Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 70


__ADS_3

Keesokan paginya sebelum Sheva bangun,Morgan sudah datang terlebih dahulu. Tuan Robert dan nyonya Lista menitipkan putrinya kepada Morgan,sementara mereka pulang dan membersihkan diri. Morgan menatap wajah Sheva yang masih terlelap dalam mimpinya,suster masuk untuk mengecek kondisi pasien. Beberapa saat kemudian Sheva membuka kedua matanya dan melihat Morgan yang tengah duduk di sofa,ia kemudian mendekat setelah mengetahui bahwa tunangannya sudah bangun.


"Morning...." ucap Morgan


"Kamu kenapa disini? mami sama papi dimana?"


"Mereka pulang untuk mengambilkan keperluan kamu,sementara aku menggantikannya. Oh ya bagaimana keadaan kamu?"


"Aku baik kok"


"Va,maaf kalau gara-gara saya kamu jadi seperti ini"


"Ini semua bukan salah kamu Morgan"


'Tentu ini salah saya Va,kita bertengkar di butik waktu itu. Sampai saya tidak sadar kalau kamu sedang dalam bahaya"


"Maafkan aku juga karena begitu kekanakan meminta kamu supaya mengganti jas lainnya,aku hanya teringat dengan dia"


"Kamu masih mengharapkan Ryota?"


Sheva terdiam sesaat


"Aku hanya tidak menyangka dia tega melakukan itu semua kepadaku,padahal selama ini dia janji sama aku buat menunggunya kembali ke sini dan mengesahkan hubungan kami"


"Va,mungkin saya memang tidak seperti dia. Tapi saya janji,saya tidak akan mengecewakan kamu seperti yang dia lakukan" ucap Morgan


"Jujur,sampai sekarang aku masih belum bisa move on darinya.Hanya saja aku tidak bisa menerima alasan yang gak masuk akal itu"


Tiba-tiba suster membawakan sarapan untuk pasien,dan beberapa dokter datang untuk memeriksa kondisinya. Morgan hanya memperhatikan dari jauh semua itu


"Bagaimana dok?"


"Syukurlah kondisinya sudah membaik,mungkin hari ini pasien bisa pulang. Untuk perawatan lukanya bisa di lakukan rawat jalan saja" tutur dokter


"Terima kasih dok"


Dokter keluar,Morgan menyiapkan sarapan di meja untuk calon istrinya itu. Tiba-tiba Sheva memanggilnya


"Morgan...."


"Iya Va,ada apa?"


"Aku mau...."


"Mau apa? saya akan carikan buat kamu"


"Aku mau pernikahan kita di batalkan"ucap Sheva yang membuat Morgan kaget bukan kepalang


"Again....??? Va,tinggal lima hari lagi"


"Aku tidak bisa menikah sama kamu Gan" ucap Sheva sambil terisak


"Karena dia? kamu mau batalin pernikahan ini?"

__ADS_1


Sheva hanya menangis tanpa berkata sepatah kata pun


"Va,come on. Saya sudah menuruti kamu untuk membatalkan perjodohan kita demi Marcell,tapi nyatanya dia mencampakkan kamu demi perempuan lain. Dan sekarang kamu minta saya untuk melakukannya lagi hanya karena kamu masih cinta sama Ryota?"


"Bukan karena Ryota,bukan dia Morgan"


"Lalu apa Va.... apa yang membuat kamu berubah pikiran secepat ini?"


"Aku... aku tidak pantas buat kamu Morgan...."


"Yang menilai pantas atau tidak itu hanya saya,buat apa saya meneruskan perjodohan kita kalau menurut orang lain kita tidak pantas? Please Va jangan dengarkan kata orang,aku sayang sama kamu dan semua kekurangan kamu"


"Morgan,aku sudah kotor. Aku tidak mau kamu mendapatkan sisa orang lain Morgan"


"Maksud kamu apa Va? saya sama sekali tidak paham dengan perkataan kamu barusan"


"Aku,aku tidur dengan baj*ngan itu. Dia perk*sa aku Gan" ucap Sheva sambil menangis dengan histeris


Morgan terdiam mencoba menenangkan Sheva yang terlihat hancur,ia sudah tahu semuanya saat kekasihnya di sekap oleh Damar kemarin. Morgan ikut menangis mengingat foto-foto yang di kirimkan padanya,bahkan marah pun tak akan mengubah keadaan. Kini Morgan hanya bisa menerima kenyataan bahwa Damar telah mengambil hal yang seharusnya ia dapatkan sebagai suami Sheva.


"Sheva dengarkan,apapun yang terjadi sama kamu saya akan tetap mencintai kamu. Jangan pernah berpikir kejadian kemarin mempengaruhi keputusan saya untuk menikahi kamu,saya tidak perduli orang mau berkata apa yang perlu kamu tahu. Saya akan tetap ada buat kamu"


"Morgann....." ucap Sheva sambil memeluk laki-laki di hadapannya dengan erat


"Kita coba perbaiki pelan-pelan ya,saya yakin kamu bisa menghadapi ini semua" ucap Morgan


Tak tersadar kedua orang tua mereka datang,melihat Sheva dan Morgan begitu dekat membuat semuanya tersenyum senang.


