Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 101


__ADS_3

Pagi harinya Sheva sudah bersiap untuk berangkat ke kantor,ia turun di ikuti Morgan yang sudah berada di belakangnya. Keduanya sarapan bersama sebelum berangkat ke kantor


"Pi,Sheva berangkat bareng papi saja ya?"


"Kamu nggak mau bareng Morgan saja?"


"Kan kita beda arah pi"


"Oh ya sudah kalau begitu"


Hari ini Sheva sibuk sekali dengan beberapa pekerjaannya,namun dia tak luput dengan rencananya mengumpulkan bukti-bukti tentang hubungan suaminya dengan Kiara. Ia bahkan menyewa seseorang untuk mengawasi keseharian suaminya saat tidak bersama dirinya.


Dua minggu sudah Sheva dan Morgan tinggal di rumah keluarga Robert,hari ini Sheva memutuskan untuk pulang ke rumah Morgan. Bukan berarti ia sudah memaafkan kesalahan suaminya yang terus menerus berbohong padanya,namun jika berada di rumahnya sendiri Sheva tidak bisa keluar malam tanpa Morgan bersamanya. Akhirnya hari ini setelah pulang dari kantor ia kembali ke rumahnya,Morgan nampak tiba sesaat setelah Sheva masuk ke dalam rumah. Seperti biasa mereka bertemu di dalam kamar,namun kali ini sikap Sheva kembali dingin pada suaminya itu.


"Sayang,malam ini kita makan di luar yuk" ajak Morgan


"Aku tidak bisa"


'Kenapa? memangnya kamu mau kemana?"


"Aku ada janjian dengan Hana mau ke mall"


"Berdua saja?"


"Ya"


'Kalau begitu pulangnya jangan malam-malam ya,oh ya kalau begitu saya mau ke rumah Alta saja. Sudah seminggu ini dia pulang tapi kami belum bertemu"


"Iya"


Sheva segera mandi dan bersiap untuk pergi,melihat istrinya pertama kali pergi tanpa dirinya membuat Morgan merasa seperti di duakan. Sheva segera melajukan mobilnya menuju rumah Hana,mereka berdua memang sudah janjian untuk ke cafe di daerah Thamrin. Setibanya di rumah Hana,seperti biasa ia tak lupa menyapa mama sahabatnya itu


"Malam tante"


"Malam,eh Sheva tumben kemari. Mau keluar ya?"


"Iya tan,boleh kan?"


"Boleh dong"


"Sheva,ayokk" ajak Hana


"Tante kami pergi dulu ya"


"Ma,Hana keluar dulu ya sama Sheva"


'Iya hati-hati kalian"


"Baik tante"


Sheva dan Hana segera masuk ke dalam mobil,Hana terlihat senang akhirnya mereka bisa memiliki waktu untuk bisa hang out bareng lagi


"Tumben kamu ngajak ke Thamrin,kenapa nggak ke cafe yang biasanya kita nongkrong saja Va?"


"Aku ada urusan disana"


"Urusan apa?"


"Sudah jangan bawel"


Hana terdiam begitu sahabatnya sudah memberi kode seperti itu,ia memilih memainkan ponselnya menscroll sosial medianya. Tiba-tiba ia terkejut mana kala melihat foto Rania bersama dengan seseorang yang mereka kenal


"What,Rania....." teriak Hana


"Apaan sih Han"


"Va kamu harus lihat ini"


"Ada apa? nanti aja deh aku lagi nyetir nih"


"Rania dan kak Ferly...."


"Rania dan kak Ferly?"


'Iya,ini Rania upload foto bareng kak Ferly"


'Hah,kamu seriusan?"


"Iya"


"Mana coba lihat" ucap Sheva sambil menepikan mobilnya


Nampak di layar ponsel Hana Rania berswafoto dengan Ferly,mereka duduk bersama di sebuah meja dengan lilin dan mawar di atasnya.


