Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 75


__ADS_3

Sheva lebih dulu selesai makan dan kembali ke kamar,saat Morgan mau menyusulnya tiba-tiba Bli Banu datang.


"Tuan...."


"Iya bli"


"Kado dari saya sudah di buka?"


"Belum bli"


"Kalau begitu ini saya buatkan saja" sambil memberikan segela minuman


"Ini yang tadi bli Banu berikan pada saya?"


"Betul tuan"


"Terima kasih bli" ucap Morgan sambil mengambil gelas itu


"Eh mau di bawa kemana tuan?"


'Ke kamar"


"Sebaiknya tuan minum di sini sekarang,nanti kalau non Sheva tahu malah di kira aneh-aneh"


"Oh ya sudah Bli"


Morgan menenggak habis minuman itu meski dengan exspresi sedikit meringis


"Segar kan tuan?"


"Iya bli,tapi agak pahit"


"Namanya juga jamu tuan"


"Ya sudah kalau begitu saya ke kamar dulu"


"Baik tuan"


Morgan masuk ke kamar dan melihat Sheva bingung dengan pakaian-pakaian yang tercecer di lantai


"Kamu kenapa sayang? kenapa bajunya kamu keluarkan semua?"


"Ini siapa sih yang menata koper?"


"Mama aku sama mami kamu.kenapa?"


"Astaga?"


"Kenapa sayang?"


"Kamu lihat ini"


Morgan melihat satu koper penuh berisi lingerie dan membuatnya tertawa


"Kok ketawa sih?"


"Sebegitunya mama ingin kita segera punya anak"


"Nggak"


"Kok nggak sayang,kenapa?"


"Pokoknya nggak ya"


Sheva merapikan baju-baju itu dan segera naik ke atas tempat tidur,sementara itu jamu yang Morgan minum mulai menunjukkan reaksi. Adiknya mulai bangun dan tatapannya pada Sheva terasa aneh,ia menghampiri tempat tidur dan tiba-tiba Sheva terkejut dengan kehadiran Morgan yang sudah berada di sebelahnya


"Ka kamu mau ngapain?"


"Sayang,ini kan malam pertama kita"


'Enggak,kamu tidur di sofa ya"


"Mana bisa begitu sayang?"


"Pokoknya aku tidak mau tidur di tempat tidur yang sama dengan kamu"


"Tapi Va...."

__ADS_1


"Pergi gak?"


Morgan turun dari tempat tidur,kemudian duduk di sofa sebentar. Tiba-tiba ia tidak tahan dan segera naik ke tempat tidur lagi dan menghampiri Sheva,ia memegang lengan istrinya yang sedang asyik memainkan ponselnya


"Morgannnnn......" teriak Sheva sekencang mungkin


"Ayolah sayang...."


"Aaaaaaa gak mau"


Morgan menekan bahu Sheva hingga membuatnya susah melawan,saat Morgan ingin menicumnya tiba-tiba Sheva mengambil langkah menendang ************ suaminya dan berhasil membuatnya lolos.


Sheva kemudian keluar kamar dan berlari,bli Banu dan istrinya yang sedang membersihkan sisa makan malam begitu terkejut saat Sheva berteriak menghampiri mereka.


"Non Sheva,ada apa?"


"Mbak,tolongin saya"


"Ada apa mbak?"


"Itu bli Morgan seperti kerasukan"


"Kerasukan....??"


Morgan datang sembari memegang bagian bawahnya


"Sayang kenapa kamu tendang??"


"Pergi jangan dekat-dekat...." teriak Sheva yang bersembunyi di balik tubuh istri bli Banu


"Tuan baik-baik saja?" tanya bli Banu


"Sedikit linu bli"


Melihat Morgan yang sedang mengobrol dengan bli Banu membuat Sheva memanfaatkan moment ini untuk kembali ke kamar dan mengunci pintunya.


"Sayang kamu mau kemana?" teriak Morgan yang menghampiri kamar pengantin mereka


Morgan menggedor-gedor pintu begitu sadar kalau Sheva menguncinya


"Sayang,kenapa di kunci? saya tidur dimana?"


