
Sambutan demi sambutan telah terucap dan sekarang waktunya para tamu menikmati pesta,Mrs.Grazia meminta kepada Sheva untuk mencoba beberapa makanan sambil menunggu Ryota datang. Saat hendak mengambil minum Sheva melihat Hana baru datang bersama Farhan,ia segera menghampirinya
"Sheva?? ini kamu??" ucap Hana shock
"Kamu kira siapa lagi?"
"Gila Va,kamu cantik banget" puji Hana
"Alah bisa aja kamu"
"Oh ya,aku kemari di temani Farhan. Nggak apa kan?"
"It's okey"
"Ya sudah kita masuk yuk" ajak Hana
Saat hendak menghampiri Hana tiba-tiba datang laki-laki mengenakan tuxido dan jas putih menuju arahnya,jantung Sheva berdegup kencang mana kala Ryota menatapnya penuh perasaan
"Kamu baru datang?"
"Sorry,ada beberapa masalah di kelas tadi"
Suara musik dansa mulai mengalun,beberapa tamu telah memenuhi area dansa termasuk orang tua Ryota. Dengan senyumnya yang manis Ryota menatap Sheva dan mengulurkan tangannya
"Maukah kamu berdansa dengan saya?" ucap Ryota lembut kepada Sheva
Tanpa basa basi Sheva menyambut tangan Ryota dan berjalan ke lantai dansa,mereka menikmati alunan irama musik sambil saling tatap. Kedua orang tua Ryota senang melihat keduanya begitu akrab,Sheva dan Ryota terhanyut dalam alunan lagu sampai tak tersadar beberapa pasang orang berhenti berdansa hanya untuk membiarkan keduanya menikmati panggung itu sendirian.
"Malam ini kamu cantik sekali Va" ucap Ryota yang membuat Sheva malu
"Terima kasih" jawab Sheva
"Apa tidak ada yang marah jika mengetahui kamu berdansa dengan pria lain malam ini?"
"Maksud kamu?"
"Tunangan kamu? aku dengar kamu sudah bertunangan"
"Itu hanya masa lalu"
"Maksud kamu?"
"Ya seperti yang pernah daddy kamu katakan bahwa pertunangan itu telah di batalkan"
"Jadi tidak ada orang yang akan kecewa karena ini"
"No"
__ADS_1
Ryota memutar tubuh Sheva dan berganti posisi,sekarang tubuh mereka semakin dekat dan musik dansa semakin romantis. Ryota mendekatkan wajahnya ke arah Sheva,karena saling terbawa suasana mereka pun berciuman di tengah ramainya para tamu.
Beberapa orang bertepuk tangan melihat hal itu,namun Sheva tiba-tiba berhenti dan mendorong tubuh Ryota agar menjauh darinya. Ryota terkejut dan berusaha mengejar Sheva yang pergi dari lantai dansa,sementara Mrs.Grazia yang mencoba menghampiri mereka di cegah oleh suaminya.
Sheva duduk di sebuah kursi yang berada di luar,ia memegang erat tangannya sambil memejamkan mata. Ryota yang telah berada di belakang Sheva mencoba menenangkannya
"Maaf kalau tadi saya begitu lancang" ucap Ryota mengejutkan Sheva
"Ini juga salah ku"
"Kamu menyesalinya?"
"Ya,tidak seharusnya aku melakukan itu"
"Kenapa? bukankah katamu kamu tidak ada yang punya?"
"Bukan berarti kita bisa melakukan itu di depan umum"
"Lalu jika hanya ada kita berdua apakah kamu mau melakukannya?"
"Bukankah kamu membenci kehadirkan ku disini?"
