Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 111


__ADS_3

Satu minggu sudah sejak kepergian Sheva,semua nampak baik-baik saja sebelum akhirnya Hana kembali ke kantor. Ia melihat posisi sahabatnya yang di isi oleh orang lain dan membuatnya begitu kebingungan


"Kamu siapa di ruangan Sheva?" tanya Hana pada laki-laki yang duduk di belakang meja kerja


"Maaf anda ini siapa ya?"


"Saya yang harusnya tanya begitu sama kamu"


"Saya ini direktur baru di kantor ini"


"Nggak usah mimpi deh,jelas-jelas direktur perusahaan ini adalah Sheva putri dari pemilik perusahaan ini"


"Oh nona Sheva sudah di pindahkan"


"Pindah? kemana?"


"Saya dengar-dengar sih nona Sheva sekarang menjadi direktur utama cabang kita yang ada di luar negeri"


"Hah nggak mungkin"


"Kalau kamu tidak percaya silahkan menemui tuan Robert"


Hana segera keluar dari ruangan itu dan bergegas menuju ruangan CEO,kebetulan tuan Robert sedang meeting dengan sekretarisnya.


"Tok tokkk tokkk"


"Masuk"


"Permisi tuan"


"Hana,ada apa?"


"Saya mau bertanya perihal Sheva"


"Oh,Alika kamu keluar dulu" ucap tuan Robert pada sekretarisnya

__ADS_1


"Om,apa benar Sheva pindah?"


"Iya betul,kenapa?"


"Kok Sheva atau om tidak memberi tahu saya?"


"Sebenarnya saya ingin memberitahu kamu waktu acara pelepasannya,namun Sheva melarangnya dengan alasan tidak mau mengganggu waktu liburan kamu"


"Lalu Sheva pindah kemana om?"


"US....."


Hana melotot tak percaya


"US...??? Amerika Serikat?"


"Iya"


"Kenapa jauh sekali om?"


"Lalu nasib saya bagaimana om?"


"Kamu akan tetap menjadi sekretaris direktur disini,ada tanpa tidaknya Sheva saya tidak akan menggantikan posisi kamu"


"Percuma juga saya kerja disini,jika tanpa adanya Sheva"


"Lalu kamu mau bagaimana?"


"Izinkan saya menyusul Sheva dan membantunya disana om"


"Tidak,Hana biarkan Sheva memulai hidup barunya disana. Apa kamu tidak kasihan melihat dia setiap hari hampir membatasi dirinya dari dunia luar? sejak kejadian itu dia jadi pribadi yang lebih tertutup,bahkan kepada saya dan maminya juga sama seperti itu"


Hana menghela nafas,ia berdiri dengan tubuh lemas lalu kembali menuju ruangannya. Ia bahkan menuliskan di grup untuk mencari tahu siapa yang memiliki nomer ponsel baru Sheva. Namun yang ada lainnya justru terkejut melihat Sheva yang pindah dari negara ini


Hari-hari berlalu sangat cepat,tanpa adanya Sheva membuat nyonya Lista semakin terpuruk. Ia jadi sering sakit-sakitan mana kala akhir-akhir ini putrinya jarang memberi kabar karena sangat sibuk. Kabar perpindahan Sheva juga sudah terdengar hingga ketelinga Ryota,meski tuan Robert telah meminta para sahabat putrinya untuk merahasiakan hal ini terutama dari keluarga William.

__ADS_1


Kala itu Sheva yang tengah selesai meeting mendapati Ryota di ruangannya,ia sangat terkejut sekaligus senang karena sudah lebih dari delapan bulan tak mendengar kabarnya.


"Ryota.....???"


"Hay,apa kabar?"


"Aku baik,kamu kenapa bisa disini?"


"Saya mencari kamu,saya sudah ke Indonesia tapi Hana bilang kamu pindah ke US hingga akhirnya saya menemukan alamat kantor kamu ini"


"Aku senang banget kita bisa bertemu lagi"


"Oh ya Va,saya dengar semuanya setelah pernikahan dia"


"Stop,jangan di bahas lagi"


"Lalu mau sampai kapan Va kamu akan menutup diri seperti ini? sudah tujuh bulan sejak pernikahan mereka,kamu menghilang bagai di telan bumi"


"Aku cuma tidak mau kembali lagi di masa saat aku merasa benar-benar hancur atas kejadian itu. Aku bahkan melarikan diri kemari hanya untuk sekedar membunuh perasaanku yang masih ada untuknya"


"Va,sekarang ada saya disini. Saya masih setia menunggu kamu jauh sebelum semua ini terjadi,saya berharap kamu masih bisa memberi saya kesempatan"


"Aku belum bisa,aku masih belum bisa" ucap Sheva sambil terisak


"Saya yakin kamu pasti bisa melalui ini semua,pelan-pelan ya? saya akan selalu setia menemani dan mendampingi kamu kapanpun di perlukan"


"Makasih ya"


Ryota tersenyum dan menghapus air mata Sheva yang mulai membasahi pipi,dan sejak saat itu keduanya saling berbagi suka duka. Bahkan Ryota sering bolak balik Jepang US untuk menghampirinya.


Tak terasa satu tahun pun berlalu,kabar kelahiran putri Kiara dan Morgan menghantui kembali masa lalu Sheva. Ia mendengar kembali hal pahit itu setelah satu setengah tahun berusaha membakar luka dan dendam di hatinya itu,sejak menikah rumah tangga Morgan dan Kiara tidak berjalan dengan mulus. Ia menganggap pernikahan ini adalah sebuah kesalahan yang di perbuatnya,begitu bayi tersebut lahir Morgan segera meminta dokter untuk mengambil darah putrinya sebagai sampel pengecekan DNA tanpa sepengetahuan siapapun. Bagaimana juga ia ingin membuktikan secara langsung bahwa anak yang ada besamanya sekarang benar putrinya.


"Han,kamu sudah dengar kabar dari Sheva belum?" tanya Rania yang sedang berkumpul bersama di cafe Alta


"Belum"

__ADS_1


"Kamu coba deh bujuk om Robert lagi buat kasih tahu ke kita soal Sheva" imbuh Ferly


__ADS_2