Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 55


__ADS_3

Setelah melihat Sheva kembali,ia segera menutup telfonnya dan menghampiri perempuannya yang duduk di sofa.


"Bagaimana meetingnya?"


"Lancar"


"Oh ya,tadi aku dengar ada ribut-ribut di luar. Ada apa?"


"Tidak,hanya ada beberapa karyawan yang penasaran sama kamu"


"Astaga ku kira ada apa"


"Kita makan siang?"


"Okay"


"Han,kamu mau makan siang apa?" ucap Sheva


"Aku mau makan bareng Farhan Va,kebetulan dia ada di sekitar kantor"


"Oh gitu,ya sudah tapi jangan terlambat kembali ke kantor ya. Karena setengah dua kita harus segera ke bandara"


"Oke deh,kalau gitu aku keluar dulu ya"


"Oke"


Ryota menatap Sheva yang begitu bersemangat bekerja,ia duduk di depan Sheva sambil tersenyum


"Kamu kenapa?" ucap Sheva yang merasa ada yang aneh dengan kekasihnya itu


"Nggak kok"


"Terus kenapa lihatin aku begitu?"


"Aku masih penasaran aja bagaimana cara kamu membuat aku kagum dan jatuh hati"


"Lah ini orang malah ngelawak"


Gina yang melintas di depan ruangan Sheva berhenti seketika saat mendengar Sheva berbicara dengan seseorang menggunakan bahasa asing,ia merasa penasaran dan membuka pintunya tanpa mengetuk terlebih dahulu. Sontak Sheva dan Ryota di buat kaget olehnya


"Gina... kenapa tidak ketuk pintu lebih dulu?"


"Sorry Va,aku kira kamu lagi ngomong sama siapa? soalnya terdengar asing begitu bahasanya"


"Oh,memang karena aku ngobrol pakai bahasa Jepang"


"Maaf menggangu" ucap Gina yang kemudian keluar meninggalkan Sheva bersama Ryota


Sheva merasa bingung karena sejak kejadian semalam Gina terlihat agak sungkan kepadanya


"Siapa tadi?"


"Sepupu aku,dia karyawan di sini juga"


"Oh begitu"


"Jadi kita mau makan siang atau ngobrol saja?"


"Iya,kita mau makan dimana?"


"Di kantin kantor saja bagaimana? karena kita tidak punya banyak waktu untuk pergi keluar"


"Baiklah"

__ADS_1


Sheva dan Ryota turun ke kantin,setiap karyawan yang melintas melihat mereka. Sampai di kantin Sheva memesankan gado-gado untuk Ryota


"Apa ini?"


"Coba deh,ini namanya Gado-gado . Kamu pasti akan suka"


Ryota mencoba sesuap dan benar saja ia menyukai makanan itu


"Hmmm enak," ucap Ryota


Tiba-tiba Damar datang menyapa Sheva sambil menatap Ryota penuh selidik


"Sheva,kamu kapan balik?"


"Hay Damar,semalam"


"Ini..."


"Oh ya perkenalkan ini Mr.Ryota dia adalah anak dari klien perusahaan kita"


"Oh begitu"


"Perkenalkan nama saya Damar" ucapnya sambil mengulurkan tangan


Ryota menjabat tangan Damar dan bertanya apakah kamu bisa berbahasa Jepang dengan bahasa khas negaranya


"Va,dia ngomong apa?"


Sheva lalu menjelaskan kepada Ryota bahwa Damar tidak dapat berbicara menggunakan bahasanya,Ryota mengangguk sambil mengucapkan "Sorry"


"Jadi kamu komunikasi dengan dia menggunakan bahasa Jepang?" ucap Damar


"Ya tentu"


"Apaan sih,kamu nggak makan?"


"Ini mau pesan"


"Oh okay"


"Aku boleh kan duduk di sini bareng kalian"


"Embbbb,.... boleh"


"Okay,tunggu sebentar aku akan pesan makan dulu"


"Kamu tidak keberatan jika dia duduk bersama kita?" tanya Sheva pada Ryota


"Kenapa harus keberatan?"


"Ya siapa tahu kamu merasa tidak nyaman nanti"


"It's okay"


Sheva tersenyum dan melanjutkan makan siang mereka,tak berapa lama Damar kembali dengan nampan berisi makanan di tangannya. Ia makan dengan santai di depan Ryota dan Sheva,hingga saat Ryota dan Sheva selesai makan Damar masih tetap santai.


"Oh ya Damar,aku duluan ya"


"Yah kalian udah mau pergi aja?"


"Iya kita sudah selesai"


"Ngobrol aja dulu di sini,kan jam istirahat masih lima belas menitan"

__ADS_1


"Sorry Damar,aku harus segera menyiapkan dokumen karena jam 14.00 aku dan Ryota harus terbang ke Surabaya"


"Kalian berdua?"


