Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 51


__ADS_3

Mobil Ryota berwarna merah menyala itu sudah terparkir di depan resort,ia berjalan keluar bersama Sheva bersama kedua orang tuanya.


"Terima kasih Mr.Namoko dan Mrs.Grazia sudah mengizinkan saya untuk berkeliling di tempat yang sangat indah ini"


"Sama-sama Sheva,kamu hati-hati ya"


"Baik"


Ryota membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Sheva masuk,tak lama mereka pun mulai melaju menuju hotel. Di perjalanan Sheva hanya diam sambil mengecek terus ponselnya,sedari tadi sahabatnya tidak memberinya kabar apapun. Ia khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi pada Hana,ternyata Ryota menyadari kepanikan Sheva. Ia mencoba bertanya apakah perempuan di sampingnya itu baik-baik saja


"Are you okey?"


"Hah,i'm okey"


"Seriously?"


"Yes"


"Kalau butuh bantuan kamu bisa kok minta tolong sama aku"


"Nggak,nggak usah"


"Kamu yakin?"


"Iya"


"Okey"


Beberapa saat kemudian mereka sampai di depan lobby hotel,Ryota turun dan berjalan membuka kan pintu untuk Sheva namun justru keduluan olehnya.


"Aku bisa sendiri" ucap Sheva sambil keluar dari mobil ferari aventador berwarna merah menyala itu


Ryota masih menatap Sheva yang menggerutu menunggu jawaban dari seseorang


"Kamu yakin baik-baik saja?" tanya Ryota lagi sebelum pergi


"Yaps"


"Okey kalau begitu aku balik dulu"


"Okey terima kasih"


Ryota masuk ke dalam mobilnya dan pergi,sementara itu Sheva segera berlari ke meja reseptionis dan bertanya apakah sahabatnya sudah mengambil kunci kamar. Namun pihak reseptionis menerangkan bahwa belum ada seseorang yang meminta kunci kamarnya. Sheva kemudian berjalan menuju lift untuk kembali ke kamarnya,ia merasa masih belum tenang karena hari sudah malam namun Hana masih belum kembali.

__ADS_1


Mencoba mengurangi kepanikannya ia berendam di dalam buth up sambil mendengarkan alunan musik,tak berselang lama ia pun selesai namun masih belum ada tanda-tanda kehadiran Hana.


Sheva segera mengenakan baju dan turun menuju lobby,ia memberitahu kepada petugas bila mana melihat sahabatnya di harap untuk menghubungi telfon kamarnya. Security meminta agar Sheva tidak terlalu mengkhawatirkan temannya,pergi dengan laki-laki yang baru di kenal merupakan hal yang wajar di negara ini.


Sheva akhirnya kembali ke kamar dengan rasa putus asa,ia merebahkan diri di atas tempat tidur dan entah pada hitungan ke berapa matanya sudah terlelap dalam dunia mimpi.


Keesokan harinya,suara benda jatuh membuat Sheva terbangun. Ia duduk di atas tempat tidur sambil mengusap-usap matanya yang kabur. Tiba-tiba pandangannya berubah saat Hana menjatuhkan diri di sebelahnya,dengan pakaian berantakan. Seketika Sheva panik dan mencoba membangunkan sahabatnya itu,Hana yang merasa bahwa sahabatnya akan mengintrogasi segera duduk dengan tegap.


"Kamu dari mana saja Han?"


"Habis jalan sama Farhan"


"Dan baru balik?"


"Enggak sih,semalem aku tuh capek banget habis di ajak Farhan keliling ke festival lampion. Katanya kamu mau kesana,tapi mana kok nggak ketemu"


"Astaga aku lupa kalau Mr.Namoko merubah pertemuan itu menjadi di resortnya"


"Pantesan aja kamu nggak ada"


"Terus kenapa baru balik?"


"Nah karena terlalu capek aku tuh mampir sebentar di kamar Farhan,tapi malah ketiduran disana"


"Hah ketiduran?"


"Meski dia gak apa-apain kamu tetap saja itu hal yang nggak baik"


"Udahlah Va,aku nggak mau ya pagi-pagi begini ribut masalah Farhan. Kapan sih kamu setuju aku dekat sama cowok?"


"Ya bukannya nggak setuju Han,hanya saja aku khawatir kalau Farhan...."


