Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 59


__ADS_3

Sebelum meninggal Mr.Namoko sempat menghubungi tuan Robert untuk meminta maaf karena telah mengecewakan putrinya,meski begitu ia tidak marah kepadanya. Namun satu hal penyesalan yang ada di dalam benak Mr.Namoko adalah ia tidak berhasil menjadikan Sheva sebagai menantu di keluarganya meski Sheva sendiri telah berhasil menjadikan Ryota putra satu-satunya menjadi seperti yang ia inginkan. Sebelum kembali ke Indonesia,Mrs.Grazia berpesan agar tidak memberitahukan hal ini kepada Sheva karena ia tidak ingin membuat Sheva merasa bersalah karena telah mengambil keputusan ini.


Mendengar putrinya yang patah hati karena perlakuan putra Mrs.Grazia,nyonya Lista dan tuan Robert sepakat menyembunyikan hal ini dari putri mereka. Dan meminta orang kantor untuk tidak memberi tahunya akan hal ini,sebagai bentuk melindungi putrinya sekaligus bentuk simpati tuan Robert kepada Sheva. Tentu saja ini hal yang menguntungkan untuk nyonya Lista,karena dengan begini ia tidak akan mendapatkan penolakan dari Sheva soal perjodohan kembali dengan keluarga William.


Hari ini tuan Robert dan istrinya kembali ke rumah,namun mereka tidak melihat Sheva disana. Sampai kepala asisten rumah tangga memberi tahukan bahwa beberapa hari ini Sheva mogok makan dan mengurung dirinya di kamar. Merasa khawatir mereka segera pergi ke kamar putrinya yang masih dalam keadaan terkunci,mereka mencoba membujuk supaya Sheva membuka hingga akhirnya Sheva menyerah.


Terlihat mata Sheva bengkak karena terus menangis,mata panda juga menghiasi wajah cantiknya. Nyonya Lista segera memeluk putrinya,Sheva kembali terisak di pelukan maminya


"Sayang,mami tahu apa yang kamu rasakan. Sekarang kamu tahu bagaimana kekhawatiran mami selama ini"


"Sheva salah tidak pernah mendengarkan mami,Sheva sekarang paham kenapa mami selalu meminta sama Sheva untuk berhenti menjalani hubungan ini"


"Sekarang jadikan semua ini pelajaran sayang,kamu harus kuat. Biarkan luka mendewasakannya" tutur tuan Robert sembari membelai lembut rambut putrinya itu


"Sheva janji akan mendengarkan mami mulai sekarang,Sheva tidak mau menentang keinginan mami yang akan membuat Sheva menjadi kecewa"


"Sekarang nasi sudah menjadi bubur sayang,kamu paham kan apa yang mami lakukan itu yang terbaik buat kamu"


Sheva tidak ingin melepaskan pelukan maminya,terlihat nyonya Lista yang menatap suaminya dengan senyuman.


"Sekarang kamu mandi,mami siapkan makan ya. Kata si mbok sudah beberapa hari ini kamu tidak makan"

__ADS_1


"Iya mi"


Nyonya Lista melihat putrinya berjalan ke kamar mandi,ia segera meninggalkan kamar putrinya dan pergi menyiapkan makanan untuknya.


Hari-hari berlalu,sudah satu minggu ini Sheva tidak pergi ke kantor. Hana yang merasa ada yang aneh dengan Sheva yang terus menerus ijin sakit membuatnya penasaran,ia memutuskan untuk datang ke rumahnya sepulang dari kantor. Namun sesampainya di sana Sheva dan kedua orang tuanya tidak berada di rumah,asisten rumah tangga mengatakan bahwa mereka pergi makan malam dengan keluarga William. Akhirnya Hana memutuskan untuk pulang dan akan kembali besok karena mungkin hari libur mereka pasti ada di rumah.


Tapi ternyata dugaan Hana salah,hari Sabtu ia kembali di kediaman keluarga Robert namun mereka mengatakan hal yang sama bahwa hari ini keluarga mereka ada acara di luar kota. Hana akhirnya memutuskan kembali hingga ia mendengar dari Rania bahwa Sheva telah lamaran dengan Morgan. Hana yang merasa sahabat dekatnya bahkan tidak tahu akan hal ini,Rania sendiri tahu dari ayahnya yang kebetulan menghadiri acara tersebut di vila keluarga Robert di puncak.


Ternyata memang benar jika Sheva melakukan acara itu tanpa ada sosok Morgan di sana,lamaran itu di lakukan secara pribadi saja dan hanya kerabat dekat yang mengetahuinya. Rencananya dua bulan lagi setelah Morgan selesai S2 ia akan kembali ke Indonesia dan segera melangsungkan pernikahan mereka.


Hari Minggu keluarga Sheva kembali ke Jakarta,kedua orang tuanya nampak senang karena apa yang mereka janjikan sekarang akan jadi kenyataan. Berbeda dengan Sheva yang melakukan itu semua dengan niat untuk membahagiakan kedua orang tuanya saja. Keesokan harinya Sheva turun ke meja makan dan mulai hari ini ia akan kembali ke kantor dan beraktivitas seperti biasa,namun tuan Robert memintanya untuk berangkat bersama karena takut putrinya akan kenapa-napa.


"Shevaa...."


"Hana"


"Pagi tuan Robert"


"Hai pagi Hana"


"Papi duluan saja ya,Sheva mau bareng Hana saja"

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu"


"Kamu dari mana saja sih Va? aku khawatir sama kamu tahu nggak? sejak kamu terbang ke Jepang lalu tidak ada kabar sampai sekarang,kamu baik-baik saja kan?"


"Aku baik-baik saja kok"


"Lalu bagaimana dengan tuan Ryota? pasti dia merasa terpukul sekali ya"


"Dia baik-baik saja,mulai sekarang jangan bahas dia lagi ya"


"Loh kenapa Va?"


"Tidak apa,aku hanya tidak ingin mendengar apapun tentangnya lagi"


"Va... are you okay?"


"Yes,I'm okay... kalau gitu kita ke atas yuk"


"Iya Va"


Hana berjalan bersama dengan Sheva menuju ruangan,namun di benaknya penuh dengan tanda tanya soal sikap Sheva yang tiba-tiba menjadi dingin seperti ini. Bahkan hari-hari di kantor ia tidak pernah menolerir apapun kesalahan karyawan,hal itu membuat beberapa karyawan semakin bertanya-tanya apakah Sheva sebegitunya merasa terpukul karena kehilangan sosok calon mertua seperti Mr.Namoko.

__ADS_1


__ADS_2