Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 95


__ADS_3

Setelah mengetahui hal ini tuan Robert segera mengklarifikasi Hana dan memintanya memberitahu dimana Sheva sekarang,ia memanggil Hana yang kala itu masih merasa santai karena berhasil memberikan alasan untuk menutupi masalah sahabatnya.


Sekretaris tuan Robert datang ke ruangannya dan meminta Hana segera menghadap pada atasannya


"Nona Hana...."


"Iya,ada yang bisa saya bantu??"


"Tuan Robert memanggil anda untuk pergi ke ruangannya sekarang"


"Baik saya akan segera kesana"


Mendadak jantung Hana seperti di sengat listrik,tidak biasanya tuan Robert memanggilnya seperti ini. Apakah ini ada kaitannya dengan masalah Sheva,gumamnya dalam hati.


Tokk... tok... tok


"Masuk"


Hana masuk dan melihat tuan Robert yang duduk di kursinya


'Tuan memanggil saya?"


"Iya,silahkan duduk"


"Ada apa ya tuan?"


"Hana,saya ingin kamu memberi tahu dimana Sheva sebenarnya"


"Bukankah tadi sudah saya sampaikan jika nona Sheva sedang berlibur dengan tuan Morgan"


"Hana,saya bertanya bukan sebagai atasan kamu tapi sebagai orang tua dari sahabat kamu"


"Om,saya benar-benar minta maaf jika saya harus berbohong soal Sheva"


"Om paham,kamu melakukan itu semua karena di suruh oleh Sheva bukan? lagi pula om juga sudah tahu kalau ada masalah antara Sheva dan Morgan"


"Om tahu dari mana?"


"Tadi Morgan kemari,dan dia sendiri bilang tentang masalah yang sedang ia hadapi dengan sahabat kamu"


"Saya harap om akan bertindak adil akan hal ini,Sheva meninggalkan rumah juga karena merasa tersakiti om"


"Ya saya tahu,Morgan sudah cerita tadi. Sekarang kamu bilang dimana Sheva"


"Di Lanuch Hotel Puncak"


"Terima kasih,kamu boleh kembali bekerja"


"Permisi tuan"


Hana kembali ke ruangannya,seluruh tubuhya mengeluarkan keringat dingin mana kala selesai di introgasi oleh tuan Robert. Sesampainya di sana ia segera menghubungi sahabatnya itu untuk memberitahukan tentang hal ini


"Halo Va"


"Ada apa Han?"

__ADS_1


"Kamu mending sekarang pulang deh"


"Kenapa? ada apa?"


"Papi kamu sudah tahu semuanya"


"Apa? kok bisa?"


"Tadi suami kamu ke kantor,dan dia cerita semuanya ke papi kamu. Bahkan barusan aku di intorgasi tentang keberadaan kamu"


'Gila ya tuh orang,dia yang salah dia juga yang ngadu"


"Udah deh,mending sekarang kamu balik sebelum semuanya makin runyam"


"Okay,thanks aku langsung cabut setelah ini"


"Okay"


Begitu menutup ponselnya Sheva segera bergegas mengemasi barang-barangnya dan pergi pulang,ia tidak ingin jika sampai maminya tahu dan menyalahkannya karena kabur-kaburan seperti ini. Bertepatan dengan nyonya William yang datang ke kediaman putranya karena merasa rindu dengan menantu tercintanya itu,sesampainya di sana kedatangan nyonya William di sambut penuh tanya oleh security yang belum pernah bertemu dengannya


"Selamat siang bu,ada yang bisa kami bantu?"


"Saya mau bertemu dengan menantu saya"


"Maaf,menantu ibu siapa ya?"


"Sheva"


'Oh nona Sheva,tapi sekarang non Sheva sedang tidak di rumah bu"


"Iya saya tahu,saya kemari untuk menyiapkan beberapa masakan buat dia dan anak saya"


Security membuka gerbang agar mobil yang di tumpangi nyonya William bisa masuk,asisten rumah tangga yang ada di rumah itu sudah mengenal baik keluarga William karena mereka di datangkan khusus dari kediamannya.


"Ibu..." ucap Mbok Mirah begitu membuka pintu dan mendapati nyonya William berada di sana


"Mbok,apa kabar?"


