Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 102


__ADS_3

Sesampainya di rumah,Hana segera turun.


"Va kamu hati-hati ya bawa mobilnya. Jangan ngebut"


Sheva hanya tersenyum lalu melajukan mobilnya menuju rumah,sesampainya disana ia segera masuk kedalam kamar. Jam sudah menunjukkan pukul 22.00,terdengar suara mobil Morgan memasuki halaman. Tak lama terdengar suara ketukan pintu dari luar


tok tokk


"Sayang,kenapa pintunya kamu kunci?" ucap Morgan


Tiba-tiba ponsel Morgan berdering,sebuah pesan dari Sheva mendarat di layar


"Malam ini kamu tidur di kamar tamu,aku sedang tidak ingin di ganggu"


"Sayang,aku salah apalagi?" teriak Morgan dari balik pintu


Hampir sepuluh menit Morgan menunggu,namun sepertinya Sheva tidak akan membuka pintu untuknya. Akhirnya Morgan berjalan kembali ke lift untuk pergi ke lantai dua menuju kamar tamu. Malam itu ia tidak dapat tidur memikirkan istrinya yang tiba-tiba seperti ini kepadanya,beberapa pertanyaan tersimpan di benaknya. Entah kenapa akhir-akhir ini rumah tangganya dengan Sheva sedikit rumit.


Keesokan harinya saat Morgan pergi ke meja makan untuk sarapan,ia tidak melihat istrinya yang turun menemuinya. Mbok Mirah yang tengah berberes di dapur bersih hanya diam sambil memendam semua yang tengah terjadi


'Mbok,Sheva jam segini kok belum turun juga ya?" tanya Morgan


"Non sudah berangkat ke kantor tuan"


"Apa? Sheva sudah berangkat? sepagi ini?"


"Iya tuan"


Morgan merasa ada yang tidak beres dengan istrinya,ia meninggalkan sarapannya dan segera pergi menuju kantor Sheva. Sesampainya di sana ia tidak menemukan keberadaan Sheva di dalam ruangannya,ia berniat bertanya pada Hana. Namun kehadirannya tidak di sambut baik oleh sahabat Sheva itu


"Han,Sheva belum datang ya?" tanya Morgan


"Dia berangkat siang hari ini"


"Berangkat siang? padahal dia pagi-pagi sekali sudah berangkat"


"Oh ya aku hampir lupa kalau dia ada meeting di luar kantor"


"Dimana?"


"Maaf ya saya tidak boleh memberitahu siapapun soal itu"


"Tapi Han,saya perlu tahu keberadaan Sheva"


"Kalau tidak ada yang diperlukan lagi silahkan keluar" ucap Hana yang tak berani menatap Morgan


Morgan akhirnya keluar dari ruangan Hana dan turun menuju loby,di sisi lain Sheva tengah berada di sebuah cafe hotel di area pusat kota,tak berselang lama muncul laki-laki yang menghampirinya.


"Halo Sheva..." ucap laki-laki itu


'Ryota.... apa kabar?"


"Baik"


"Senang bisa bertemu kamu lagi"


"Ya,meski saya sering bolak balik kemari tapi kamu tidak pernah ada niat untuk bertemu"


"Maaf aku sibuk akhir-akhir ini"


"Okelah,oh ya bagaimana? katanya kamu sedang sibuk-sibuknya sekarang"


"Ya,tapi masih bisa lah Hana handel sendiri"


"Okay,jadi hari ini kita mau kemana?"


"Entahlah aku sendiri bingung harus kemana"


'Why? your office?"

__ADS_1


"No,aku sedang tidak ingin berada di lingkungan kerja ataupun rumah"


"Okelah,bagaimana kalau kita main golf di bawah?"


"Great idea"


Sheva dan Ryota segera turun ke bawah,sebelumnya Sheva meminta kepada butik langganannya untuk membawakan baju olahraga ke hotel tersebut. Tak lama akhirnya mereka memulai bermain golf,dua jam kira-kira mereka berada di bawah teriknya matahari. Sebelum akhirnya keduanya menghentikan aktivitas itu karena matahari yang sudah mulai meninggi.


