Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 77


__ADS_3

Malam ini Sheva memilih untuk berdiam diri di kamar,setelah istri bli Banu mengantarkan makan malam ke kamarnya ia juga meminta bli Banu membawakan sebuah gembok. Ternyata Sheva mengunci pintu pagar yang terhubung langsung ke kamarnya,ia jadi bisa membuka pintu kaca dan menikmati sinar rembulan di tepi kolam dengan hanya menggunakan lingerie dan merebahkan diri di atas kursi santai tepi kolam renang. Dari kamar atas tempat Morgan berada ia keluar sambil memegang segelas sampanye,ia tak sengaja melihat Sheva yang berada di bawahnya sedang tertidur dengan baju seksi yang menempel di tubuhnya.


Morgan menggenggam erat gelas itu dan ingin turun ke bawah menemui istrinya,dia berlari menuruni anak tangga dan berniat masuk lewat pintu halaman. Namun ia kaget saat pintu tersebut terkunci rapat dengan gembok,ia kemudian kembali ke dalam dan meminta kunci cadangan pada bli Banu


"mbak,...."


"Ada apa tuan?"


"Bli Banu kemana?"


"Tuan butuh apa? biar saya siapkan"


"Kunci cadangan pagar??"


"Maaf tuan tapi yang punya kunci cadangan hanya suami saya"


"Lantas dimana bli Banu?"


"Ia sedang keluar mengambil laundry tuan"


"Jauh?"


"Di dekat rumah tuan"


"Biar saya susul,tolong mbak buatkan jamu ini" ucap Morgan yang berlari keluar


Di perjalanan pulang Bli Banu melihat Morgan yang berlari ke arahanya


"Tuan mau kemana malam-malam begini"


"Bli saya butuh kunci cadangan gembok"


"Gembok gerbang penghubung?"


"Iya"


"Tapi non Sheva melarang saya memberikannya pada siapapun tuan"


"Bli ingat kan pesan papa"


"I iya tuan"


"Sebaiknya bli dan istri bli bisa di ajak kerja sama malam ini"


"Baik tuan segera laksanakan"


Sesampai di halaman istri bli Banu memberikan jamu tadi kepada Morgan,ia menenggak habis jamu itu kemudian segera membuka pintu pagar penghubung.


"Bli,ganjal pintu dalam supaya Sheva tidak bisa membukanya"


"Baik tuan"


"Dan pastikan gerbang ini hanya bisa bli yang buka"

__ADS_1


"Tuan tenang saja,saya sudah siapkan gembok pengganti"


"Bagus bli,kalau begitu saya masuk sekarang sepertinya jamu itu sudah bereaksi"


Bli Banu dan istrinya tersenyum melihat tingkah pengantin baru itu,ketika Morgan masuk Sheva masih tertidur di atas kursi santai. Ia segera menghampirinya dan membelai lembut pipi istrinya itu sehingga membuat Sheva terbangun


"Morgannnn.... bagaimana kamu bisa masuk ke sini?"


"Tentu saja bisa"


Sheva menutupi bagian dadanya yang sedikit terbuka karena model lingerie yang ia pakai,hal itu segera membuat dirinya panik mana kala Morgan seperti singa yang siap menerkamnya.


"Jangan mendekat....."


"Kenapa Va? saya ini suami kamu"


Sheva segera berdiri dan masuk ke dalam kamar,ia meraih handuk yang ada di atas tempat tidur kemudian berlari ke arah pintu. Saat ia membuka kunci namun sepertinya gagang pintu tersangkut sesuatu dari luar sehingga tidak bisa terbuka,Morgan melihat Sheva yang begitu takut saat di dekatinya. Saat Morgan berusaha menghampirinya ia kemudian mendorong tubuh suaminya itu hingga terjatuh ke atas ranjang,dengan tubuh yang di tutupi handuk Sheva berlari keluar menuju gerbang menghubung. Berusaha membuka kuncinya namun sepertinya tidak cocok,Morgan yang tiba-tiba sudah berada di belakangnya merasa menang atas semua itu.


"Ini semua pasti ulah kamu kan?" teriak Sheva


"Tidak perlu takut sayang,saya tidak akan menggigitmu. Saya hanya ingin meminta hak saya sekarang"


"Enggak,aku gak mau... tolong tolonggg" teriak Sheva


"Percumah kamu minta tolong,bli Banu dan istrinya sudah pulang"


"Kurang ajar kamu Morgan" teriak Sheva lagi


Morgan yang tidak bisa menahan efek dari obat itu kemudian menghampiri Sheva dan menggendongnya menuju kamar,tubuh mungil Sheva tidak bisa melawan otot-otot kekar suaminya itu.


