Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 97


__ADS_3

Sudah hampir pukul 20.00 Sheva masih belum juga pulang,Morgan yang menunggu di depan pintu rumah merasa khawatir karena istrinya tidak membalas pesannya ataupun menjawab panggilannya.Ia merasa tidak bisa jika harus terus menunggu seperti ini,ia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Hana.


Mendengar ponselnya yang berbunyi,Hana yang waktu itu tengah membantu mamanya merapikan butik segera menjawab


"Halo,iya kak Morgan ada apa?"


"Maaf Hana mengganggu waktu kamu,saya mau tanya kok Sheva belum pulang ya?"


"Sheva? sampai jam segini Sheva masih belum pulang kak?"


"Iya,kamu sama dia tidak?"


"Tidak kak,tadi Sheva bilang dia mau lembur"


"Lembur? di kantornya?"


"Iya kak"


"Ya sudah kalau begitu,terima kasih Hana"


"Sama-sama kak"


Setelah mendengar jawaban dari Hana,Morgan hendak menyusul istrinya yang masih berada di kantor. Sesampainya di sana kebetulan kantor masih sedikit ramai karena banyak yang lembur sebab ini akhir bulan,Morgan segera masuk ke dalam dan menuju ruangan Sheva. Saat ia membuka pintu,nampak Sheva duduk di kursinya sambil menyenderkan kepala ke meja.


"Astaga,dia sampai tertidur" ucap Morgan begitu melihat istrinya yang tidak sadarkan diri


Morgan berjalan menghampiri istrinya dan berniat untuk membangunkannya


"Sayang.... Sheva,bangun"


Sayup-sayup Sheva membuka matanya


"Kamu ngapain disini?" ucapnya pertama kali membuka mata


"Saya yang harusnya bertanya begitu,kamu kenapa tidur di sini?"


"Aku nggak sengaja ketiduran"


"Kita pulang yuk"


Sheva mengangguk dan berdiri,Morgan membereskan barang-barang istrinya lalu mereka berdua turun ke bawah menuju parkiran.

__ADS_1


"Kamu pulang bareng saya saja"


"Mobil aku?"


"Sudah,biar di sini saja"


Sheva setuju dengan pendapat Morgan,ia segera masuk ke dalam mobil dan kembali tidur. Morgan hanya tersenyum melihat istrinya yang nampak sangat lelah itu,tak berapa lama mereka akhirnya sampai di rumah. Sheva segera naik ke kamarnya dan membersihkan diri. Setelah selesai ia segera kembali melanjutkan tidurnya,Morgan masuk dan melihat istrinya yang sudah terlelap di atas ranjang. Ia membangungkannya karena Sheva belum makan


"Sayang,bangun...."


"Apaa.....??"


"Kita makan dulu yuk"


"Aku nggak laper Morgan"


"Tapi kamu belum makan loh,nanti sakit"


'Lagian cuma nggak makan malam ini bukan berarti aku sakit besok"


"Sayang,kok ngomongnya begitu sih"


"Udah deh aku mau tidur"


Pagi harinya setelah selesai make up,Sheva bingung karena tidak menemukan ponselnya di kamar. Morgan yang baru saja selesai mandi melihat istrinya yang begitu bingung


"Kamu kenapa sayang? kelihatan bingung begitu?"


"Kamu tahu handphone aku nggak?"


"Memangnya kamu taruh mana?"


"Di tas,dan tas aku juga nggak ada"


"Astaga semalam pasti tertinggal di mobil"


Sheva mendengus dan segera turun menuju garasi untuk mengambil tasnya yang berada di dalam mobil Morgan,dan sampai di sana benar saja tas Sheva berada di jok belakang. Saat Sheva mengambilnya tiba-tiba tujuannya teralihkan pada nota tagihan yang berada di bawah jok kemudi,Sheva mengambilnya dan melihat bahwa itu adalah bill tempat Morgan pergi ke club tempo lalu.


Dengan total pembelian yang hampir dua juta itu membuat Sheva bertanya-tanya tentang sejak kapan suaminya suka pergi club,semakin merasa penasaran Sheva mencoba mencari tahu dari suaminya. Di meja makan,Morgan sudah mulai menyantap sarapannya,Sheva yang baru datang segera duduk di hadapannya


"Kamu habis keluar sama teman-teman?" ucap Sheva yang membuat Morgan berhenti mengunyah makanannya

__ADS_1


"Maksud kamu?"


"Ya siapa tahu kamu habis nongkrong sama kak Alta dan yang lain"


"Enggak,Alta sibuk mengurus perusahaannya sendiri sedangkan Steven sibuk dengan bisnis hotelnya dan kamu tahu sendiri kan Ferly belum kembali dari Paris"


"Oh gitu"


"Memangnya kenapa sayang?"


"Enggak kok,cuma tanya saja. Terus pada tanggal 14 kemarin kamu kemana?"


"Aku nyari kamu kan,waktu itu kan empat hari setelah kamu pergi dari rumah"


"Oh,gitu"


"Kenapa sih sayang? sebenarnya ada apa??"


"Nggak kok,aku cuma tanya saja. Mbok Mirah,sarapan saya taruh di kotak makan saja ya mbok"


"Baik non"


"Kamu nggak makan? sedari semalam kamu belum makan loh Va"


"Aku makan di kantor saja,lagian aku harus ketemu klien pagi ini"


"Mau aku antar"


"Tidak usah,aku naik taksi online saja. Lagi pula arah kita berbeda"


'Ya sudah kalau begitu,kamu hati-hati"


"Aku berangkat dulu"


"Okay"


Setelah mbok Mirah memberikan kotak makan pada Sheva,ia segera pergi berangkat ke kantor. Namun kenyataannya Sheva bukan ke kantor tetapi pergi ke bank tempat di terbitkannya kartu kredit yang Morgan gunakan untuk membayar tagihan club yang Sheva temukan billnya di mobil tadi.


Setibanya di sana ia meminta karyawan mencetak seluruh transaksi kartu tersebut selama satu bulan ini,meski agak rumit karena Sheva tidak memiliki kuasa akan kartu itu namun karena ia punya koneksi yang lumayan tinggi membuatnya sedikit mudah mendapatkan apa yang dia mau.


Setelah selesai dengan print belanja kartu kredit tersebut,Sheva segera pergi ke kantornya. Seharian ini ia sibuk meneliti apa saja yang suaminya beli sebulan ini dengan kartu kredit tersebut,dan benar saja Sheva menemukan tagihan club di kartu kredit itu yang sudah pastinya menjadi bukti kuat bahwa memang Morgan pergi ke club malam itu.

__ADS_1


Sheva merasa marah karena lagi-lagi Morgan membohonginya,pada jam makan Sheva berniat menemui pemilik club tersebut dan memintanya untuk memberikan informasi dengan siapakan Morgan pergi malam itu. Karena itu sebuah privasi konsumen pemilik club menolak memperlihatkan rekaman cctv loby pada malam tersebut,namun Sheva tak kehilangan akal. Ia memberikan sejumlah uang sebagai imbalan jika pemilik club bersedia memberikan rekaman tersebut,pemilik club tersebut bersikeras menolak namun Sheva kembali menjanjikan akan berinvestasi di tempat itu. Akhirnya pemilik club setuju dan mengantarkan Sheva ke ruangan cctv dan memperlihatkan rekaman dimana malam itu Morgan pergi kesana.


__ADS_2