"Mereka jadian?" ucap Sheva tak percaya


"Mana aku tahu? kita semua hanya tahu selama ini Rania sibuk bantuin bokapnya ngurusin perusahaan papi kamu yang ada di Denpasar bukan"


"Iya,tapi kok bisa sih kak Ferly dinner sama Rania? dia nyamperin ke Denpasara dong"


"My be" ucap Hana


Masih dengan rasa penasarannya Sheva kembali melajukan mobilnya


"Coba deh kamu telfon tuh anak" ucap Sheva


"Kak Ferly?"

__ADS_1


"Rania Han... ngapain juga telfon kak Ferly"


"Okey-okey"


Hana segera menekan tombol untuk menghubungi Rania,tak berselang lama terdengar suara sahabatnya itu


"Halo Hann"


"Rania kok kamu tega sih menyembunyikan hal seperti itu dari kita"


"Hal apa sih Han"


"Kamu dinner kan sama kak Ferly"


"Tunggu-tunggu,kamu tahu dari mana?"


'Sosial media kak Ferly,dia upload foto kalian berdua sedang dinner"


"Astaga itu anak...."


"Rania,itu bener???' tanya Sheva


"Hah Va,ada kamu?"


"Iya,ini aku sama Hana lagi keluar bareng"


'Dih nggak ajak-ajak"


'Udah deh jangan mengalihkan pembicaraan,iya atau tidak?"


"Iya,sebenarnya aku mau cerita ini semua bulan depan saat aku pulang. Tapi kalian keburu tahu"


"Kamu mau pulang Ran?"


"Iya Han,rencananya sebulan sebelum lamaran aku dan keluarga akan balik ke Jakarta"


"what lamaran? kamu seriusan mau nikah sama kak Ferly?"


'Iya,kalian setuju kan"


'Aku sih setuju aja ya Ran,lagi pula kak Ferly juga baik kok"


"Makasih ya Va,kamu sendiri gimana Han setuju nggak?"


"Aku terus gimana kalau kamu sama Sheva pada nikah?"


"Makanya buruan cari pacar kek" ucap Sheva


"Bener tuh Va,kenalin kek ke teman kantor atau temen kak Morgan" imbuh Rania


"oH mentang-mentang kalian udah pada mau nikah terus gitu ya?"


Tak terasa mereka berdua telah sampai di cafe yang di tuju,Hana pun berniat untuk mengakhiri panggilannya


"Ran udah dulu ya,kita sudah sampai nih"


"Okay selamat nongkrong ya"


"Bye"


Sheva dan Hana segera masuk ke dalam dan memesan menu,setelah agak lama menunggu akhirnya orang yang ingin di temui oleh Sheva tiba.


"Sheva...."


"Hay,Leo.."


"dia siapa Va?"


"Oh dia ini teman lama aku,namanya Leo. Oh ya kenalin ini Hana dia sahabat aku"


"Hay,Leo"


"Hana"


"Jadi bagaimana Le???"


"Beres deh,ini beberapa yang sudah aku cetak. Dan soal perempuan itu aku masih menyeledikinya"


'Okay thanks"


Sheva membuka amplop coklat yang di berikan Leo padanya,di dalamnya terdapat beberapa foto-foto Morgan saat terakhir kali bertemu dengan Kiara.


"What,kamu mata-mata in suami mu Va?" ucap Hana terkejut


"Yaps,dan kamu lihat sendiri. Bahkan di belakangku mereka diam-diam jalan bareng kan" ucap Sheva yang menahan air matanya


"Oh ya Va,aku mau minta tolong sama kamu"


'Minta tolong apa?"


"Sebaiknya kamu menaruh gps pada mobil suami kamu itu,karena saya rasa akhir-akhir ini dia sering keluar kota"


"Iya aku tahu kok,tapi dia bilang itu urusan pekerjaan"


"Kita kan antisipasi saja Va,laki-laki kalau sudah begini tidak mungkin main setengah-setengah"


"Benar juga sih"

__ADS_1


"Jadi setelah semuanya terkumpul kira-kira apa yang akan kamu lakukan ke mereka?"


