Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 46


__ADS_3

Hana tak bisa berkata-kata dengan apa yang ia lihat sekarang,baginya ini pertama kali ia masuk ke ruangan mewah setelah rumah Sheva.


"Va,ini bagus banget pasti mahal harga permalamnya"


"Nggak kok,ada yang lebih mahal lagi"


"Berapa?"


"Di angka 12 untuk precident sweetnya"


"12 juta???"


"Iya"


"Semewah apa lagi itu? ini aja udah kelewat mewah bagiku"


"Ini sih masih gak seberapa"


"Pasti mahal juga harga sewanya?" tanya Hana lagi


"Cuma sepuluh juta permalam"


"Haaa? cuma? aku sekarang berada di dalam ruangan seharga sepuluh juta?"


"Biasa aja reaksinya,meskinya kamu bersyukur bisa merasakan kamar seharga segitu karena kerja di perusahaan papi aku"


"Aku sangat sangat bersyukur Va"


Hana mengambil beberapa gambar di sudut-sudut yang bagus,dan hampir semua sudut di kamar itu bagus. Saat sahabatnya sibuk berfoto Sheva lebih memilih merendamkan tubuh ke dalam buth up supaya sedikit tenang. Ia mengambil ponselnya dan mengecek email apakah sudah ada balasan dari Gina namun ternyata masih sama.


Sheva melemparkan ponselnya ke meja di sebelah bath up,beberapa saat kemudian ponselnya berdering.


"Ginaaa??" teriak Sheva yang begitu semangat


Namun ternyata itu adalah Morgan,ia menatap nama itu lama sebelum akhirnya ia memutuskan untuk menjawabnya


"Halo"


"Halo Sheva,kamu lagi apa?" ucap Morgan dari jauh sana


"Ada apa ? tumben jam segini telfon?"


"Tadi siang aku ke rumah,kata bibi kamu lagi ke Jepang tugas kantor"


"Iya nih"


"Kamu sama siapa?"


"Sama siapa lagi kalau bukan Hana"


"Oh ya Va,tadi waktu aku ke rumah aku bertemu dengan sepupu kamu"


"Sepupu aku?"


"Iya,namanya Gina"


"Dia di rumah?"


"Iya,kayaknya lagi santai gitu deh"


"Sial,berani-beraninya dia santai sementara aku di sini tertekan bingung memikirkan dokumen"


"Maksud kamu gimana Va? aku nggak ngerti"


"Oh enggak kok,ini si Gina dari tadi sore nggak angkat telfon aku"


"Atau kamu mau aku ke rumah kamu sekarang,aku cek dia masih di sana enggak?"


"Nggak ngrepotin nih?"


"Nggak sama sekali,kebetulan aku sama Alta lagi di luar kok"


"Jadi sekarang kak Alta tahu dong kalau kita lagi telfonan?"


"Tahu"

__ADS_1


"Aduh Morgannn"


"Kenapa?"


"Aku malu aja"


"Kenapa harus malu? ya sudah kalau begitu sekarang aku ke rumah kamu ya?"


"Okey deh,makasih ya Gan"


"Sama-sama,nanti sampai sana aku telfon kamu"


"Okey"


Sheva menutup telfonnya dan sudah merasa sedikit tenang,untung saja ada Morgan yang bisa membantunya sekarang


Morgan tiba di rumah Sheva bersama Alta,melihat mobil kantor masih ada di halaman rumah itu tandanya Gina masih ada di dalam. Asisten rumah membuka pintu untuk mereka


"Den Morgan,ada apa den? kan non Sheva sama tuan tidak ada di rumah"


"Saya ada perlu sama sepupu Sheva bi,ini perintah dari Sheva langsung"


"Tapi non Gina sedang tidur den di kamar non Sheva"


"Haa? kok bisa?"


"Kami juga nggak tahu den,mereka seharian ini bikin rusuh rumah bahkan nyuruh-nyuruh kami ini dan itu"


"Bisa minta tolong di bangunkan bi? penting soalnya"


"Baik den"


"Saya tunggu di ruang tamu ya bi"


"Iya den"


Tiba-tiba ada asisten rumah tangga lainnya menghampiri mereka


"tuan-tuan mau minum apa?"


