
Selang beberapa saat dokter keluar dari IGD untuk memberikan keterangan tentang kondisi Alta
"Keluarga pasien?"
"Saya dok,saya orang tuanya" ucap mama Alta yang panik
"Bagaimana kondisi Alta dok?" tanya Sheva yang tak kalah panik
"Tidak perlu khawatir,pasien sudah kami tangani. Untung saja luka sayatannya tidak begitu dalam tetapi pasien sekarang membutuhkan tambahan darah karena selama perjalanan telah kehilangan banyak darah"
"Saya dok,saya papa nya pasti golongan saya cocok"
"Baiklah kalau begitu anda ikut suster ke ruang pendonoran"
Semua bisa bernafas lega mengetahui kondisi Alta yang sudah baik-baik saja,melihat hal itu mama Alta meminta Sheva agar pulang untuk membersihkan diri.
"Nak Sheva sebaiknya kamu pulang"
"Enggak Tante saya mau disini menunggu Alta"
"Baju kamu penuh dengan noda darah"
"Tidak apa Tante,nanti saya akan meminta sekretaris saya mengirimkan baju ganti. Yang terpenting sekarang saya harus melihat Alta dan memastikan ia baik-baik saja"
Mama Alta tersenyum dan mengelus rambut Sheva yang duduk di sampingnya itu,ia melihat ketulusan Sheva yang begitu dalam kepada putranya. Tak berapa lama papa Alta kembali menemui mereka bersama salah satu suster
"Ma,golongan darah papa ternyata berbeda dengan Alta" ucapnya
"bagaimana bisa pa? atau jangan-jangan golongan darahnya sama dengan mama?"
"Bisa jadi ma"
"Kalau begitu biar mama saja"
"Kalau boleh tahu golongan darah Alta apa om?" tanya Sheva
"A rhesus positive"
"kebetulan itu sama dengan saya om,biar saya saja"
"Tidak usah Sheva,Tante saja" ucap mama Alta
"Kalau begitu biar nona dan ibu ikut saya semuanya,untuk memastikan jumlah yang di butuhkan cukup"
"Baiklah sus"
Akhirnya mereka berdua ikut bersama suster,selang setengah jam mama Alta dan Sheva kembali menemui papa Alta yang masih berada di depan IGD.
"Bagaimana ma? sudah?"
"Sudah pa,Sheva yang mendonorkan darah untuk Alta. Karena tekanan darah mama rendah jadi tidak bisa mendonorkannya"
"Terima kasih banyak Sheva,om sangat bersyukur ada kamu"
__ADS_1
"Tidak perlu berterima kasih om,lagi pula Alta terluka juga karena saya. Sudah sewajarnya juga ini jadi tanggung jawab saya"
"Tidak-tidak jangan begitu,sudah sewajarnya Alta melindungi orang yang di cintanya"
"Maksud om?" ucap Sheva yang sedikit terkejut
"Nak Sheva, sebenarnya selama ini Alta menyukai kamu. Dia juga sering cerita pada kami bagaimana kedepannya jika ia mempersunting kamu sebagai istrinya,ia bahkan meminta kami untuk tidak menghiraukan status nak Sheva dari pernikahan sebelumnya" tutur mama Alta
Sheva terdiam mendengar hal itu,lagi pula meski demikian ia tidak ingin karena dirinya hubungan Alta dan Morgan semakin memburuk. Apalagi ia tidak rela membiarkan seorang sebaik Alta mendapatkan dirinya yang pernah menikah sebelumnya.
"Sheva...." panggil papa Alta ketika melihatnya melamun
"Iya Om..."
"Jadi bagaimana?"
"Maaf om,mungkin masalah ini bisa di bicarakan lain waktu. Yang terpenting sekarang adalah kesehatan Alta sendiri"
"Baiklah,om harap kamu sudah punya jawabannya nanti"
"Benar nak Sheva,Tante juga berharap jawaban kamu nanti bukanlah sebuah kekecewaan untuk keluarga kami" imbuh mama Alta
Tak berselang lama Alta di bawa keluar bersama ranjang pasien,ia masih belum sadar di bawah pengaruh obat bius. Melihat hal itu Sheva begitu senang,ia menemani Alta menuju ruang perawatan bersama kedua orang tua Alta. Sesampainya di sana Sheva melihat betapa besarnya kasih sayang orang tua Alta,mereka membasuh tubuh putranya yang terbaring di atas ranjang itu. Sementara itu ponsel Sheva tiba-tiba berdering
"Om,Tante saya permisi angkat telfon sebentar"
"Baik nak Sheva" jawab mama Alta
Sheva kemudian keluar di depan kamar perawatan dan menjawab telfon yang ternyata dari Hana itu
"Va,kamu dimana? ini aku di depan IGD"
"Oh ya,aku di depan kamar perawatan. Karena operasi Alta sudah selesai"
"Di ruangan berapa?"
