
Tuan Robert,tuan William,dan juga Morgan yang sedang berada di kantor polisi menangani kasus Sheva merasa geram dengan pengakuan Damar. Pasalnya dia melakukan ini atas tindakan mau sama mau,bahkan tidak ada unsur paksaan terhadap Sheva. Apalagi saat polisi mengeluarkan foto-foto Sheva dan Damar sebagai bukti,hal itu membuat tuan Robert sangat malu di depan sahabatnya sekaligus calon besan dan juga menantunya.
"Dari foto ini sudah jelas kalau saya dan Sheva melakukan semua itu tanpa paksaan,bahkan sebelum ini terjadi Sheva juga sudah menyodorkan dirinya pada saya" ucap Damar sambil menunjukkan foto kejadian di klinik
"Tidak mungkin,saya paham betul bagaimana putri saya. Dia tidak akan berbuat seperti itu di tempat umum"
"Nah maka itu,kami melakukannya di apartemen saya" jawab Damar lagi
"Dari foto kedua terlihat bahwa anda mengambil foto itu di saat Sheva tertidur,bisa jadi itu sebuah kesengajaan. Saya lebih percaya dengan calon istri saya di bandingkan siapapun" ucap Morgan
"Ya kami memang terlelap bersama setelah kelelahan melakukan itu,anda jangan munafik pasti semua orang akan melakukan hal yang sama" imbuh Damar
"Ini semua tidak akan mempengaruhi keputusan saya untuk melanjutkan pernikahan ini" ucap Morgan tegas
"Morgan,kamu yakin??" tanya tuan Robert
"Saya yakin Pi,saya mencintai Sheva apapun yang terjadi. Bahkan ini semua tidak akan menggoyahkan niat saya untuk menikahinya"
"Saya mau dia di hukum seberat-beratnya, tidak hanya kasus penculikan,dia juga melakukan tindakan pemerkosaan" tutur tuan William
Tuan Robert keluar dari ruangan itu setelah mendengar ucapan William,ia tidak tahu harus bagaimana lagi. Ia akan menerima keputusan keluarga William meski itu akan mengecewakan.
"Rob,kamu tenang saja semua yang terjadi tidak akan mempengaruhi rencana kita untuk menyatukan Morgan dan Sheva" tutur tuan William
"Tapi Wil,apa kata orang jika kamu mempunyai menantu korban pemerkosaan? saya sendiri sudah gagal menjaga putriku. Istriku pasti akan shock jika tahu putrinya mengalami hal seperti ini,yang aku takutkan saat semua orang memandang rendah Sheva ke depannya"
"Saya berjanji akan melindungi Sheva apapun yang terjadi nanti,dia sudah seperti putriku sendiri"
"Terima kasih William,kamu memang sahabat terbaikku"
Sementara di dalam,Morgan masih berbicara dengan Damar. Ia bahkan hampir kehilangan kesabarannya menghadapi baji*gan itu
"Kalau sampai terjadi sesuatu pada Sheva akibat perbuatanmu,saya pastikan kamu akan membusuk di penjara" ucap Morgan
"Kamu fikir saya takut? yang terpenting tujuan saya untuk bisa bersama Sheva sudah terpenuhi,sekarang kamu mau menikahinya silahkan saja. Ambil saja sisa ku itu" ucap Damar yang hampir membuat Morgan menghajarnya
Dua orang polisi mencoba menghentikan mereka,sampai-sampai tuan William dan Robert kembali ke dalam mendengar suara gaduh itu.
"Ada apa Morgan?"
"Pa,biarkan Morgan hajar baj*ngan itu" teriak Morgan
"Sudah Morgan hentikan,itu semua tidak akan merubah keadaan" ucap tuan William
"Biar hukum yang membalas semua perbuatannya"
"Morgan akan cari pengacara terkenal untuk memastikan dia membusuk di penjara selamanya"
"Iya,kalau begitu kita sekarang pulang. Kamu harus istirahat biar fit saat acara nanti" ucap tuan Robert
Akhirnya mereka kembali ke rumah,tuan William berjanji bahwa masalah pelecehan terhadap Sheva akan di pendam rapat-rapat dari para istri mereka.
Mereka semua kembali ke rumah Sheva setelah selesai mengurus masalah di kepolisian,sesampainya di sana kedatangan mereka di sambut oleh istri-istri tercinta kecuali Morgan.
"Morgan,di atas ada Hana dan Rania juga" ucap nyonya Lista
"Iya mi...."
Morgan pergi ke lantai dua menuju kamar Sheva,di depan pintu ia mendengar suara Sheva dan para sahabatnya yang begitu ceria.
Tok... tokk
"Siapa Va....?" tanya Hana
__ADS_1
"Aku buka ya" ucap Rania
Begitu membuka pintu Rania langsung terkejut mana kala Morgan sudah berada di sana
"Kak Morgan...." ucap Rania yang seketika membuat Hana langsung menghampiri pintu
"Kak Morgan mau ngapain?" tanya Hana
"Mau ketemu sama Sheva sebentar boleh?"
"Tidak boleh,kalian tidak boleh bertemu sebelum pernikahan" ucap Hana tegas
"Saya cuma mau memastikan bahwa dia baik-baik saja"
"Aku baik kok Gan..." ucap Sheva dari dalam kamar
"Tuh dengar sendiri kan" celetuk Hana
"Baiklah,mungkin kalau saya memaksa untuk masuk tidak akan bisa. Jadi saya akan mengabari kamu lewat chat nanti" tutur Morgan sebelum pergi
Hana dan Rania tertawa puas karena bisa menghalangi kedua calon mempelai batal bertemu,mereka percaya hal ini akan membuat keduanya terlihat lebih mencintai ketika di pelaminan nanti.
