahkan Sheva untuk kabur.
Sesampainya di tempat parkir Sheva segera memesan taksi online dan pergi meninggalkan tempat itu,ia menuju ke rumah untuk mengemasi beberapa barang-barangnya. Sesampainya di sana Mbok Mirah terkejut melihat Sheva yang datang dengan kondisi seperti itu
"Non Sheva,non dari mana saja?"
"Mbok,jangan bilang ke siapapun kalau saya sudah pulang"
"Tapi non,sejak semalam tuan bingung mencari non Sheva"
"Saya sudah bertemu dengannya,saya mohon jangan beritahu siapapun kalau saya sudah pulang"
"Baik non"
Mbok Mirah merasa kasihan kepada Sheva yang akhir-akhir ini terus bertengkar dengan suaminya,Sheva segera pergi menuju kamarnya dan mengemas semua barang-barangnya. Setelah itu ia menyempatkan diri untuk mandi sebelum meninggalkan rumah itu,setelah selesai ia membawa dua koper berisi barang-barangnya menuju lantai bawah. Sheva memasukkan koper-koper tersebut ke dalam mobil lalu pergi meninggalkan rumah yang selama ini ia tinggali bersama Morgan.
__ADS_1
Di sisi lain Morgan yang terbangun merasa bingung karena tidak mendapati istrinya di kamar perawatan,ia mencoba mencari kemanapun namun tetap saja tidak ada. Akhirnya ia meminta bantuan perawat dan security untuk membantunya,tak lupa ia menghubungi kedua orang tuanya dan juga mertuanya akan kabar hilangnya Sheva.
Tuan William dan keluarga Robert yang mendengar hal itu langsung pergi menuju rumah sakit untuk ikut mencari putri mereka,sesampainya di sana tuan William dan tuan Robert melihat Morgan yang duduk di kursi depan ruang perawatan dan menghampirinya
"Morgan,bagaimana? apa Sheva sudah ketemu?" tanya tuan William
"Belum pa"
"Lalu dimana dia?"
"Morgan juga tidak tahu pa,tadi waktu Morgan bangun Sheva sudah tidak ada di tempat tidurnya. Morgan juga sudah mencari ke seluruh rumah sakit tetapi sama sekali tidak ada"
"Kamu sudah coba lihat rekaman cctv?" tanya tuan Robert
"Belum pi, Morgan tidak ada wewenang sampai kesitu"
"kalau begitu kita cek di cctv" ucap tuan Robert pada mereka semua
Mereka semua pergi menuju ruangan cctv,tuan Robert meminta penjaga memutar rekaman kamera di lorong kamar Sheva dan mengikutinya. Setelah beberapa saat mereka tahu bahwa Sheva benar meninggalkan rumah sakit secara diam-diam dan pergi menggunakan taksi online.
Hal itu membuat semuanya merasa khawatir akan kondisi Sheva yang masih belum stabil,ponsel Sheva masih saja belum bisa di hubungi. Tuan Robert meminta pihak rumah sakit ikut membantu dalam pencarian ini,bagaimana pun mereka lalai dalam penjagaan sehingga membuat putrinya yang berusaha kabur hilang dari tempat itu.
"Biar mama coba telfon mbok Mirah,siapa tahu Sheva pulang ke rumah" ucap nyonya William
Semuanya setuju,nyonya William mengambil ponselnya dan segera menghubungi mbok Mirah
"Halo bu..." ucap mbok Mirah yang agak khawatir karena ia tahu bahwa tujuan nyonya William menelfonnya untuk bertanya perihal Sheva
"Halo mbok,Sheva apa pulang ke rumah?"
"Emb itu bu...."
'Kenapa mbok? ada apa?"
"Sebenarnya saya tidak boleh bilang ke siapapun kalau non Sheva sudah pulang,tapi sepertinya ibu terdengar cemas"
'Jadi Sheva sudah pulang mbok?"
"Iya bu,non Sheva sudah pulang"
"Alhamdulillah,sekarang Sheva dimana?"
"Ada di kamar bu"
"Ya sudah mbok terima kasih"
Nyonya William mengakhiri panggilannya dan segera memberitahu bahwa Sheva sekarang ada di rumah,mereka semua segera pergi ke sana untuk mencari tahu apa maksud Sheva melakukan ini semua.
__ADS_1