"Alhamdulillah saya baik bu,ibu ke sini nggak bilang-bilang"


"Iya mbok,saya mau kasih kejutan buat Sheva dan Morgan. Mereka pasti masih di kantor kan mbok?"


"Tuan masih di kantor bu,tapi kalau non Sheva....."


"Sheva kenapa mbok?"


"Masuk dulu bu,nanti saya ceritakan di dalam"


"Ada apa mbok?"


"Non Sheva pergi dari rumah bu"


"Apa? Sheva pergi dari rumah? kapan Mbok? dan kenapa?"


"Sudah lima hari ini bu,sejak tuan dan nona bertengkar non Sheva memutuskan untuk pergi"

__ADS_1


"Apa masalahnya mbok? kenapa Morgan tidak pernah cerita sama saya?"


"Saya tidak tahu persis apa masalahnya bu,tapi siang itu non Sheva pulang dan menangis. Tak berselang lama tuan Morgan datang dan mencarinya,entah apa yang tuan dan nona debatkan di kamar namun tak berselang lama juga non Sheva turun membawa koper. Tuan sudah sempat mencegahnya dan menggendong non Sheva ke kamar,tapi entah kenapa sore itu saat akan maghrib non Sheva turun lalu pergi begitu saja hingga sekarang"


"Astagfirullah,kenapa Morgan tidak pernah cerita pada saya?"


"Maafkan saya bu,saya gagal menjaga non dan tuan"


'Tidak mbok,ini bukan salah mbok Mirah. Dalam rumah tangga pertengkaran dan masalah itu hal yang lumrah,sekarang biar saya telfon Morgan"


"Baik bu,saya ke belakang dulu mau bautkan minuman untuk ibu"


"Terima kasih mbok"


Nyonya William mengambil ponselnya dan segera menghubungi putranya itu,Morgan sendiri yang tengah bersiap memimpin meeting tiba-tiba mendapati panggilan dari mamanya


"Halo Ma,telfonnya nanti saja ya Morgan mau meeting ini"


"Kamu pulang sekarang"


"Pulang? tapi Morgan sedang bekerja ma"


"Kamu pulang sekarang,mama ada di rumah kamu" ucap nyonya William sebelum menutup telfonnya


Morgan nampak terkejut mana kala nada bicara mamanya terlihat menekan seperti marah,ia segera keluar dari ruang meeting


'Maaf,meeting kita tunda saya ada acara mendadak"


"Baik tuan" ucap semua orang yang ada di ruangan meeting


Dengan kecepatan di atas rata-rata Morgan melajukan mobilnya menuju jalan pulang,tak berapa lama ia sampai lalu masuk ke dalam rumah. Ia melihat mamanya yang tengah duduk di ruang tamu sembari memegang foto pernikahan Morgan dan Sheva.


"Ma,ada apa?" ucap Morgan yang membuat nyonya William memalingkan pandangannya


"Duduk kamu"


"Ma... mama baik-baik saja?"


"Bilang sama mama,apa yang tidak mama ketahui di rumah ini?"


"Maksud mama?"


"Morgan,mama tahu kamu tidak pandai berbohong. Mau sampai kapan kamu akan terus menyembunyikan masalah kamu dengan Sheva?"


"Ma,Morgan bukan bermaksud membohongi mama. Morgan hanya takut menambah beban pikiran mama,ini masalah rumah tanggga Morgan ma."


"Ini sudah bukan masalah sepele Morgan,ketika Sheva memutuskan untuk menginggalkan rumah berarti keasalah yang kamu buat itu sudah fatal"


"Ini semua hanya kesalahpahaman ma,Sheva hanya butuh waktu buat sendiri"


'Lalu kenapa bukan kamu yang pergi? kenapa harus Sheva?"


"Jadi mama lebih mengkhawatirkan Sheva daripada Morgan?"


"Dengar Morgan,Sheva mempertaruhkan masa mudanya untuk menikah sama kamu. Tapi setelah menikah kamu tidak bisa menjamin kebahagiaan dia,untuk apa jika nyatanya memang harus seperti ini? Mama malu kalau sampai om Robert dan tante Lista tahu hal ini" ucap nyonya William sambil berlinang air mata

__ADS_1


"Morgan minta maaf ya ma,Morgan tidak tahu kalau akhirnya akan seperti ini"


"Mama harap orang tua Sheva akan memaafkan kamu karena kamu sudah membuat putrinya menangis"


__ADS_2