Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 82


__ADS_3

Hari ini Morgan berencana mengajak istrinya berkeliling kota setelah makan mereka segera bersiap dan berangkat menuju beberapa destinasi unggulan negara itu,berbagai tempat mereka kunjungi mulai dari wisata,pusat perbelanjaan,hingga berakhir di salah satu restaurant mewah sebagai tempat makan malam mereka hari ini.


Puas berkeliling,Sheva mengajak Morgan untuk pulang. Rasanya hari ini ia begitu lelah setelah seharian berkeliling negara ternetral di benua Eropa tersebut,setelah sampi di rumah para pelayan menyambut kedatangan mereka berdua. Morgan meminta pada mereka untuk membawa barang belanjaan Sheva yang semobil penuh itu,meski begitu Morgan sama sekali tidak keberatan karena baginya wajar seorang perempuan mempunyai hobi belanja.


Sheva langsung membersihkan diri sesampainya di kamar,kemudian Morgan yang masuk menatap ruangan yang kosong namun mengerti bahwa istrinya sedang mandi. Tak berapa lama ponsel miliknya berbunyi,ternyata itu dari papanya Morgan segera menjawabnya sambil duduk di kursi yang ada di balkon


"Halo Pa..."


"Morgan,kamu apa kabar?"


"Morgan baik kok pa,papa sama mama bagaimana kabarnya"


"Kami juga baik,Sheva baik kan?"


"Baik kok pa,oh ya ada apa pa tumben telfon?"


"Itu papa mau tanya,kamu sibuk tidak besok?"


"Tidak pa,kenapa?"


"Papa mau minta kamu buat temuin klien kita di Burgrith hotel besok"


"Oh iya pa,tapi papa sudah bilang ke klien kalau Morgan yang menemuinya?"


"Sudah,kamu tenang saja... oh ya Morgan ini mama kamu mau ngomong,dia kangen banget sama kalian katanya"


"Iya pa"


"Halo Morgan...."


"Hay ma,mama baik kan di sana?"


"Baik sayang,kalian baik-baik saja kan?"


"Baik ma"


"Oh ya gimana honeymoon?"


"Gimana gimana ma?"


"Lancar kan?"


"Lancar ma..."


Tiba-tiba Sheva yang baru selesai mandi melihat suaminya yang sedang bercakap di balkon,ia langsung menghampirinya


"Sayang,ini ada mama sama papa telfon. Kamu mau ngomong?"


"embbb...."


"Ma ini ada Sheva"


"Oh ya,berikan telfonnya padanya mama mau ngobrol sebentar"


"Halo Ma,apa kabar?"


"Sayang,mama baik kok. Kalian baik-baik di sana ya?"

__ADS_1


"Iya ma pastinya"


"Oh ya bagaimana honeymoonnya?"


"Embb ya begitulah ma"


"Apa perlu di perpanjang waktunya?"


"Emb e enggak usah ma,lagian Morgan harus segera bekerja juga kan"


"Selama kalian mau urusan pekerjaan bisa di atur belakangan"


"Tidak usah ma,lagi pula Sheva juga ada kerjaan"


"Kamu jangan capek-capek biar segera jadi"


"Jadi? apanya yang jadi ma?"


"Cucu mama dan papa lah,kalian tidak bermaksud menundanya kan?"


"Emb itu... e..."


"Kenapa Sheva???"


Morgan menatap istrinya yang gugup menjawab pertanyaan dari orang tuanya,ia kemudian mengambil ponselnya dan bermaksud menjawab pertanyaan tersebut mewakili istrinya


"Ma,sudah dulu ya lagi pula di sini sudah malam. Morgan dan Sheva capek seharian ini jalan-jalan"


"Ya sudah yang terpenting kalian jaga kesehatan,dan satu lagi soal momongan jangan di tunda-tunda"


"Malam sayang"


Morgan menghela nafas setelah terbebas dari pertanyaan yang membuatnya kebingungan untuk menjawabnya.


Ia menatap Sheva yang masih menggunakan handuk kimono di tubuhnya,seketika ekspresi wajah istrinya itu berubah.


"Apaan....??" ucap Sheva sinis


"Kita kan masih honeymoon..." ucap Morgan dengan nada menggoda


"Enggak ya,aku capek seharian ini keliling sana sini"


"Lagian kamu sendiri kan yang mau"


"Udah deh tidur aja"


"Sayang...."


"Please kali ini aja...."


"Okay,awas saja kalau besok-besok ada alasan lagi"


"Kamu kira aku alasan apa? aku tuh beneran capek Morgan"


"Iya-iya,ya sudah tidur yuk"


Mereka pun merebahkan diri di atas tempat tidur,beberapa saat kemudian tak terdengar lagi suara di dalam kamar mereka.

__ADS_1


Pagi-pagi sekali Morgan sudah bangun terlebih dahulu,ia menyiapkan segala sesuatu yang akan ia bawa untuk menemui klient pertamanya nanti. Setelah semua selesai ia segera pergi mandi dan bersiap,sayup-sayup Sheva mendengar suara gaduh di dalam kamarnya. Ia membuka mata dan melihat suaminya berdiri di depan kaca sedang mengenakan dasi,setelah itu berlanjut memakai jasnya yang membuat penampilan pria di hadapannya itu naik 100%.


Sheva hanya bisa menatap wajah suaminya yang begitu gagah di hadapannya,hingga ia tak tersadar saat suaminya mengucapkan selamat pagi.


"Sayang,kamu kenapa...??" tanya Morgan karena ucapannya tak mendapat respon dari sang istri


Morgan menjentikkan jarinya di depan wajah istrinya itu dan seketika Sheva terbangun dari lamunannya


"Hah,kenapa??"


"Kamu ini lho baru bangun sudah melamun saja,mikirin apa sih?"


"Kamu mau kemana pagi-pagi begini sudah rapi?"


"Hari ini aku ada acara"


"Acara???"


'Papa minta saya menemui klien di hotel"


"Di hotel? klien cewek atau cowok?"


"Cowok,memangnya kenapa kalau cewek?"


"Kamu tidak bercanda kan?"


"Sayang beneran cowok kok,nanti aku foto deh kalau kamu tidak percaya"


"Iya-iya aku percaya..."


"Kita turun yuk,kamu temani saya sarapan sebelum berangkat"


Sheva mengangguk kemudian keluar dari kamar bersama Morgan,tak lupa ia memeluk dan mencium istrinya sebelum sampai dimeja makan. Di sela-sela sarapan Sheva bertanya


"Kamu lama perginya?"


"Kenapa? takut kangen ya?"


"Bukan itu,nanti aku sendirian di sini?"


"Tenang saja,ada para pelayan dan beberapa security jadi kamu akan aman"


"Kalau aku bosen gimana?"


"Kamu panggil spa ke rumah,katanya semalam kamu capek?"


"Ya sudah deh,yang penting aku ada hiburan"


"Kalau begitu aku berangkat sekarang ya?"


"Secepat ini?"


'Sayang,ini klient pertama saya. Jadi jangan sampai berkesan buruk di hari pertemuan pertama"


"Ya udah deh"


Morgan berdiri dan menghampiri istrinya itu,tak lupa ia mencium kening Sheva sebelum pergi.

__ADS_1


__ADS_2