
Sore hari Morgan turun ke bawah dan melihat mama dan papanya yang sedang bersantai di tepi kolam renang,ia menghampiri mereka sambil duduk di sampingnya.
"Hay Morgan,Sheva kemana?" tanya tuan William
"Di kamar pa,masih tidur"
"Mungkin dia capek karena tadi kalian baru datang dari Swiss"
"Oh ya ma,pa rencana besok Morgan dan Sheva sudah mulai pindah ke rumah baru"
"Kamu sudah bilang ke Sheva soal rumah itu?"
"Belum pa,mungkin setelah barang-barang Sheva siap di sana,baru rencana Morgan bawa dia ke sana sambil memberinya kejutan"
"Ide bagus Morgan" ucap tuan William
"Oh ya malam ini kita makan di luar saja bagaimana?" ucap nyonya William
"Papa setuju...."
"Ya boleh ma,nanti Morgan bilang ke Sheva"
"Okay kalau gitu kita bersiap,mama juga mau mandi"
Orang tua Morgan kembali ke kamar mereka untuk bersiap sebelum makan malam,sementara itu ia berniat membangunkan istrinya yang masih tertidur pulas di ranjang.
Di usapnya lembut paras Sheva yang tertutup dengan rambutnya itu,ia terbangun mana kala mengetahui bahwa Morgan ada di sampingnya.
"Jam berapa ini...?" tanya Sheva dengan suara serak
"Jam 17.00"
"Kok kamu tidak bangunkan aku???"
"Habis kamu pulas banget tidurnya,oh ya malam ini mama sama papa ngajak kita makan di luar"
__ADS_1
"Malam ini? dan sekarang aku masih tiduran di sini sama kamu" ucap Sheva panik
"Memangnya kenapa?"
"Aku perlu mandi,dan bajuku semua ada di rumah"
"Nanti kita datang agak terlambat supaya saya antar kamu ke rumah buat ganti baju"
"Benar-benar ya kamu" ucap Sheva yang berlari menuju kamar mandi
Morgan tersenyum melihat istrinya yang begitu bingung setiap akan ada acara di luar,ia sungguh tidak menyangka bisa menikahi perempuan yang selama ini ingin di milikinya. Setelah Sheva keluar dari kamar mandi sekarang giliran Morgan,dengan baju seadanya ia kenakan. Dari luar terdengar suara ketukan pintu,Sheva buru-buru membukanya
"Sayang,kamu belum bersiap?" tanya nyonya William yang menghampiri kamar mereka
"Maaf ma,tadi Sheva kemari tidak bawa baju satupun. Dan Sheva juga tidak tahu kalau mama dan papa akan mengajak kami makan malam hari ini"
"Kamu mau pakai baju mama dulu?"
"Tidak usah ma,nanti Morgan akan antarkan Sheva pulang untuk berganti baju sebelum makan malam"
"Oh iya ma,maaf nanti Sheva dan Morgan coba diskusikan"
"Ya sudah kalau begitu mama akan ajak papa berangkat duluan"
"Iya ma hati-hati"
Sheva menutup pintu dan terlihat Morgan keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk,seketika Sheva memalingkan wajahnya karena belum terbiasa dengan pemandangan seperti ini.
"Kamu masih lama?" tanya Sheva sambil duduk di tepi ranjang
"Sebentar lagi"
Tak berselang lama Morgan menghampiri istrinya,ia mengenakan kemeja biru dengan celana coklat yang membuat penampilannya makin tampan.
"Kita kan cuma mau makan malam sama mama dan papa...." celetuk Sheva yang sedikit kaget dengan penampilan suaminya malam ini
__ADS_1
"Memang kenapa???"
"Kamu rapi banget"
"Ya kan mau dinner sama kamu juga,masak aku pakai baju apa adanya sih?"
"Ya sudah deh terserah kamu,mending sekarang kita segera berangkat tidak enak juga membuat papa dan mama menunggu nanti"
Morgan dan Sheva turun menuju garasi,mereka segera melaju ke arah restaurant tempat makan malam bersama. Namun Sheva bingung bukannya dia akan mampir ke rumah sebelum ke sana
"Tunggu-tunggu,kita kan mau mampir ke rumah aku dulu"
"Buat apa?"
"Ganti baju lah,masak iya aku dinner pakai rok dan kaos begini"
Morgan hanya tersenyum menyikapi istrinya yang bawel itu,di depan ia berhenti di sebuah butik.
"Kita ngapain disini?"
"Beli baju buat kamu"
"Tapi kan aku belum make up juga Morgan"
"Kamu natural aja cantik,kalau make up nanti tambah banyak yang lihatin"
"Dih gombal" ucap Sheva yang turun dari mobil
Beberapa saat ia memilih gaun yang akan di kenakan,hingga jatuh ke salah satu gaun yang simpel namun tetap elegan.
Setelah selesai mereka berdua kembali ke dalam mobil dan bergegas menuju tempat dinner keluarga William. Sesampainya di sana tuan,dan nyonya William memandang takjub putra dan menantunya itu. Baju dengan warna senada membuat keduanya begitu serasi,makan malam itu berjalan dengan lancar dan di tutup dengan pertanyaan tuan William kepada Sheva dan Morgan tentang kapan mereka akan memberikan cucu di keluarga itu. Sontak pertanyaan tersebut membuat Sheva terbatuk
"Ma,Pa. Morgan dan Sheva kan baru menikah satu bulan yang lalu. Masak iya mau buru-buru"
"Duh kamu ini Morgan,lebih cepat lebih baik." ucap Nyonya William
__ADS_1
Sheva hanya dapat tersenyum mendengar ucapan mertunya tersebut,sebelum pulang ia meminta izin jika malam ini mereka akan tidur di rumah keluarga Sheva.