"Bertiga,sama Hana juga kok"


"Oh ya sudah aku kira berdua saja"


"Kalau begitu kita pergi dulu ya"


"Okay,hati-hati ya Va"


Sheva tersenyum dan berdiri,Ryota berjalan di sampingnya dan melingkarkan lengannya di pingang Sheva. Sontak Damar yang melihat itu merasa terkejut karena tidak seharusnya Ryota melakukan itu pada wanita yang Damar sukai.


Ternyata Ryota merasakan perasaan ketertarikan Damar pada Sheva,maka dengan itu ia sengaja meletakkan lengannya di pinggan Sheva sebagai tanda bahwa perempuan di sampingnya itu adalah milik dia.


erm


Sesampainya di ruangan Sheva dan Ryota segera mengambil tas dan dokumen lalu berangkat menuju ke Bandara,di perjalanan Sheva menghubungi Hana dan memintanya untuk segera menyusulnya.


Tepat pukul 14.00 pesawat mengudara menuju Surbaya,di dalam pesawat Hana hanya duduk dan berswafoto karena baginya ini pertama kali naik pesawat pribadi mewah. Sementara Sheva dan Ryota memilih untuk mempelajari dokumen proyek yang ada di Surbaya,tepat pukul 16.30 mereka sampai di kota pahlawan itu. Sheva meminta agar Hana segera menghubungi kepala proyek untuk mengumpulkan semua karyawan yang terlibat dalam proyek tersebut di ruangan meeting kantor cabang. Sebelum Sheva datang tidak ada yang boleh pulang termasuk kepala mandor yang korupsi itu.


Mobil berhenti di depan loby kantor,semua karyawan menatap Sheva dengan penasaran karena mereka tidak tahu siapa dia. Selama ini Sheva tidak ingin identitasnya di publikasikan sebagai anak dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja kecuali di kantor pusat.


Sheva,Ryota,dan Hana masuk ke dalam ruang meeting. Semua yang ada di sana menatapnya bingung,salah satu dari mereka bertanya


"Maaf kalian ini siapa ya?"


"Perkenalkan nama saya Aurelia Sheva Ginandra,putri dari Robert Ginandra"


Seketika semua yang ada di sana shock dan berdiri memberi hormat kepada Sheva


"Maafkan kami,kami tidak mengenali bahwa anda nona Sheva"


"Tidak apa,silahkan duduk kembali. Jadi sudah tahu maksud kedatangan saya kemari?"


"Tidak nona"


"Saya dengar-dengar proyek renovasi stasiun berhenti di tengah jalan, ada yang bisa jelaskan apa penyebabnya"


Dua orang yang duduk di tengah panik seperti takut kepada Sheva,karena memang mereka adalah kepala mandor dan asistennya.


"Maaf nona,setahu saya dana dari pusat belum turun lagi. Jadi saya rasa itu adalah penyebabnya"


"Saya sudah mempelajari proposal hingga aliran dana yang turun untuk proyek renovasi ini,namun jumlah yang data kirimkan tidak sama dengan data yang ada di kantor pusat"


"Maksud nona Sheva?"


"Ada beberapa dana yang selisihnya sekitar dua puluh lima persen dari dana yang di kirimkan dari pusat,bisa saya tahu siapa yang bertanggung jawab atas pengaliran dana tersebut?"


"Saya nona,saya Hermawan dari devisi keuangan anggaran proyek. Setahu saya dana yang di berikan pusat sama dengan yang kami terima,setelah itu saya langsung salurkan kepada kepala pelaksana"


"Saya langsung merinci semuanya dan membagi rata sesuai porsinya" ucap laki-laki yang duduk di ujung


"Sekarang saya minta setiap kepala bagian proyek mengirimkan data rincian pendanaan,saya tunggu sampai besok pagi dan kemudian akan kita bahas kembali di meetin besok pukul 09.00"


"Baik nona"


"Kalau begitu pertemuan ini saya akhiri sampai di sini,senang bertemu dengan kalian" ucap Sheva yang kemudian keluar dari ruang meeting


Hana dan Ryota takjub karena Sheva bisa setenang itu menghadapi kasus korupsi yang sudah tahu siapa dalang sebenarnya,hanya saja Sheva memberikan waktu dan kesempatan kepada pelaku untuk mengakui perbuatannya sebelum ia menyerahkan masalah ini kepada polisi.


Setelah keluar dari kantor,Sheva meminta Hana untuk memesan kamar hotel untuk mereka. Dalam perjalanan menuju hotel Sheva nampak tenang sedangkan Hana begitu sibuk membalas chat dari Farhan.

__ADS_1


__ADS_2