Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 49


__ADS_3

Keesokan harinya Sheva terbangun tanpa mendapati Hana di sampingnya,ia mencari ke kamar mandi dan balkon namun tetap tidak bertemu. Akhirnya ia menelfon dan beberapa kali tidak ada jawaban,merasa frustasi Sheva berniat mencari sahabatnya itu setelah selesai mandi.


Sheva keluar kamar mandi dan mendapati Hana yang baru masuk


"Kamu dari mana saja sih Han?" ucap Sheva yang terlihat khawatir


"Dari gym hotel,sorry tadi aku mau olahraga sebentar tapi karena kamu sepertinya sedang tertidur pulas jadi aku nggak enak mau banguninnya"


"Kamu tahu tempat gymnya dimana?"


"Kebetulan aku tadi tanya sama karyawan disini"


"Oh gitu,ya sudah gih sana mandi"


Sheva duduk di samping tempat tidur sambil mengecek ponsel nya,beberapa pesan tuan Robert kirimkan. Ia meminta agar Sheva segera menyelesaikan pekerjaannya di Jepang dan menyusul orang tuanya ke Itali,namun Sheva memilih untuk segera kembali ke negaranya saja karena ada beberapa hal yang harus di urusnya lagi.


Hana keluar sambil membalutkan handuk di kepalanya,segera ia meminta Sheva untuk bergantian mandi karena hari ini mereka akan jalan-jalan ke beberapa tempat yang ada di negara itu.


"Sana mandi Va"


"Bentar deh,masih pengen rebahan"


"Hari ini kita jadi kan keliling?"


"Jadi kok"


"Jangan lupa baju hangat,di luar udara lumayan dingin"


Sheva segera menuju kamar mandi sebelum sahabatnya itu kembali mengomel lagi,setelah selesai mandi tiba-tiba ia tidak mendapati Hana di dalam kamar. Sheva segera bergegas mengganti baju dan mencoba menghubunginya,namun tak ada jawaban. Sheva memutuskan untuk keluar kamar dan mencari di sekitar hotel,hingga ia melihat Hana duduk di meja makan bersama seorang pria yang tak dia kenal.


Sheva segera masuk dan berjalan menghampiri sahabatnya itu,dengan senyuman laki-laki itu menyambut kedatangan Sheva yang agak marah


"Va... kenalin ini...."


"Kamu nggak sabaran sekali jadi orang,kenapa main pergi begitu saja tanpa memberitahu ku terlebih dahulu" ucap Sheva kepada Hana


"Maaf Va,tadi aku udah coba ngomong sama kamu cuma kamu tidak merespon,aku juga tidak enak membuat Farhan menunggu terlalu lama"


"Farhan? siapa dia?"


"Maaf,saya Farhan"


Ucap laki-laki yang duduk di hadapan Hana itu


"Kamu kenal dari mana Han? sudah ku bilang jangan bicara dengan orang asing"


"Va,Farhan ini juga orang Indonesia. Dia baru kuliah disini dan kebetulan dia akan kembali ke Indonesia beberapa hari lagi"

__ADS_1


"Masa bodoh aku tidak perduli"


"Maaf sekali lagi jika kehadiran saya di sini membuat kalian justru berdebat seperti ini"


"Nggak apa Farhan,Sheva ini memang orang yang sedikit judes kepada orang yang belum ia kenal"


"Jadi kita mau jalan sekarang atau mau batal aja karena kamu mau terusan ngobrol sama dia" celetuk Sheva yang sudah sangat kesal


"Jadi gini Va,aku ngajak Farhan untuk ikut bareng kita. Kebetulan dia kan sudah lama di Jepang,mungkin lebih paham soal tempat-tempat di sini"


"Jadi kamu mau dia ikut dengan kita?"


"Iya"


"Nggak,aku nggak setuju"


"Apa salahnya sih Va? lagian dia nggak akan ngerepotin kamu"


"Terserah,kalau kamu mau jalan ya jalan aja sana berdua" ucap Sheva yang kemudian pergi meninggalkan tempat itu


"Sheva tunggu,kamu terlalu egois jadi orang"


"Oh egois? aku yang membawa kamu sampai kemari ya Han. Kalau sampai ada apa-apa sama kamu,siapa yang akan di salahkan?"


"Aku ini sudah dewasa Va,kamu juga nggak perlu terus menerus jagain aku. Stop bersikap seolah-olah kamu mama aku"


"Fine"


Sheva pergi meninggalkan sahabatnya yang begitu keras kepala,entah apa yang ada di dalam diri Farhan sampai Hana begitu bersikeras untuk pergi bersamanya. Sheva kembali ke kamarnya dan melemparkan beberapa bantal dan selimut ke lantai,ia benar-benar kesal dengan kejadian yang barusan di alaminya.