"Farhan cowok nggak bener? karena aku baru pertama ketemu sama dia?" ucap Hana memotong ucapan Sheva


"You know lah"


"Kamu tenang saja,dia cowok baik-baik dan aku masih bisa jaga diri"


"Ya udah deh terserah kamu. Aku mau mandi,oh ya hari ini Mr.Namoko mengundang kita ke acara peresmian galeri istrinya. Dan kamu harus datang"


"Kita nggak jadi balik ke Indo?"


"Besok,Mr.Namoko meminjamkan jet pribadinya untuk mengantarkan kita"

__ADS_1


"Seriusan?"


"Iya"


"Tapi rencanya aku mau balik bareng Farhan besok"


"Terserah kamu deh,capek"


Hana tersenyum sambil menatap Sheva yang hilang di balik pintu kamar mandi,ia merasa semalam adalah hal yang menyenangkan seumur hidupnya.


Seharian ini Sheva menghabiskan waktu di cafe yang ada di hotel sambil menghandel urusan pekerjaan yang ada di Jakarta,karena kedua orang tuanya belum kembali dari Itali maka mau tidak mau ia harus mengurus semua ini sendirian. Tak sadar waktu tinggal dua jam menuju pesta,tiba-tiba beberapa pengawal Mr.Namoko datang menghampiri Hana dan Sheva yang duduk di cafe


"Selamat sore Mrs.Sheva"


"Iya sore,ada apa ya?"


"Saya di minta Mrs.Grazia untuk menjemput anda"


"Acaranya kan masih nanti malam"


"Saya kurang tahu soal itu nona,saya hanya di minta menjemput anda"


"Baiklah,Han kamu beresin ini semua terus bawa ke kamar ya. Untuk alamatnya nanti aku share lokasi ke kamu"


"Okey"


Sheva bergegas ikut orang-orang itu masuk ke dalam mobil,di perjalanan Sheva hanya terdiam dan bingung kenapa keluarga Mr.Namoko hoby sekali meminta orang untuk ikut kemauan mereka tanpa persetujuan terlebih dahulu. Mobil pun berhenti tepat di depan loby pusat kecantikan terbesar di negara itu,Sheva turun dari mobil sambil menatap takjub.


Tiga orang wanita datang menghampirinya dengan senyum yang lebar


"Welcome in NavaroQueen nona Sheva,saya Jia manager di sini. Saya di minta Mrs.Grazia untuk membantu anda bersiap untuk acara nanti malam"


Sheva hanya tersenyum dan mengikuti mereka masuk ke dalam,pemandangan yang sangat membuat Sheva kagum. Di sana bak surga perempuan,segala macam kebutuhan wanita ada di sana. Mereka mulai melakukan berbagai treatment dan kebutuhan Sheva,hingga ia tak sadar jam sudah memasuki pukul 18.00.


Sheva keluar dari ruang ganti dan berdiri di depan cermin,ia menatap wajahnya yang berubah dengan penampilan paripurna beserta gaun mewah yang membalut tubuh indahnya.



Setelah selesai memakai gaun,haristylish menambahkan beberapa kesan elegan pada rambut Sheva,sekarang ia siap berangkat menuju ke pesta. Tepat pukul 19.00 Sheva sampai di altar resort Mr.Namoko,para tamu menatapnya dengan senyum. Beberapa laki-laki berkulit putih menatapnya dan mencoba mengajaknya bergandeng sebagai pasangannya,namun Sheva menolak karena tujuannya kemari untuk menghadiri undangan sang tuan rumah bukan mencari kekasih.


Memasuki aula Mr.Namoko dan Mrs.Grazia tersenyum senang pada Sheva,mereka menatap Sheva dengan terpukau


"Memang ya,mutiara mau di poles seperti apapun akan nampak berkilau" ucap Mr.Namoko membuat Sheva malu

__ADS_1


"Cantik sekali pap,andai saja mereka bisa lebih dari ini" ucap Mrs.Grazia


Sheva sama sekali tidak paham dengan ucapan Mrs.Grazia barusan,namun ia tidak mau ambil pusing dan segera mengucapkan selamat kepadanya atas peresmian galeri baru miliknya. Tak berselang lama acara pun segera di mulai,Mrs.Grazia mengajak Sheva duduk di kursinya sambil menyaksikan runtutan acara.


__ADS_2