"Belum terpikirkan sih,mungkin aku akan buat perhitungan ke perempuan itu"


"Va,sejak kapan ini terjadi?" tanya Hana sambil melihat foto-foto itu


"Sudah lama,sejak pertama kali aku pergi dari rumah. Mereka bahkan pergi ke club berdua"


'Kamu tahu darimana?"


"Aku ada kok buktinya"


"Astaga Va,kak Morgan ternyata tidak sepolos yang aku kira"


"Oh ya Le,uang kamu sudah aku transfer ya"


"Okay thanks Va,kalau gitu aku cabut dulu"


"Kamu nggak mau pesan minum dulu?"


"Nggak deh,aku masih ada beberapa pekerjaan lainnya"


"Okey,hati-hati ya"


"Okey Va"


Hana menatap sahabatnya itu,Sheva yang berpura-pura kuat di depan Hana membuatnya hanya tersenyum meski air matanya tengah jatuh. Hana refleks memeluk sahabatnya itu,ia mencoba menguatkannya apapun kondisinya


"Va,aku yakin kamu pasti kuat menghadapi ini semua. Kamu perempuan baik dan kamu berhak bahagia tanpa harus ada kak Morgan"


"Untuk saat ini kamu jangan ceritakan hal ini ke siapapun termasuk mama kamu ya Han"


"Kenapa nggak langsung saja kamu labrak dia Va?"


"Enggak,aku nggak akan melakukannya sekarang. Ada baiknya aku mengikuti permainan mereka,hingga akhirnya nanti bukti-bukti ini akan menyeret keduanya kedalam kehancuran"


"Kalau gitu kita pulang yuk"


"Ayok"


"Tapi bair aku yang mengemudi ya"


"Iya"


Sheva duduk di bangku sebelah kiri,ia menatap keluar jendela sambil membiarkan angin dari luar masuk. Tak terasa air matanya menetes lagi,semakin hari masalah ini membuatnya semakin rapuh. Tiba-tiba ponsel Sheva berdering


"Kak Alta....???" ucap Sheva


"Siapa Va?"


"Kak Alta"


"Coba angkat"


"halo kak...."


"Halo Va,kamu lagi dimana?"


"Ada di jalan pulang nih bareng Hana,kenapa kak?"


"Saya lagi di cafe bareng Steven dan Morgan,tapi tiba-tiba ada cewek datang menghampirinya. Namanya Kiara,kamu kenal dia?"


"Kiara???"


"Iya,dia dengan dua temannya gabung sama kita. Dia keliahatan dekat sekali dengan Morgan,apa mereka sepupuan?"


"Oh iya kak,mamanya Kiara adalah teman mama Morgan. Dan mereka juga sudah lama saling kenal"


"Oh begitu,pantas saja mereka terlihat akrab. Tapi sebaiknya kamu telfon Morgan untuk segera pulang saja ya,saya takutnya perempuan itu terus menempel dengan suami kamu"


"Iya kak,kalau begitu terima kasih infonya"


'Sama-sama Va"


Sheva menutup telfonnya dan kembali menangis


"Va,kenapa?" ucap Hana sembari menepikan mobilnya


"Morgan sudah berani membawa perempuan itu bersama teman-temannya Han"


"Astaga,benar-benar ya Morgan"


"Aku harus hubungi Leo untuk mengambil bukti kebersamaan mereka"


'Untuk apa Va?"


"Ini bisa jadi bukti kuat ketika di pengadilan nanti"


"Pengadilan?"


"Aku akan mengajukan cerai darinya Han"


"Va,kamu pikir baik-baik jangan sampai keputusan ini akan membuat kamu menyesal nantinya"


Sheva tidak peduli lagi dengan apa yang Hana katakan,ia segera menekan tombol panggil ke Leo


"Halo Va"

__ADS_1


"Leo,kamu sekarang juga pergi ke posisi Morgan. Dia sedang bersama perempuan itu,kamu ambil foto sebanyak mungkin"


"Oke Va"


__ADS_2