"Tapi kita sudah suami istri"


"Bodoh amat aku tidak peduli"


"Va please buka pintunya"


Morgan merasa usahanya sia-sia dan ia memutuskan berhenti menggangu istrinya yang keras kepala itu. Ia merebahkan diri di sofa ruang keluarga sebelum akhirnya tertidur,bli Banu yang terbangun tengah malam dan mengetahui Morgan yang tidur di luar membuatnya merasa bersalah. Ia kemudian mengambil selimut dan menautkannya ke tubuh Morgan agar tidak kedinginan.


Keesokan harinya Sheva terbangun di jam 08.00 sementara itu ia melihat Morgan yang sudah berjemur di tepi kolam renang,ia kaget bagaimana mungkin suaminya bisa masuk ke kamar.


"Kamu gimana bisa masuk ke sini?"


"Kamu lupa kalau kamar ini terhubung langsung ke pintu keluar?"


"Tapi kamu semalam tidak tidur di kamar kan?"


"Tenang saja,kamu masih aman kok. Untuk sementara ini sih"


"Awas aja kalau kamu berani macam-macam"


Tiba-tiba ponsel Sheva berdering,ternyata itu video call dari mami dan papinya.


"Halo mi"


"Morning sayang,kok sudah bangun?"


"Morning mi,iya Sheva lapar"


"Oh ya pastinya lapar kan semalam habis ehemb ehemb"


"Mami apan sih"


"Oh ya nak Morgan mana?"


"Ada tuh di dekat kolam lagi berjemur"

__ADS_1


Tiba-tiba Morgan yang masih bertelanjang dada duduk di samping Sheva dan menyapa mertuanya


"Morning mi,pi"


"Hay halo Morgan. Aduh pagi ini kalian pada ceria sekali"


"Mami sama papi apa kabar?"


"Baik Morgan,kalian di sana jaga diri jaga kesehatan oh ya jangan lupa di lembur biar cepat jadi cucu mami dan papi"


'Siap mi,pi"


"Apaan sih,mi pi Sheva tutup dulu ya. Mau sarapan nih,lapar"


"Iya sayang,kalau begitu bye pengantin baru"


Sheva mematikan telfonnya dan menatap Morgan yang masih menempel di sampingnya


"Apa-apaan sih.... mandi sana"


"Mau mandi bareng"


"Ogah...."


"Kesempatan tak datang dua kali loh"


"Bodoh amat" ucap Sheva yang kemudian keluar dari kamar


Di dapur sudah ada istri bli Banu yang menyiapkan sarapan untuk mereka


"Selamat pagi non"


"Pagi mbak"


"Tuan Morgan belum bangun?"


"Sudah kok baru mandi"


"Oh,non Sheva mau sarapan apa biar saya buatkan"


"Mbak bisa buat sandwich?"


"Bisa non,plus telur setengah matang?"


"Wah mantab,boleh dong satu"


"Baik non tunggu sebentar"


"Oh ya mbak,bli Banu kemana?"


"Ada di depan non baru membersihkan pekarangan depan"


"Mbak sama bli sudah lama tinggal di sini?"


"Di Bali maksdu non?"


"Di vila maksud saya"


"Oh tidak non,kami ke vila setiap hari tapi tidak tinggal di sini. Kebetulan rumah kami dekat dengan vila"


"Keluarga William sering kemari?"


"Jarang sih non,palingan tuan Morgan yang sering kemari"


"Morgan?"


"Iya,kapan itu tuan Morgan kemari bersama seorang wanita. tapi sepertinya bukan non Sheva"


"Kapan mbak?"


"Kira-kira satu tahun yang lalu"


Sheva terdiam dan berpikir kira-kira siapa yang Morgan ajak kemari


"Ini non sandwichnya"


"Terima kasih mbak"

__ADS_1


"Sama-sama non"


Sheva melahap sandwich itu dengan pikiran yang penuh tanda tanya soal siapa perempuan yang datang bersama Morgan kemari,setahun yang lalu bukankah dia sedang meneruskan kuliahnya di US.


__ADS_2