"Tadinya memang YA tapi setelah beberapa hari ini kita menghabiskan waktu bersama,aku rasa ada hal lain yang membuat aku begitu tertarik dan ingin mengenal kamu lebih dekat"
"Aku tahu,mungkin aku membencinya karena aku tidak paham akan dunia itu. Tapi demi kamu aku akan belajar masuk ke dunia itu mulai sekarang"
"Ryota,ini bukan hal sembarangan"
"Dan perasaanku sekarang juga bukan sembarangan Va,aku rela meninggalkan dunia seni dan pergi ke dunia bisnis agar bisa bersama kamu"
"Tapi....."
'Tapi apa Va?"
"Aku tidak mau kamu melakukannya karena terpaksa"
" No,because i love you"
Sheva tersenyum dan menatap mata Ryota yang benar-benar akan ucapannya itu,mereka berdiri sambil bertatapan. Dalam hitungan detik mereka kembali meyakinkan perasaan dan hanyut dalam perasaan,Ryota mencium bibir lembur Sheva dan tak tersadar suara gemuruh tepuk tangan mengejutkan keduanya.
Ryota dan Sheva kaget karena semua orang yang ada di sana menatapnya dengan bahagia termasuk Hana dan Farhan, Mrs.Grazia menghampiri Sheva dan memeluknya begitu pula Mr.Namoko yang memeluk putra semata wayangnya tersebut. Berkat Sheva mimpi mereka untuk membawa Ryota ke dunia bisnis tercapai.
Sheva mendadak malu dan membenamkan wajahnya di dada Ryota,mereka di sambut tepuk tangan gemuruh dari para tamu. Hana yang ikut senang segera menghampiri mereka dan memberikan ucapan selamat
"Cie yang sudah main mesra-mesraan" goda Hana
__ADS_1
"Apaan sih Han"
"Selamat ya,kalian serasi sekali"
"Terima kasih" jawab Ryota
Keduanya saling tertawa dan mengobrol,hingga malam tiba Ryota memutuskan untuk mengantarkan Sheva kembali ke hotel. Di depan lobby Ryota memegang tangan Sheva dan menciumnya lembut
"Good night Sheva" ucapnya manis
Sheva tersenyum dan melihat Ryota pergi dengan mobilnya, Hana yang sedari melihat mereka dari meja receptionis segera menghampiri sahabatnya itu.
"Cie pacar baru"
"Apaan sih Han"
"Jadi gimana nih? yang di Indo di lupain gitu aja?"
"Maksud kamu?"
"Kak Morgan"
"Kan memang aku dan dia tidak ada hubungan apapun"
"Tapi sepertinya tidak begitu"
Sheva segera turun dari tempat tidurnya dan merebahkan diri di buth up yang sudah terisi air,ia mencoba menenangkan pikirannya. Tak lama kemudian ponselnya berbunyi dan itu adalah Rania,ia senang karena sahabatnya itu menghubungi
"Halo Ran" ucap Sheva sambil memainkan busa di buth upnya
"Va,berita itu benar?"
"Berita yang mana?" ucap Sheva mencoba menelisik
"Soal hubungan kamu dengan Anderlio Ryota Namoko?"
"Kamu tahu dari mana?"
"Kamu tidak baca grup kampus? semua orang di sana lagi ngomongin kalian tahu"
"Hah seriusan?"
"Sudah deh buruan cek grup,aku jadi tempat pertanyaan anak-anak nih"
"Oke-oke"
Sheva menutup telfon Rania dan segera membuka grup,dan yang benar saja di sana sudah ramai pembahasan tentang kejadian semalam. Banyak pro dan kontra dari pendapat para teman-teman seangkatannya,ada yang merasa kasihan terhafap Morgan ada juga yang mengatakan bahwa Sheva pantas mendapatkan Ryota setelah apa yang di lakukan oleh Morgan yang mencoba mencampakkan dan mempermalukan keluarga Sheva.
__ADS_1
Sheva merasa tidak enak hati kepada Morgan jika ia sampai tahu akan perkataan mereka,namun sebisa mungkin Sheva mencoba menengahi masalah ini meminta mereka berhenti menyalahkan siapapun.