
Sheva dan Alta menjadi pusat perhatian orang-orang,dengan percaya diri penuh Sheva berjalan menuju mejanya. Di sana sudah ada Steven,Ferly,Hana dan juga Rania. Mereka duduk di satu meja yang sama,meski acara tidak semeriah pesta Sheva dan Morgan namun tamu yang hadir di sana beberapa mengenal keluarga Sheva dengan baik. Ada yang merasa kasihan dengan Sheva ada pula yang merasa Sheva begitu berani datang ke acara pernikahan mantan suaminya yang baru bercerai beberapa bulan yang lalu.
Sheva hanya duduk melihat rangkaian acara,setelah selesai kedua orang tua Morgan menghampirinya,dengan tatapan sedih nyonya William berdiri di samping Sheva
"Halo tante" sapa semuanya kecuali Sheva yang hanya tersenyum
"Sheva,terima kasih sudah datang ya. Terima kasih sudah menyelamatkan nama keluarga tante juga" ucap nyonya William
Semua tahu kekecewaan dalam hati Sheva,ia rela kehilangan rumah tangganya yang baru seumur jagung demi menutupi aib keluarga mantan suaminya itu.
Setelah semua acara selesai,saatnya sesi foto. Morgan mengajak para sahabatnya,selesai berfoto mereka membisikkan sesuatu pada Morgan yang membuat exspresinya berubah drastis
"Memangnya loe nggak pakai pengaman Gan? bisa sampai kebobolan gitu" ucap Steven
"Iya,mana masih cantikan Sheva jauh lagi" celetuk Ferly sambil tertawa
"Kali ini saya tidak akan tinggal diam dan tidak akan membiarkan lagi Sheva jatuh ke tangan yang salah,saya akan menjaganya sampai kapanpun" ucap Alta dengan nada geram
Selesai acara Morgan dan Kiara turun dari pelaminan untuk menyapa para tamu,Kiara juga menghampiri meja Sheva dan teman-temannya untuk meminta maaf
"Hay Sheva...." ucap Kiara
Sheva hanya terdiam tak menjawab ataupun menatapnya
"Saya sangat berterima kasih sekali karena kamu mau melepaskan Morgan untuk saya,berkat kamu bayi yang ada di dalam kandungan saya ini tidak akan hidup tanpa sosok papanya"
Ucapan Kiara itu membuat Hana dan Rania begitu geram,meraka tak menyangka bahwa Kiara tidak punya malu sama sekali
"Idih dapat suami hasil ngerampas saja bangga" ucap Rania
"Lagi pula murahan sekali sih sampai tidur sama suami orang,segitu nggak lakunya kamu?" imbuh Hana
"Excuseme?? seharusnya saya yang bilang gitu ke teman anda ya. Sebelum suami saya ini menikah dengan teman kalian ini dia lebih dulu berpacaran dengan saya,jadi siapa sekarang yang disini jadi perebut?" ucap Kiara membela diri
"Lain kali kalau mau bersaing ngaca dulu gih,saya tidak keberatan memberikan sisa saya pada perempuan seperti kamu. Asal kamu tahu ya,setengah aset keluarga William adalah atas nama saya" ucap Sheva yang kemudian pergi meninggalkan tempat itu
Hana dan yang lain terkejut mendengar ucapan Sheva barusan,seperti tidak menyangka ternyata Sheva secerdik itu. Memang benar bahwa keluarga William telah memindahkan setengah dari asetnya atas nama Sheva sebagai hadiah karena telah menyetujui perjodohan mereka dulu. Namun tanpa sepengetahuan orang lain termasuk sahabatnya sendiri,maka dari itu Sheva merasa menang atas segalanya meski harus kehilangan suaminya namun aset dari keluarga mereka sudah berada di tangannya setengah dari keseluruhan.
__ADS_1
"Sheva kamu mau kemana?" tanya Alta yang mengejarnya
"Aku mau balik,sudah selesai juga kan?"
"Saya antar ya?"
"Tidak perlu,kamu harus tetap disini sebagai sahabatnya. Aku masih ada banyak urusan di kantor dari pada harus melihat apa yang ada disini" ucap Sheva melangkah keluar
Ternyata sedari tadi sopir maminya sudah menunggu di luar untuk menjemputnya,sesuai instruksi tuan Robert ia boleh datang asal hanya sebentar. Alta memandang Sheva yang begitu kuat menghadapi masalah sebesar ini sendirian,selain itu ia harus rela mana kala kehilangan suaminya di usia yang masih cukup muda tersebut.