Tiba-tiba Hana masuk dan membuat Sheva bingung,apakah sahabatnya itu akan berubah pikiran. Tapi sayangnya Hana datang hanya untuk mengambil tas dan beberapa perlengkapan lainnya


"Kamu seriusan mau pergi dengan dia?" tanya Sheva memastikan


"Kenapa? kamu mau ikut?"


"Nggak"


"Ya sudah,aku pergi aja sendiri" ucap Hana yang kemudian melangkah pergi


Sheva benar-benar kehilangan kesabarannya kali ini,ia mengejar Hana dan menarik pergelangan tangan sahabatnya itu


"Hana,aku sudah coba mengingatkan kamu ya. Kita sedang di negara orang,kalau ada apa-apa kamu mau minta tolong ke siapa?"


"Sudahlah Va,kamu terlalu negatif thinking kepada Farhan. Dia sama-sama orang Indonesia jadi mana mungkin akan nyelakain aku?"


"Aku mohon batalkan rencana kamu buat pergi bareng dia"

__ADS_1


"Va stop ngatur-ngatur aku,sekarang kita di luar jam kerja dan kamu bukan atasan yang berhak melarang ku"


"Aku sama sekali tidak berniat melarang kamu sebagai atasan,tapi karena aku perduli sama kamu sebagai sahabat"


Hana menarik tangannya supaya lepas dari Sheva,kemudian ia menatap sahabatnya itu dan pergi. Sheva melihat Hana yang hilang masuk ke dalam lift bersama laki-laki itu,ia hanya bisa pasrah dan percaya semoga Farhan adalah laki-laki yang baik.


Sheva berjalan kembali ke kamarnya,sekarang ia sudah tidak berminat untuk pergi mengelilingi negara matahari terbit tersebut. Bel pintu kamarnya berbunyi,Sheva segera berlari menuju pintu dan berharap Hana kembali karena membatalkan rencananya. Namun sesampainya di sana yang ada hanyalah house keping yang akan membersihkan kamarnya. Sambil menunggu petugas merapikan kamarnya ia turun ke bawah untuk memakan beberapa menu menuntaskan rasa laparnya.


Setelah selesai makan Sheva berniat kembali ke kamarnya,namun tiba-tiba datang dua orang pengawal Mr.Namoko bermaksud untuk menemuinya


"Selamat pagi Mrs.Sheva" ucap pengawal itu


"Iya selamat pagi,ada apa ya ini?"


"Mr.Namoko meminta anda untuk datang ke kantornya"


"Ada hal apa? sepertinya urusan kami sudah selesai"


"Kami kurang tahu soal itu,beliau hanya meminta kami untuk menjemput anda"


"Baiklah,tunggu di lobby saya akan berganti pakaian sebentar"


Sheva kembali ke kamarnya dan bertanya-tanya ada apakah dengan Mr.Namoko sehingga ia meminta anak buahnya untuk membawa Sheva. Setelah selesai bersiap ia segera menemui pengawal Mr.Namoko yang masih setia menunggu di loby,mereka langsung berangkat menuju ke sebuah resort bukan kantor. Hal itu semakin membuat Sheva merasa bingung


"Bukankah tadi kalian bilang kita akan ke kantor Mr.Namoko?"


"Mr.Namoko merubah tempat pertemuan dan memutuskan untuk di resort milik beliau" ucap pengawal itu sambil mempersilahkan Sheva masuk


Dengan di pandu pegawai resort itu Sheva di bawa ke sebuah taman yang sangat besar dan terlihat Mrs.Grazia duduk di sebuah bunga low,ia tersenyum mengetahui Sheva yang tengah datang.


"Welcome in my resort nona Sheva" ucapnya ramah


"Ada apa gerangan nyonya Grazia meminta saya datang kemari?"


"Saya hanya ingin mengajak kamu menikmati beberapa hal yang ada di sini sebelum kembali ke Indonesia"


"Terima kasih banyak nyonya Grazia"


"Sama-sama,oh ya di mana asisten Hana?"


"Dia jalan-jalan keliling Jepang"


"Sendiri saja?"


"Tidak,ia bertemu dengan orang Indonesia juga yang kebetulan berkuliah disini"


"Oh begitu,tunggu sebentar saya akan memanggil suami"

__ADS_1


Sambil menunggu Mrs.Grazia,Sheva menikmati pemandangan hamparan bunga warna warni beserta tempat golf yang terhampar luas tak jauh dari tempatnya berada sekarang.


__ADS_2