"Papa.... ucap Morgan kaget


"Ini mama bawakan sarapan buat kamu" ucap nyonya William memberikan itu pada Morgan


"Tadi dokter sudah mengecek kondisi Sheva,dokter bilang kalau hari ini Sheva boleh pulang dan hanya perlu rawat jalan saja" tutur Morgan pada semuanya


"Syukurlah,sayang mama khawatir sekali sama kamu" ucap nyonya William


Mereka semua senang karena kondisi Sheva sudah kian membaik,sekarang saatnya mereka kembali mempersiapkan pernikahan yang tinggal tiga hari lagi.


Siang ini Sheva akan pulang kembali ke rumah setelah kejadian yang kurang menyenangkan ia alami,akhir-akhir ini maminya begitu sibuk mempersiapkan pernikahan untuknya. Sedangkan Sheva hanya boleh beristirahat di kamar,kakaknya Geby hari ini juga sudah mulai terbang ke Indonesia. Ia akan menemani adiknya yang tiga hari lagi akan menikah,kesepian Sheva agak berkurang mana kala Hana dan Rania datang untuk menjenguknya.


Rania dan Hana melihat banyak orang di rumah Sheva yang mondar mandir mempersiapkan pengajian untuk nanti malam,kehadiran mereka di sambut dengan baik oleh nyonya Lista.


"Selamat siang tante..."


"Hana,Rania. Syukurlah kalian sudah datang"


"Apa ada yang bisa kami bantu tante?" ucap Hana


"Tidak,tidak ada. Kalian temani Sheva saja di kamarnya,sepertinya dia lebih membutuhkan kalian"


"Baik tante"


"Mari saya antarkan"

__ADS_1


Mereka pergi ke lantai atas menuju kamar Sheva,sementara di dalam kamarnya Sheva hanya menatap keluar jendela melihat orang berlalu lalang.


"Sheva sayang,boleh mami masuk?" ucap Nyonya Lista dari balik pintu


"Iya mi...."


"Sayang,lihat siapa yang datang..." ucap nyonya Lista sambil mempersilahkan Hana dan Rania masuk


"Rania,Hana...." teriak Sheva yang kegirangan


Mereka saling berpelukan melepas kerinduan


"Mami tinggal dulu ya,nanti biar pelayan mengantarkan camilan untuk kalian"


"Terima kasih tante" ucap Hana dan Rania serentak


Rania,Hana,dan Sheva saling tatap. Wajah bahagia kedua sahabatnya itu tidak dapat di sembunyikan lagi,mereka turut senang karena akhirnya Sheva dan Morgan akan menikah.


"Senang rasanya bisa berkumpul seperti ini lagi" ucap Rania


"Kapan lagi coba? kamu sibuk kerja di luar kota" jawab Hana


"Kalian tahu sendiri,sekarang aku jadi sekretaris papa aku" ucap Rania


"Andai saja kita bisa satu kantor,pasti seru bangett" ucap Hana


"Aku maunya juga begitu,jadi bisa bareng kalian terus" jawab Rania sambil memeluk lengan Hana


"Va,are you okay...?" tanya Hana yang menatap sahabatnya yang hanya diam sedari tadi


"Guys,, aku bingung...."


"Bingung kenapa lagi Va? apa yang kamu khawatirkan?" tanya Hana


"Aku masih belum bisa melupakan dia Han..."


"Tuan Ryota maksud kamu?"


Sheva mengangguk


"Sudahlah Va,ngapain juga kamu ingat-ingat dia? Gak pantes juga dia dapat perempuan sebaik kamu"


"Tunggu-tunggu,sebenarnya apa yang terjadi dengan Sheva dan Ryota itu sih?" tanya Rania yang tidak tahu apa-apa


"Aku tidak mau menjadikan Morgan sebagai pelarian dari semua masalahku,aku tidak bisa menyakiti perasaannya lagi"


"Sheva dengar,kamu sama sekali tidak menyakiti siapapun. Kamu berhak bahagia Va,buat apa kamu tangisin orang yang sudah ingkar janji? Kamu juga tidak menjadikan kak Morgan sebagai pelarian,karena memang sejak dulu kalian sudah di jodohkan. Jadi stop menyalahkan diri kamu sendiri seperti ini"


"Apalagi soal masalah kemarin,itu semakin membuat aku tidak yakin untuk menikah dengannya. Aku tidak mau dia di pandang rendah karena menikahi ku"


"Sheva tidak akan ada yang memandang rendah kamu,semua akan baik-baik saja. Percaya sama aku"


Sheva menangis sejadi-jadinya,Hana dan Rania memeluknya dan berusaha menenangkan sahabatnya itu. Semua tahu kejadian kemarin akan membuat Sheva menjadi trauma dan sedih,apalagi setelah mengetahui foto-foto yang polisi beberkan sebagai bukti. Semua pasti berpikiran bahwa Sheva dan Damar sudah melakukan hal yang tak seharusnya.

__ADS_1


__ADS_2