"Oh ya Han,Ran ini ada sesuatu buat kalian" ucap Sheva sambil memberikan dua paper bag besar
"Ini apaan Va?" tanya Hana yang sedikit terkejut
"Baju kalian...."
"Wah serius,ini bagus banget Va" ucap Rania sambil menempelkan baju itu di tubuhnya
Tidak heran jika kedua sahabat Sheva begitu senang mendapatkan gaun-gaun rancangan terkenal itu,mereka sudah bukan lagi orang lain tetapi keluarga. Sheva tidak tahu lagi bagaimana cara ia menerima kenyataan pahit ini jika tanpa kedua sahabatnya itu,mereka saling berpelukan dan tak rela jika sebentar lagi Sheva harus menikah.
Sementara itu Morgan turun ke bawah dan melihat orang tua dan mertuanya mengobrol di ruang tamu
"Ada di kamar pa"
"Kok tidak kamu ajak turun?" tanya nyonya William
"Bukankah kami di larang bertemu sebelum pernikahan ma?"
"Oh iya mami hampir lupa untuk mengingatkan kamu,untung saja kamu sudah paham Morgan" jawab nyonya Lista
"Ma,Pa dan Papi mami Morgan pulang dulu ya. Morgan mau istirahat"
"Iya sayang,kamu harus cukup istirahat biar fit nanti" imbuh nyonya William
Akhirnya Morgan keluar meninggalkan kediaman keluarga Robert,ia kembali ke rumah untuk menenangkan diri dan mempelajari ijab khabul yang akan ia ucapkan di pelaminan nanti.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat,tinggal satu langkah menuju ikatan suci Morgan dan Sheva. Hari ini semua orang semakin sibuk bolak balik mengecek persiapan yang ada di ballroom hotel,keluarga William dan Robert sudah bertolak menuju hotel tempat di adakannya pernikahan nanti. Di temani kedua orang tuanya Sheva memasuki loby yang kemudian di arahkan oleh pihak WO menuju kamar masing-masing,sebelum pernikahan Sheva akan mendapatkan beberapa treatment yang sudah di sediakan di hotel. Hari ini ia sangat sibuk mengikuti ucapan maminya yang ingin melihat putrinya tampil perfect besok.
Sejak tiba di hotel hingga pukul 14.00 Sheva baru selesai melakukan treatment, tepat pukul 15.00 Rania dan Hana datang menemui sahabatnya itu. Malam ini hingga besok ia akan menemani Sheva,mereka begitu senang karena bisa menjadi saksi sekaligus teman perjalanan cinta keduanya.
"Va,setelah menikah nanti kamu jangan langsung lupa sama kita" ucap Hana
"Iya Va,kita nanti bakal jarang bertemu dan hangout bareng" imbuh Rania
"Kalian tenang saja,Morgan pasti tidak akan melarang aku melakukan apapun yang ku mau"
"Baguslah,memang kak Morgan itu laki-laki yang sangat perhatian" tukas Rania
"Oh ya Han,gimana hubungan kamu dengan....." belum selesai Sheva mengatakan Hana langsung memotongnya
"Please jangan bahas itu"
__ADS_1
"Why....?"
"Aku sudah dua minggu ini tidak bersamanya lagi"
"Kok bisa? apa yang terjadi Han?"
"Dia main gila sama Gina"
"Serius?"
"Iya,ternyata Gina bekerja di kantor yang sama dengannya. Awalnya aku ingin sekali mencabik-cabik wanita itu tapi aku ingat perkataanmu kita harus main cantik agar terlihat bermartabat"
"Yes sure,tenang saja masih ada kak Steven,Ferly,dan Alta"
"Kayaknya enggak dulu deh Va??"
"Why? move on Han. Jangan berlarut-larut dengan masa lalu"
"I know"
"Siapa sih pacar kamu Han,kok kamu tidak pernah cerita ke aku?" tanya Rania
"Sudah mantan Ran,jadi tidak perlu di bahas"
"Yah sejak aku ikut papa jadi ketinggalan semua tentang kalian termasuk laki-laki yang menculik Sheva"
"Raniaaa...." ucap Hana dengan mata yang melotot tajam
"Iya maaf"
Tiba-tiba pintu terbuka,nyonya Lista masuk dan membawakan beberapa bubuk di atas nampan.
"Mami...."
"Halo anak-anak,Hana Rania ini bubuk empon-empon. Tolong kalian persiapkan dan masukkan ke dalam buth up untuk Sheva berendam"
"Baik tante"
"Mi itu apaan"
"Sudah pokoknya kamu harus berendam dengan empon-empon itu,biar kamu wangi sekaligus memuluskan kullit kamu. Jadi kalau nanti nak Morgan dekat kamu jadi tidak mau pergi"
"Mi,apaan sih"
"Oh ya dan ini,kamu harus membasuhkan bubuk ini ke rambut kamu nanti saat berendam"
"Mi,masih aja percaya hal beginian"
"Stttt ini tradisi supaya pengantin wanita terlihat ayu"
"Sudah selesai tante" ucap Hana sekembalinya dari kamar mandi
"terima kasih Hana,sekarang kalian berdua harus pastikan Sheva berendam di sana minimal satu jam"
"Baik tante"
"Mi,Sheva yang ada bisa masuk angin nanti"
"Air nya kamu kasih air hangat kan Hana"
"Iya tante"
"Nah jadi kamu tidak akan masuk angin" ucap nyonya Lista yang kemudian keluar dari kamar itu
__ADS_1
Sheva menghela nafas dan nampak bingung,bagaimana bisa maminya tahu hal-hal begituan. Padahal selama ini ia merawat tubuhnya di salon bukan di toko jamu,gumam Sheva dalam hati.