"VVIP 3"
"Oke kalau begitu aku kesana"
Beberapa saat kemudian terlihat Hana berjalan menghampiri Sheva yang masih duduk di depan kamar perawatan Alta
"Gimana Va keadaan kak Alta?"
"Operasinya berjalan lancar"
"Syukurlah,oh ya aku sudah mengajukan tuntutan pada Morgan atas nama kamu. Sekarang polisi masih dalam proses mengurus kasus ini"
"Terima kasih banyak ya Han,aku tidak menyangka dia berani melakukan hal sejauh ini"
"Aku sendiri sampai merinding Va,mantan suami kamu jadi toxic gitu sih. Sejak kapan coba dia belajar jadi preman seperti itu"
"Entahlah Han,oh ya kamu mau masuk?"
__ADS_1
"Enggaklah,besok aja ya. Titip salam aja ke kak Alta,kamu buruan mandi noda darah itu terlalu mencolok di kemeja biru kamu. Oh ya orang tua kamu juga sudah tahu soal hal ini,mereka baru di kantor polisi menemui Morgan"
"Kok bisa sih?"
"Bagaimana enggak,berita itu sudah tersebar kemana-mana bahkan kantor gempar otomatis papi kamu tahu lah"
"Aduh Han,mereka pasti khawatir banget"
"Tenang saja,tadi waktu aku ambil baju sudah ku katakan bahwa kamu baik-baik saja berkat kak Alta"
"Makasih ya Han,sekali lagi makasih banyak"
"Sama-sama,kalau gitu aku balik dulu ya"
"Hati-hati"
"Yoi"
Sheva kembali ke dalam dan melihat orang tua Alta yang duduk di sofa bersama
"Nak Sheva,ngobrol sama siapa di depan? kayaknya Tante dengar ada yang datang"
"Iya Tante, sekretaris saya mengantarkan baju barusan"
"Kok tidak di ajak masuk?"
"Dia buru-buru kembali ke kantor Tante,kondisi kantor jadi gempar karena kejadian ini"
"Oh ya om sama Tante mau minta tolong malam ini kamu tolong jaga Alta ya,soalnya malam ini kami ada acara makan malam dengan rekan papa Alta"
"Maaf sekali Sheva, sebenarnya om tidak ingin merepotkan kamu tapi klien satu ini sangat penting untuk om"
"Iya om tidak apa-apa,lagi pula Sheva juga merasa bertanggung jawab atas semua yang terjadi ini"
"Oh ya nanti ada sopir Tante yang mengantarkan beberapa barang-barang Alta"
"Baik Tante"
"Kalau begitu kita tinggal sekarang ya nak Sheva"
"Oh baik om Tante"
Kedua orang tua Alta kemudian pergi meninggalkan kamar perawatan,melihat Alta masih belum sadar Sheva berinisiatif mandi untuk membersihkan diri. Beberapa saat setelah selesai seorang suster masuk mengantarkan makanan untuknya
"Permisi nona saya mau mengantarkan makan malam"
"Tapi pasiennya belum bangun sus,di makan nanti tidak apa kan?"
"Ini untuk nona,pasien harus berpuasa sampai dokter memberi instruksi untuk makan"
"Oh terima kasih banyak sus"
"Sama-sama,kalau begitu saya permisi"
__ADS_1
Sheva duduk di bangku sebelah ranjang Alta,ia menatap laki-laki yang biasanya membuat ia tersenyum tiba-tiba terbaring lemah tak berdaya di atas ranjang pasien. Hati Sheva sedikit teriris mana kala mengingat kejadian tadi siang,ia merasa berhutang nyawa pada Alta,bahkan anda saja tidak ada dirinya pasti sekarang Sheva sudah jatuh ke perangkap Morgan atau bahkan kemungkinan terburuknya ia mati di tangan laki-laki itu.
Tak di sangka air mata Sheva menetes,entah kenapa ia tiba-tiba merasakan sakit melihat Alta mengorbankan diri untuknya. Ia merasa tidak sepantasnya Alta menjadi seperti ini hanya karena ingin melindunginya,dalam hati Sheva meski sekarang perasaannya masih belum bisa menerima rasa cinta kembali namun apa yang Alta lakukan ini cukup membuatnya berpikir kembali apakah pengorbanan Alta ini belum cukup membuktikan bahwa ia memang benar-benar mencintai dirinya.