Sekarang Sheva tidak mampu melawannya lagi,ia hanya dapat berteriak memohon agar Morgan tidak melakukan itu padanya. Namun semakin Sheva berteriak Morgan semakin memburu,ia mengecup setiap inci tubuh istrinya hingga membuat Sheva mengerang keras mana kala bagian bawahnya berhasil Morgan robohkan.


"Morgannnnnnn emphhhhmbbbbbb....."


Suara deburan ombak bahkan tidak dapat mengalahkan suara teriakan Sheva yang memohon agar Morgan berhenti melakukan itu,hingga pukul 02.00 kamar menjadi hening. Morgan terbaring di samping Sheva dengan keringat yang membanjiri tubuhnya,nafasnya terengah-engah sementara Sheva memunggungi suaminya dan diam-diam menangis. Ia tidak menyangka bahwa malam pertamanya harus penuh dengan paksaan seperti ini,meski dalam hatinya masih marah karena tingkah Morgan kemarin. Tak terasa matanya pun terpejam karena terlalu lelah dengan apa yang baru saja ia lakukan bersama sang suami,akhirnya mereka tidur di ranjang yang sama.


Keesokan paginya Morgan terbangun dengan suara tangisan Sheva dari dalam kamar mandi,Morgan terkejut karena tak mendapati Sheva di sampingnya. Ia segera mengenakan celananya dan pergi ke kamar mandi,terlihat Sheva duduk di lantai hanya dengan berbalut handuk sambil memegangi perutnya.


"Sayang kamu kenapa?"


"Semua ini gara-gara kamu"


"Kenapa?"


"Sakit,perihhh"


"Maaf ya sayang,mungkin semalam aku terlalu kasar melakukannya"


"Pergi aku tidak mau melihat kamu" teriak Sheva


"Saya ambilkan kamu baju ya"


'Gak butuh,keluarrr...." teriak Sheva

__ADS_1


Morgan keluar dan duduk di atas tempat tidur,ia memungut pakaiannya dan tak sengaja melihat sebercak darah di atas ranjang. Morgan mendadak diam,ia menempelkan jarinya di atas darah itu untuk memastikan pikirannya. Dan benar saja itu darah yang belum kering,sepertinya ini milik Sheva. Tapi bukankah Sheva sudah tidak virgin,gumam Morgan dalam hati.


Tiba-tiba dari luar terdengar ketukan pintu


"Tuan,Non sudah bangun?"


Ternyata suara istri bli Banu


"Sudah mbak buka saja"


Tuan,ini saya bawakan sarapan.


"Mbak bisa saya bicara sebentar?"


"Bisa tuan"


"Kita bicara di laur saja ya"


"Baik tuan"


Morgan dan istri bli Banu keluar menuju halaman belakang,mereka duduk di sebuah bangku kayu.


"Ada apa tuan sepertinya serius sekali"


"Mbak maaf sebelumnya saya mau tanya hal yang sangat intim"


"Silahkan tuan"


"Mbak masih ingat waktu malam pertama dengan bli Banu"


"Loh ada apa ini tuan?"


"Tadi saya lihat di atas ranjang ada darah mbak"


"Oalah itu hal yang wajar bagi setiap perempuan yang melakukan hubungan pertama kali,darah itu ada karena selaput dari kewanitaan robek. Namun tidak semua wanita mengeluarkan darah saat malam pertamanya"


"Tapi kalau keluar darah itu berarti masih Virgin kan mbak?"


"Itu sudah pasti tuan,memangnya tuan ragu kalau non Sheva masih virgin?"


"Bukan begitu mbak,saya takutnya kalau ada apa-apa. Atau saya yang terlalu keras semalam"


"Tuan tenang saja,itu hal yang wajar. Sekarang non Sheva bagaimana? masih marah?"


"Dia kesakitan di bagian itu dan menangis di kamar mandi mbak"


"Oalah,biar saya bikinkan jahe dan madu hangat untuk meredakan stress dan ketegangannya. Itu sakit bisa jadi karena non Sheva belum siap,tuan tidak bisa sabaran"


"Mbak tahu sendiri jamu yang di berikan semalam itu efeknya luar biasa sekali"


"Tuan tahu saja,ya sudah kalau begitu sebaiknya non Sheva di bujuk supaya membersihkan diri"


"Iya mbak,terima kasih sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang aneh ini"

__ADS_1


"sama-sama tuan"


__ADS_2