Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 13


__ADS_3

"Maaf nunggu lama ya kak?" ucap Sheva dengan nada bersalah


"Enggak kok baru sejam"


"Maaf ya kak,tadi aku harus ke rumah om William dulu"


"tadinya saya fikir kamu ada tepat di belakang ,tapi tiba-tiba ngilang gitu aja"


"Iya maka dari itu maaf"


"Ya sudah,kamu mau makan apa?"


"Emb yang enak apa?"


"Kita coba menu barunya?"


"Boleh"


Marcell memanggil pelayan dan memesan makanan,sementara itu Sheva melepas cardigan nya dan kalung dari Morgan terlihat terjuntai lepas dari leher Sheva.


"Va tunggu"


"Kenapa kak?"


"Ini kalung kamu jatuh"


"Oh makasih kak"


"M????" ucap Marcell sambil tersenyum


"Eh itu...."


"Maaf ya Va saya gak sempat kepikiran buat belikan kamu kayak gini,jadinya kamu beli sendiri deh"


"Emb iya gak apa-apa kok"


"Tapi ini bagus kok"


Tiba-tiba pelayan datang dan meletakkan makanan di meja mereka,Marcell langsung memasukkan kalung Sheva ke dalam kantong jasnya supaya tidak hilang dan akan mengembalikannya nanti setelah makan.


"Ayo di makan Va"


"Iya kak"


"sudah lama banget ya kita gak lunch gini"


"Iya,terakhir waktu kak Cello bilang kalau akan mengejar pendidikan setinggi mungkin kemudian setelah itu menghilang bagai di telan bumi"

__ADS_1


"Waktu itu aku benar-benar bingung Va,kamu tidak mau mengerti posisi saya sementara itu pihak kampus terus mendesak agar saya segera berangkat"


"Udahlah kak jangan di ungkit lagi,kalau ingat hal itu rasanya Sheva gak mau ketemu sama kakak lagi"


"Tapi buktinya sekarang kita disini,itu tandanya kamu sayang dan cinta sama saya"


"Apaan sih kak,udah makan dulu"


Setelah selesai makan Sheva dan Marcell lanjut pergi ke sebuah bioskop untuk menonton film,genre film mereka romantis dan terdapat banyak adegan ciuman. Hal tersebut membuat situasi semakin mendukung apalagi sebelah-sebelah tempat mereka duduk saling berciuman. Marcell menggenggam tangan Sheva dan menatap wajahnya,mereka sama-sama hanyut dalam suasana dan terjadilah hal itu.


Setelah selesai menonton film mereka kembali ke apartemen Marcell,tak sampai di situ saja mereka berlanjut di sana. Marcell dan Sheva terbawa suasana film,di dalam apartemen yang cukup luas itu Sheva duduk di sofa sembari menikmati wine di tangannya. Alunan musik membuatnya semakin mabuk,Marcell mendekatinya dan mengusap lembut pipi Sheva.


"Sheva,saya selalu ingin melakukan hal-hal seperti ini bersama kamu. Tetapi saat itu saya belum begitu memiliki keberanian untuk melakukannya"


"Maksud kak Cello?"


"Malam ini akan menjadi malam yang sangat berarti untuk kita" ucap Marcell sambil mengecup bibir mungil Sheva


Tiba-tiba suara dering ponsel Sheva membuatnya terhenti


"Shitt...."


"Sabar kak," ucap Sheva sambil melihat ponselnya


"Siapa?"


"Papi.... aku harus angkat"


"Hallo Pi...."


"Kamu dimana?"


"Sheva di rumah....."


"Rumah siapa? kata Morgan kamu sudah pulang dari tadi"


"Emb di rumah Rania pi"


"Kamu tidak usah bohong,papi sudah telfon papanya Rania. kata mereka kamu tidak ada di sana,dan Rania bilang terakhir kali melihat kamu di rumah Morgan"


"emb, Shevaa....."


"Sudah tidak ada alasan,kamu pulang sekarang"


"Iiyaaa Pi.,...."


Sheva menutup telfonnya dan segera membereskan barang-barangnya

__ADS_1


"Kenapa?"


"Papi nyuruh aku pulang"


"Terus saya gimana?"


"Kak Cello tahu kan,papi kalau marah bagaimana?"


"Iya sudah kamu pulang sana"


Sheva segera pergi menuju parkiran apartemen di sana Morgan melihat bahwa Sheva benar-benar berada di tempat Marcell. Sekali lagi dia harus melihat hal seperti ini dan membuatnya semakin yakin untuk mundur dari perjodohan ini.


Sesampainya di rumah orang tua Sheva sudah menunggunya di ruang tamu dengan wajah khawatir bercampur marah


"Sheva,kamu dari mana sih?"


"Hang out mi"


"Sama siapa?"


"Embhhh kamu dari club?" bentak tuan Robert


"Enggak kok Pi"


"Mami coba kamu cium dia"


"Va kok kamu bau minuman?"


"Sheva nggak minum mi"


"Lalu ini apa,kamu bau seperti ini. Sekarang sudah berani bohong? berani main ke tempat gak bener"


"Pi Sheva beneran gak ke club"


"Terus ini apa?"


"Kapan sih papi ngasih Sheva kebebasan untuk bergaul? teman Sheva cuma Hana dan Rania pi,bahkan papi membatasi jam main Sheva. Sebentar lagi Sheva jadi istri orang pi dan entah masih ada atau nggak kesempatan untuk Sheva kayak gini"


"Sheva,papi cuma gak ingin kamu itu terjerumus ke hal-hal buruk. Tinggal kamu putri papi jadi mau gak mau papi harus jaga kamu"


"Setelah Sheva menikah nanti papi gantian mau mengatur siapa lagi? capek tahu gak pi? kalau Sheva bisa milih Sheva akan milih jadi anak orang biasa yang tidak harus mengikuti aturan ini itu,perjodohan konyol itu"


"Shevaa jaga ucapan kamu"


"Yang berhutang budi ke keluarga William itu papi,tapi kenapa Sheva yang harus membayar semuanya? apa Sheva ini di lahirkan hanya untuk membalas budi atas apa yang nggak Sheva lakukan"


Tuan Robert hilang kesabaran dan menampar Sheva hinga membekas merah di pipi cantiknya

__ADS_1


"Papiiii....." teriak nyonya Lista


Sheva menangis dan berlari ke kamarnya,ia tidak menyangka jika papinya yang di kira adalah orang yang paling menyayanginya justru tega melakukan hal ini kepadanya.


__ADS_2