Sesampainya di rumah tuan Robert dan nyonya Lista menyambutnya dengan pelukan,mereka tahu apa yang di rasakan putrinya itu cukup berat.
Setelah acara itu pernikahan Morgan dan Rania,Sheva tidak pernah sekalipun bersama menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Ia memilih menyibukkan diri di kantor dengan beberapa pekerjaan lainnya,hingga suatu hari tuan Robert menaikkan jabatannya dan mempercayai Sheva untuk memegang perusahaan internasional milik keluarga yang ada di Amerika.
Hari ini ia berencana untuk berpamitan dengan seluruh jajaran karyawan yang pernah bekerja dengannya,namun sayang Hana tidak dapat hadir karena cuti tahunan ia habiskan untuk berlibur ke kampung halamannya bersama mama dan juga Steven. Meski begitu Sheva nampak senang bisa memiliki asisten sepertinya,hari terakhir ia berada di kantor itu sebelum akhirnya terbang ke Amerika sesuai perintah tuan Robert.
Pagi-pagi sekali Sheva sudah bangun dan menemui maminya yang menyiapkan barang-barangnya di bawah,nyonya Lista nampak sedih harus melepaskan putrinya yang memilih jalan ini demi menenangkan hati.
"Mi....." ucap Sheva sambil memeluk nyonya Lista dari belakang
"Mi,mami kenapa sedih?"
"Mami tidak tahu harus sedih atau bahagia karena putri mami bisa move on dari masa lalunya. Tapi mami juga sedih harus kehilangan putri mami yang paling bungsu"
"Mami tenang saja ya,Sheva akan selalu video call mami. Ucapkan selamat malam sebelum tidur"
"Mami harap keputusan kamu ini bisa membuat kamu bahagia sayang"
"Iya mi,do'akan Sheva supaya bisa menjaga amanah papi"
"Iya sayang,pasti"
Tuan Robert datang memberikan pasport dan juga tiket pesawat yang baru saja di antarkan oleh orang kepercayaannya pada Sheva,ia menatap putrinya itu dengan penuh senyuman
"Papi yakin,kamu pasti bisa melewati ini semua" ucap tuan Robert
Sheva tersenyum dan memeluk kedua orangtuanya itu,tepat pukul 13.00 Sheva di antar oleh tuan dan nyonya Robert ke bandara. Sebelum memasuki pesawat Sheva berpeluk rindu melepaskan semuanya kepada mami dan papinya yang setia mendukung dirinya sampai kapanpun.
__ADS_1
Setelah Sheva terbang tuan Robert dan istrinya pulang ke rumah,sesampainya mereka tiba nampak Alta menunggu di depan bersama mobilnya.
"Permisi om,tante...."
'Eh Alta" ucap nyonya Lista
"Tante,om Shevanya ada?"
"Sheva pergi"
"Pergi kemana ya tante? sudah seminggu ini nomernya tidak bisa di hubungi,apa saya bisa bertemu dengan Sheva?"
"Sheva pindah ke US" celetuk tuan Robert
Alta terkejut mendengarnya dan hampir tak percaya
"US om???"
"Iya"
"Kapan?"
"Barusan kami mengantarkannya ke bandara"
"Enggak om,ini nggak mungkin" ucap Alta yang buru-buru masuk ke dalam mobilnya
"Percuma kamu ke bandara,pesawatnya sudah lepas landas" ucap tuan Robet
"Om boleh saya minta nomer telfon Sheva dan alamatnya disana?"
"Alta,biarkan putri saya melanjutkan hidupnya disana"
"Om saya sayang sama Sheva,selama ini saya rela mengalah hanya karena om dan tante telah menjodohkannya dengan laki-laki lain yang ternyata justru menyakitinya. Tolong om saya sangat sayang sama Sheva"
"Kalau memang kamu sayang sama dia,kamu harus bersabar. Cepat atau lambat dia pasti akan menghubungi kamu"
Alta hanya bisa pasrah mendengar ucapan tuan Robert itu,ia sama sekali tidak mengira harus kehilangan lagi orang yang begitu di cintainya.
__ADS_1