Setelah selesai membersihkan diri Sheva menunggu Ryota di cafe tadi,Ryota dengan kemeja putih dan celana jeans membuatnya begitu terlihat mempesona.


"Jadi,mau kemana lagi kita sekarang?" tanya Ryota


"Aku harus balik ke kantor,sebaiknya kita sambung lain waktu"


"Va,kalau kamu ada apa-apa tahu kan harus mencari saya dimana?" ucap Ryota sebelum melepaskan Sheva untuk pulang


Sheva hanya tersenyum kepadanya setelah itu berjalan keluar menuju lift,pertemuan itu menjadi pertemuan pertama mereka berdua setelah kandasnya hubungan mereka dulu. Nampak di wajah Sheva ada sedikit rasa bahagia setelah mengobrol dan bertemu dengan kekasih di masa lalunya,meski sekarang ia sudah menjadi istri orang lain namun akhir-akhir ini kehidupan rumah tangganya membuat dirinya bosan di rumah maupun di kantor.


Setibanya di kantor,Hana memberitahunya bahwa Morgan mencarinya tadi. Kebetulan tuan Robert datang menghampiri keduanya


"Papi...."


'Sheva,kamu ikut papi ke kantor William"


"Mau ngapain disana Pi?"


"Morgan hari ini akan serah terima jabatan,apa kamu lupa?"


"Oh maaf pi,Sheva lupa"


"Kita kesana pakai mobil papi saja,sekalian kita belikan bunga untuk suami kamu nanti"


"Iya pi"


Tuan Robert dan juga putrinya pergi menuju perusahaan keluarga William,jalanan sedikit macet dan membuat mereka terlambat. Sesampainya di sana ternyata Morgan sudah selesai menerima jabatannya,terlihat acaranya juga sudah selesai. Tuan Robert melihat tuan William dan Morgan yang tengah berbincang dengan seseorang,mereka hendak menghampirinya namun tiba-tiba Kiara muncul di hadapan mereka


"Pi tunggu...." ucap Sheva


Kiara memberikan bucket bunga pada Morgan dan melayangkan sebuah ciuman di pipinya,tuan Robert melihat hal itu kemudian menatap putrinya.


"Sheva,sayang....." panggil tuan Robert yang melihat putrinya terdiam menyaksikan semua itu


Tuan William yang melihat itu hanya bisa diam juga,saat ia memalingkan wajahnya ia melihat Tuan Robert dan Sheva berdiri tak jauh dari mereka. Morgan yang tengah berbincang dengan Kiara segera di panggil oleh papanya


"Morgan....."


"Iya pa,ada apa?"


Morgan bingung melihat papanya yang terdiam menatap ke suatu arah,Morgan kemudian memalingkan wajah menatap ke arah yang sama dengan papanya


"Sheva......" ucap Morgan


Sheva yang masih berdiri di tempat yang sama langsung melemparkan bunga di tangannya lalu berlari pergi,tuan Robert paham betul bagaimana perasaan putrinya itu. Saat Morgan mencoba mengejarnya tiba-tiba ia di hentikan oleh tuan Robert


"Biar papi saja...." ucapnya sebelum mengejar putrinya yang entah menghilang kemana


"Morgan,kamu harus siapkan diri jika sampai tuan Robert mempermasalahkan hal ini" ucap tuan William


Sheva masuk ke dalam taksi yang baru saja menurunkan penumpang di depan loby,tuan Robert yang melihat hal itu segera meminta sopirnya bergegas mengejarnya. Setiba dirumah Sheva segera masuk,ia melihat maminya dan mama Morgan tengah berada di meja makan.


"Sheva,kok kamu sudah pulang? Morgan dan yang lainnya kemana?" tanya nyonya Lista


"Mama kenapa ada disini?"


