Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 90


__ADS_3

Sesampainya di depan rumah,Hana mencoba meyakinkan sahabatnya bahwa ia baik-baik saja untuk mengemudi sendiri menuju rumah.


"Va,are you okey?"


"Yes,im okay"


"Kamu hati-hati ya,jangan ngebut. Ingat aku sayang sama kamu Va"


"I miss you to Han"


Sheva segera pergi begitu melihat Hana melambaikan tanggannya,sesaat ia tiba di depan rumah dan security membuka gerbang untuknya.


"Tumben sudah pulang non" sapa security begitu melihat Sheva turun dari mobil


Sheva hanya tersenyum,dua security yang berdiri di depan pos penjagaan nampak bingung mana kala melihat Sheva yang berlinang air mata.


Ia segera berjalan menuju kamar dan mengambil koper yang berada di pojok ruangan,setelah itu ia mengambil beberapa baju miliknya yang kemudian ia packing ke dalam koper tersebut.


Setelah semua selesai ia duduk di tepi ranjang sambil menangis,dari sana terdengar suara mobil Morgan yang masuk ke halaman rumah.


"Siang tuan...." sapa asisten rumah tangga


"Istri saya...."


"Non di kamar tuan"


Morgan segera berlari ke kamarnya dan sesampainya di sana ia meliahat koper yang berdiri di dekat pintu,ia masuk dan segera mendapati Sheva yang masih menangis di tepi ranjang. Morgan menghampirinya dan duduk di sebelahnya dengan perasaan bersalah


"Sayang,saya mohon berikan saya kesempatan untuk meminta maaf kali ini.Saya tahu saya salah,saya berbohong karena tidak menjelaskan siapa yang makan bersama saya tadi"

__ADS_1


"Cukup.... aku tidak mau dengar lagi soal perempuan itu"


"Tapi tolong percaya sama saya kalau memang saya tidak punya hubungan apapun dengannya"


"Aku berharap aku percaya dengan semua omongan kamu itu,tapi hatiku menolak saat tahu kamu pernah punya masa lalu dengannya"


"Masa lalu apa Va....?"


"Sudah Morgan,kamu sama sekali tidak ada niat untuk jujur semuanya ke aku"


"Soal apa?"


"Soal kalau kamu pernah ada hubungan dengan Kiara"


"Va,astaga berapa kali saya harus bilang kalau memang antara saya dan Kiara tidak ada hubungan apapun"


"Stop Morgan,aku sudah tahu semuanya. Saat kamu memutuskan perjodohan kita dan pindah ke US sebelumnya kamu hidup dengannya di Bali bukan? di vila di mana kita honeymoon kemarin"


"Nggak penting aku tahu dari mana,yang penting sekarang aku paham sekali kalau memang wanita itu ada hubungan sama kamu"


"Va semua itu hanyalah masa lalu"


'Masa lalu? ya memang masa lalu dan fakta bahwa kamu pernah tidur dengan dia juga mas lalu"


Morgan terkejut,bagaimana istrinya bisa berkata seperti ini


"Va kamu boleh marah sama saya tapi kenapa kamu bisa bilang antara saya dan Kiara pernah melakukan hubungan seperti layaknya kita"


"Memang benar? atau jangan-jangan kamu pura-pura lupa?"

__ADS_1


"Saya sama sekali tidak pernah tidur dengan perempuan manapun kecuali kamu"


"Hahh.... lingerie merah itu milik dia kan? pantas saja waktu itu kamu begitu kaget saat aku yang mengenakannya" ucap Sheva yang berjalan menuju pintu sambil membawa kopernya


"Kamu mau kemana....?"


"Bukan urusan kamu...."


"Jelas itu urusan saya,kamu istri saya Va"


"Aku tidak bisa hidup seatap dengan laki-laki yang tidak bisa jujur dengan istrinya sendiri" ucap Sheva yang melangkah keluar


"Va tunggu...." teriak Morgan begitu melihat Sheva yang sudah masuk ke dalam lift


Tak ingin kehilangan istrinya,Morgan mengejar dengan menuruni anak tangga menuju lantai bawah


Melihat istrinya yang sudah memasukkan koper ke bagasi membuat Morgan kehilangan kesabarannya,security dan asisten rumah tangga melihat pertengkaran mereka.


"Sheva,apapun masalah yang ada di dalam rumah tangga kita. Tidak sepantasnya kamu pergi dari rumah dengan cara seperti ini"


"Lepas,aku tidak mau lihat muka kamu lagi" ucap Sheva yang hendak masuk ke dalam mobil


Morgan yang benar-benar kehabisan akal langsung menggendong tubuh mungil istrinya dan membawanya masuk ke dalam,Sheva berteriak sambil memukul dada bidang suaminya


"Lepaskan.... dasar orang gila"


"Saya gila juga karena kamu"


Sheva masih terus berteriak namun Morgan tak mengindahkannya dan langsung melemparkan istrinya ke atas ranjang begitu sampai di kamar. Tak lupa ia mengunci pintu supaya Sheva tidak kabur,berkali-kali Sheva mencoba melarikan diri namun Morgan menggagalkannya. Kali ini ia mengikat tangan istrinya ke ranjang dan menelanjanginya,mungkin kemarahan becampur dengan rasa rindu membuat Morgan meniduri istrinya dengan kasar,hingga tak mempedulikan Sheva yang berteriak kesakitan.

__ADS_1


Dua jam bergelut di atas ranjang membuat Morgan kelelahan,ia melepaskan ikatan di tangan Sheva saat melihat istrinya yang tengah terkulai tak berdaya. Tak lupa ia menyilapkan selimut menutupi tubuh mungil istrinya itu


"Maafkan saya Va,kalau saja kamu tidak membuatku marah saya pasti tidak akan melakukannya dengan cara seperti ini" ucap Morgan sambil mencium kening istrinya kemudian terlelap di samping Sheva


__ADS_2