Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 116


__ADS_3

Ryota melihat Sheva yang duduk di sebuah meja dengan menatap kosong ke arah jendela di sampingnya,ia menghampiri perempuan pujaan hatinya itu sambil membawa bucket lili putih di tangannya lalu menyodorkan itu ke depan Sheva sehingga membuatnya terbangun dari lamunan.


"Apa ini?" ucap Sheva sambil tersenyum


"Your favorite flower"


Sheva mengambil bunga itu dari tangan Ryota,namun kegelisahan di wajahnya tidak dapat di sembunyikan.


"Are you okay?" tanya Ryota lagi


"No" jawab Sheva sambil menatap Ryota dengan wajah sedihnya


"Kenapa? apa ada kabar buruk dengan mami kamu lagi?"


"Bukan itu"


"Lalu?"


"Morgan"


"Ada apa dengannya?"


"Dia kemari"


"Kemari? ke US maksud kamu?"


"Iya,tadi dia ke kantor. Entah bagaimana dia bisa tahu alamat kantor dan datang menemui ku"


"Apa yang dia inginkan kali ini?"


"Dia membawa surat hasil tes DNA putrinya,yang membuktikan bahwa anak itu bukanlah darah dagingnya"


"Jadi selama ini???"


"Ya,Kiara membohonginya. Entah anak siapa yang ia kandung selama ini"


"Kamu yakin itu bukan akal-akalan Morgan saja"


"Aku yakin karena rumah sakit ternama seperti Citra Medical tidak mungkin mengeluarkan hasil tes sembarangan"


"Lalu sekarang kamu mau apa?"


"Dia mengajakku kembali,namun aku sama sekali masih tidak bisa memaafkan kesalahannya"


"Sheva,saya tidak bermaksud menghalang-halangi keputusan kamu meski kamu mau kembali dengannya atau tidak. Tapi saya rasa selama ini kamu sudah mencoba berdamai dengan keadaan dan berusaha memperbaiki hidup dengan lari kemari,sekarang pilihan ada di tangan kamu"


Sheva terdiam,makanan yang ia pesan tiba dan pembicaraan itu harus berakhir disana berganti dengan menyantap makanan yang tidak boleh di biarkan dingin di meja. Setelah selesai makan Ryota mengantarkan Sheva untuk kembali ke kantornya,namun sesampainya di sana yang mengejutkan adalah Morgan yang berada di loby menunggu mantan istrinya itu. Wajah Sheva mendadak berubah menjadi kesal,Ryota yang menyadari hal itu ikut turun untuk menemaninya menghadapi masa lalu Sheva.


"Va,are you okay?" tanya Ryota


Sheva mengangguk pelan


Morgan yang melihat mantan istrinya itu langsung menghampirinya,namun kehadiran Ryota disana sama sekali tidak di pedulikan olehnya


"Va..." ucap Morgan


"Untuk apalagi kamu disini?" ucap Sheva dengan nada ketus


"Tolong Va,kasih saya kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki semua ini"


"Kamu lupa apa yang tadi saya katakan?"


"Saya tahu kesalahan ini memang fatal,tapi saya janji akan berubah menjadi laki-laki yang lebih baik lagi"


"Enough.... pergi kamu dari sini"


"Sheva tunggu"

__ADS_1


"Cukup,bisakah anda memahami perkataannya" ucap Ryota


"Wait,anda siapa ya main ikut campur urusan saya?" balas Morgan sambil menatap Ryota sinis


"Saya memang bukan siapa-siapa Sheva,namun saya berjanji pada orang tuanya untuk selalu melindungi dan menjaganya selama dia jauh dari rumah" tutur Ryota yang membuat Sheva sedikit tercengang


"Jangan ngarang anda,orang tua Sheva sama sekali tidak akan melakukan hal itu. Jelas mereka akan lebih memilih saya" balas Morgan dengan nada percaya diri


"Stop, apa-apan sih kalian? cukup ya,Morgan sekarang kamu pergi dari sini" ucap Sheva dengan nada tegas


"Tapi Va,aku mau ngomong sesuatu sama kamu"


"Security...." teriak Sheva


"Yes Mrs...." ucap security yang datang"


"Take this man out"


"Okay Mrs"


Security itu mempersilahkan Morgan untuk pergi,namun keras kepala Morgan sepertinya sama sekali tidak mengindahkan ucapan mereka. Akhirnya dengan terpaksa security menarik dan membawanya keluar sehingga Sheva dengan tenang bisa kembali ke ruangannya, sementara itu Ryota kembali ke dalam mobilnya kemudian pergi meninggalkan kantor Sheva.


Selama ini Sheva memang ingin melupakan kehidupan masa lalunya,ia sama sekali tidak ingin terlibat lagi dengan orang-orang yang sudah membuatnya sakit hati termasuk Morgan. Kala itu ia mendapatkan panggilan video call dari sang mami yang membuat kerinduannya begitu terobati


"Halo sayang...." ucap nyonya Lista


"Mami,Sheva kangen banget sama mami"


"Mami juga sayang,disini mami dan papi sudah menunggu kamu pulang"


"Pekan depan ya mi,Sheva janji begitu urusan disini selesai Sheva akan segera pulang"


"Mami percaya sama kamu,sekarang kamu sedang apa?"