"Tapi tuan,nyonya selalu pesan setiap ada tamu kemari entah itu sebentar atau lama harus di buatkan minum"


"Ya sudah kalau begitu air putih saja mbak"


"Tuan yakin?"


"Iya"


"Baik saya permisi dulu"


Gina turun dari lantai dua dengan penampilan yang acak-acakan sepertinya ia masih belum sadar,begitu melihat Morgan ia segera membalikkan badan dan berlari kembali ke atas. Morgan terpaksa berteriak untuk mencegahnya,namun dia tak berhasil membuat Gina kembali. Akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi Sheva terlebih dahulu,Sheva yang masih berendam menyadari ponselnya berbunyi


"Morgan..." ucapnya


"Halo Va"


"Hay,gimana?"


"Iya dia masih di rumah kamu,tapi sekarang dia sedang di kamar kamu entah apa yang di lakukannya"


"Haaa? di kamar aku?"


"Ya kata asisten rumah tadi begitu,dia tidur di kamar kamu"


"Gila ya tuh anak" teriak Sheva kesal


"Jadi gimana?"


"Kamu tunggu sebentar,minta bibi buat mengaktifkan ponsel miliknya"


"Okey,tapi jangan matikan dulu ya"


"Kenapa?"


"Ada yang mau aku omongin sama kamu"

__ADS_1


"Terus aku telfon Gina gimana?"


"Oh ya hampir lupa"


Setelah menutup telfonnya Sheva segera menghubungi Gina,cukup lama untuk membuat dia menjawab telfon tersebut sebelum akhirnya ia menampakkan wajahnya di layar ponsel.


"Heh ngapain loe di kamar gue tol*l" teriak Sheva yang sudah marah sekali


"Sorry Va,aku ketiduran disini"


"Awas aja ya kalau sampai ada barang gue yang hilang"


"Santai aja,aku cuma nyoba beberapa baju dan parfum kamu kok"


"Whatt?? nggak tahu etika ya loe? seenak jidat masuk kamar orang lain"


"Ya ampun Va cuma parfum doang,nanti aku ganti deh"


"Gue gak suka barang-barang gue di sentuh orang lain apalagi sama loe yang jelas-jelas benalu gak tahu malu"


"Astaga Va sebegitunya kamu ke aku"


"Udah nggak usah banyak omong,sekarang loe turun dan berikan dokumen kontrak kerja ke Morgan"


"Dokumen? dokumen itu kan udah aku berikan ke kamu"


"Udah deh,aku tuh ingat betul kamu ngomong ke Hana kalau bakal anterin dokumen itu ke rumah. Dan kamu juga tahu kalau aku sudah terbang tanpa membawa dokumen itu"


"Iya deh iya,dokumen itu memang masih di aku. Salah siapa juga berangkat gak pakai izin dulu"


"Emang loe siapa? mak gue? Gara-gara loe semuanya hampir berantakan"


"Kamu yang tledor kenapa jadi marahan aku"


"Udah,sekarang keluar dari kamar gue dan angkat kaki dari rumah sekarang juga"


"Kamu ngusir gue Va?"


"Nggak cuma loe,tapi nyokap loe juga"


"Tega kamu Va,mami kamu pasti akan marah kalau tahu kamu seperti ini ke aku dan mama"


"Justru mami aku akan senang karena putrinya melakukan hal yang benar"


"Nih buruan kamu apain aja sana terserah" ucap Gina


"Terima kasih kalau begitu kami permisi"


Morgan dan Alta keluar dari rumah Sheva,selama perjalanan menuju cafe Alta yang mengemudi dan sementara Morgan menghubungi Sheva kembali.


"Halo Va"


"Hay,gimana Gan? dapat?"


"Dapat kok,terus mau di apain ini?"


"Kamu nanti tolong scan ya,habis itu kirim ke email yang aku kirimkan ke kamu"


"Okey"


"Maaf ya ngrepotin kamu"


"Nggak apa kok"


"Oh ya,katanya tadi ada yang mau kamu omongin sama aku,soal apa?"


"Oh kapan-kapan aja deh,sepertinya kamu lagi sibuk"


"Ya udah next time setelah aku balik ke Indonesia kita omongin deh"


"Okay"


"Bye Gan"


"Bye Va"

__ADS_1


__ADS_2