"Mama sama mami kamu sedang menyiapkan makan malam bersama untuk acara syukuran atas kenaikan jabatan Morgan"


"Sheva....." panggil tuan Robert


"Papi,papi kok lari-lari kenapa sih?" tanya nyonya Lista

__ADS_1


Sheva menatap papinya dan menggeleng,air matanya terbendung di pelupuk mata. Tuan Robert menghampiri putrinya dan memeluknya


"Papi tahu perasaan kamu,maafkan papi...."


Nyonya Lista dan nyonya William bingung dengan apa yang terjadi


"Pi,sebenarnya ada apa ini?"


"Shevaa....." panggil Morgan yang sudah berada di sana dengan tuan William


"Morgan sebaiknya kamu pulang dulu" ucap tuan Robert


"Pi,Morgan harus menjelaskan kepada Sheva. Semuanya tidak seperti yang papi dan Sheva lihat"


Sheva menatap suaminya dengan penuh kebencian tiba-tiba pandangannya menjadi gelap dan beberapa saat kemudian dia jatuh pingsan,semua orang yang ada di sana panik.


"Shevaa......" teriak tuan Robert


"Sheva sayang kamu kenapa nak?" tanya nyonya William


"Mi segera hubungi dokter Syarief" ucap tuan Robert


Sheva di bawa ke kamarnya beberapa saat kemudian dokter Syarief datang untuk memeriksanya,semua panik dan cemas menunggu diluar kamar. Tak berselang lama dokter Syarief keluar


"Dok,bagaimana kondisi putri saya?"


"Tenang tuan,Sheva baik-baik saja"


"Tapi kenapa bisa pingsan begitu dok? apa ini ada hubungan dengan penyakitnya"


"Sheva hanya kelelahan,dan sebentar lagi tuan Robert akan menjadi kakek"


"Maksud dokter Syarief?"


"Iya,saat ini Sheva sedang mengandung. Usia kehamilannya sudah meningjak empat minggu mungkin ia pingsan karena bisa jadi karena shock ataupun stress"


Semua yang ada di sana merasa senang mendengar kabar itu,terlebih lagi tuan dan nyonya William.


"Morgan sebentar lagi kamu akan jadi papa nak" ucap nyonya William


Setelah dokter Syarief pergi,Morgan masuk ke dalam kamar dan melihat Sheva yang terbaring di ranjangnya. Sayup-sayup ia membuka matanya


"Sayang,syukurlah kamu sudah sadar" ucap Morgan sambil memegang tangan istrinya


"Pergi kamu,aku tidak mau melihat wajah kamu"


"Sayang,kamu tenang dulu. Saya bisa jelaskan semuanya tidak seperti yang kamu lihat"


"Pergi aku tidak mau lihat kamu" teriak Sheva hingga terdengar ke lantai bawah


Semuanya segera bergegas menuju kamar Sheva,nyonya Lista langsung memeluknya


"Sayang tenang ya,kamu nggak boleh seperti ini"


"Papi,usir dia dari sini. Sheva tidak mau melihat wajahnya"


Morgan menatap istrinya dan menghela nafas,ia memutuskan untuk keluar dari kamar Sheva sebelum istrinya semakin marah.


"Mungkin bawaan si kecil jeng,dulu saya juga begitu waktu hamil Sheva. Sangat tidak suka melihat mas Robert apalagi kalau dia dekat-dekat rasanya saya mau mual"


"Si kecil? hamil? siapa yang mami maksud?" ucap Sheva


"Sayang,sekarang kamu harus exstra jaga kesehatan. Karena sekarang kamu sedang hamil jadi mami nggak mau sesuatu terjadi sama kamu"


"Sheva hamil mi?"


"Iya sayang"


"Terima kasih ya Sheva,kamu sebentar lagi akan memberikan cucu untuk kami" ucap tuan William

__ADS_1


Sheva terdiam dan menangis,ia tidak menyangka jika harus hamil di saat seperti ini.


__ADS_2