"Di kantor mi"


"Oh ya sayang,Minggu lalu Ryota dan orang tuanya kemari"


"Mereka menawarkan kerja sama dengan perusahaan papi kamu yang ada di sini untuk membuka cabang di Jepang"


"Terus? kok papi nggak cerita ke aku? bahkan Ryota"


"Mami harap hubungan keluarga kita dan keluarga Ryota menjadi lebih baik lagi,mama Ryota begitu baik dan sangat menyanjung kamu"


"Oh ya mi,salam untuk papi ya"


"Iya sayang"


"Mi,Sheva matikan dulu ya. Ada klien datang"


"Iya sayang, kamu jangan lupa makan"


"Iya mi,mami juga jaga kesehatan"


Sheva pun mengakhiri panggilannya dan segera pergi ke lobby menemui kliennya,setelah selesai Sheva segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Ryota. Meski beberapa kali panggilannya tidak terjawab namun panggilan ke tujuh akhirnya di terima


"Halo Va,ada apa? maaf saya tadi sedang meeting"


"Oh,maaf mengganggu"


"Tidak tidak,ada apa? sepertinya penting sekali hingga kamu telfon berulang kali"


"Sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan ke kamu"


"Soal apa?"


"Soal kamu dan keluargamu yang datang menemui keluarga ku"

__ADS_1


"Oh itu,iya saya lupa mau cerita masalah itu ke kamu tadi"


"Sebenarnya ada apa?"


"Nanti saja ya kalau ketemu saya ceritakan semuanya"


"Baiklah,sepulang kantor kita ketemu di cafe biasa"


"Okay"


Sheva menutup ponselnya dan segera memandang ke arah jendela, gedung-gedung tinggi menjulang di hadapannya. Sempat ia berfikir keras kenapa Ryota tidak mendiskusikan masalah kerja samanya dengan perusahaan papinya yang ada di Indonesia,apa selama ini ada hal lain yang Ryota tutupi darinya.


Sore hari setelah jam kantor selesai,Sheva turun ke parkiran dan segera melajukan mobilnya ke cafe. Sesampainya disana ia menunggu Ryota yang tak kunjung tiba,beberapa saat kemudian ia datang membawa bucket bunga lili kesukaan Sheva


"Your favorite flowers" ucapnya sambil tersenyum


"Duduk..." balas Sheva ketus


"Ada apa Va,sepertinya kamu begitu merindukan saya"


"Aku mau tanya,tujuan kamu menemui keluarga ku apa? selain untuk bekerja sama"


"Saya hanya ingin mempererat tali persaudaraan kita"


"Saudara?"


"Iya,lagi pula kamu tidak akan mau jika saya memintamu untuk menjadi pendamping hidup"


Tiba-tiba dari arah pintu masuk terlihat Morgan yang datang dan akan menghampiri mereka,seketika suasana menjadi berbeda.


"Sheva ...." ucap Morgan


"Kamu bilang apa tadi? kamu minta aku buat jadi pendamping hidup kamu?" tanya Sheva pada Ryota


"Iya Va"


"Aku mau kok" jawab Sheva sambil menatap Morgan


"Kamu serius Va?"


"Ya,kita atur saja pertemuan keluarga kita"


"Sheva,kamu benar-benar tidak mau memperbaiki semua ini?" tanya Morgan


"Sepertinya kamu sudah dengar sendiri bukan,kalau aku dan Ryota sebentar lagi akan menuju jenjang lebih serius"


"Saya berharap kamu bisa memberikan kesempatan pada hubungan kita Va,tapi sepertinya perjuangan saya kemari untuk mendapatkan kamu kembali sia-sia"


"Sebaiknya simpan saja khayalan kamu itu dan urus kembali keluarga kamu yang berantakan"


Morgan tertunduk lesu dan berjalan keluar,terlihat ia sangat kecewa dan menyesali semua kesalahannya selama ini. Setelah tak terlihat lagi batang hidungnya,Sheva kembali fokus pada Ryota yang ada di hadapannya itu.


"Jadi kamu ingin kita bertunangan atau langsung menikah saja?" ucap Ryota


Sheva terdiam beberapa saat


"Va...." ucap Ryota lagi


"Sorry Ta,mungkin ucapanku tadi membuat kamu begitu berharap. Tapi maaf banget aku terpaksa melakukan itu hanya untuk mengusir Morgan dari hidup aku"


"Jadi kamu tidak benar-benar serius dengan ucapan kamu tadi?"


"Maaf,sekali lagi aku minta maaf"


"Saya gak paham sama kamu,ternyata kami tega mempermainkan perasaan saya hanya demi masalah pribadi kamu sendiri"


"Aku sudah minta maaf sama kamu,aku benar-benar nggak tahu lagi harus dengan cara apa mengusir dia agar menjauh dariku"

__ADS_1


"Cukup Va,mulai hari ini saya akan berhenti untuk berharap sama kamu. Karena rasanya percuma kalau saya terus berusaha untuk bisa masuk ke dalam hati kamu tapi disana masih ada orang lain yang diam-diam kamu simpan namanya" ucap Ryota yang kemudian pergi


"Ryota tunggu,Ryota ..." teriak Sheva


__ADS_2