Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 120


__ADS_3

Sejak saat itu kedekatan Alta dan Sheva makin hari makin sering bertemu,tuan Robert meminta agar Sheva menyetujui kontrak kerja sama yang perusahaan Alta tawarkan. Mendengar hal itu keluarga Morgan sedikit was-was,mereka mengira kesempatan untuk berbaikan dengan keluarga Robert sudah tak ada lagi. Merasa kecewa dengan sang putra,tuan William meminta Morgan untuk segera kembali ke perusahaan dan membangun kembali citra dirinya yang telah rusak selama ini. Tuan William juga memberitahukan bahwa Morgan harus bisa kembali seperti dulu dan mendapatkan kepercayaan keluarga Robert, tapi nasi sudah menjadi bubur. Mau sebesar apapun usaha yang tuan William dan Morgan lakukan tidak mengubah apapun,bahkan tawaran kerja sama yang mereka ajukan ke perusahaan Sheva tak mendapat respon.


Siang itu Sheva dan Alta yang tengah selesai meeting bersama berencana untuk makan siang,Sheva menunggu Alta yang sedang pergi ke toilet. Tiba-tiba Morgan datang menghampirinya di ruangan,meski Hana sudah mencoba melarang namun Morgan tetap saja berhasil menerobos masuk


"Morgan kamu tidak bisa seperti ini.." ucap Hana sembari mencegah


"Diam kamu" jawab Morgan


"Han,ada apa?" tanya Sheva begitu mendengar keributan di depan ruangannya


Sheva terkejut begitu melihat Morgan masuk ke dalam ruangannya


"Mau apa kamu kemari?"


"Sheva sorry,aku sudah berusaha mencegahnya"


"Tak apa Han,kamu bisa kembali bekerja. Biar dia aku yang urus"


Hana kemudian pergi mengikuti perintah Sheva,begitu tinggal mereka berdua Morgan langsung menutup pintu dan menguncinya. Meski hal tersebut membuat Sheva sedikit panik namun ia berusaha terlihat tenang agar bisa menguasai keadaan


"Untuk apa kamu kemari?" tanya Sheva lagi


"Kenapa kamu tidak mengkonfirmasi kontrak kerja sama kita?"


"Bukankah sudah ku beritahukan pada sekretaris kamu bahwa perusahaan ku menolaknya"


"Kenapa? kenapa Va? apa karena masa lalu kamu masih dendam dengan keluarga saya?"


"Yang lalu biarlah berlalu Morgan,hal itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah kita. Orang tuaku memang tidak memberiku izin untuk mengkonfirmasi kerja sama ini"


"Oh karena sekarang ada Alta?"


"Apa maksud kamu bicara seperti itu?"


"Sudahlah Va,jujur saja. Keluarga kalian berencana untuk kerja sama karena mereka Ingin hubungan kalian lebih dari ini"


"Aku sama sekali tidak paham maksud kamu"


"Kenapa harus Alta Va? kenapa bukan laki-laki lain saja? kamu tahu betapa sakit hatinya saya mendengar kabar bahwa keluarga kalian setuju dengan hubungan ini?"


"Sudahlah Morgan,hentikan omong kosong kamu"


"Kamu yang hentikan akting kamu yang sok polos itu Va,sampai kapanpun saya tidak akan rela jika akhirnya Alta yang mendapatkan kamu"

__ADS_1


"Alta atau bukan itu bukan urusan kamu,sekarang aku minta kamu pergi dari sini"


"Va,apa di hati kamu tidak ada sedikitpun sisa rasa yang tertinggal untuk saya?"


"Jangan mimpi kamu,sekarang pergi dari sini"


Morgan terdiam sesaat,lalu memandang ke arah Sheva yang masih berdiri di belakang mejanya. Saat Sheva lengah tiba-tiba Morgan sudah berdiri di sampingnya sambil tersenyum sinis


"Mau apa kamu? jangan dekat-dekat "


"Kalaupun saya tidak bisa mendapatkan kamu kembali,maka Alta juga tidak akan bisa" ucap Morgan sambil mengalungkan lengannya ke leher Sheva


Alta yang baru saja kembali dari toilet melihat Hana dengan wajah panik


"Han,kenapa?"


"Itu kak,maksud saya tuan Alta"


"Itu apa?"


"Morgan,dia berada di ruangan Sheva"


"Morgan? untuk apa dia kemari?'


Hana dan Alta bergegas pergi menuju ruangan Sheva,namun sesampainya di sana mereka mendengar suara teriakan Sheva


"Lepaskan Morgan....." teriak Sheva


"Morgan,apa yang kamu lakukan pada Sheva?" teriak Hana


"Lepaskan Sheva Morgan" imbuh Alta


"Diam kalian" teriak Morgan dari dalam


"Kalau memang kamu menginginkan kontrak kerja sama itu maka aku akan menandatanganinya,tapi tolong lepaskan aku Morgan" ucap Sheva yang mulai takut


"Tidak,sekarang bukan itu yang saya inginkan"


"Morgan jangan bodoh kamu,mau sampai kapan kamu harus mengusik kehidupan Sheva?" teriak Alta lagi


"Diam kamu Al,kamu sama saja dengan orang tua kamu. Diam-diam kalian menjalin kerja sama hanya untuk mendekatkan diri pada Sheva"


"Morgan,masih banyak hal di luar sana yang bisa kamu kerjakan. Stop mengganggu kehidupan Sheva"

__ADS_1


"Untuk apa? supaya kamu bisa dengan bebas mendekati Sheva? sampai kapanpun aku tidak akan rela jika kamu merebutnya dariku"


"Sadar Mor,dia bukan lagi milikmu. Terserah Sheva mau melakukan apa dan dengan siapa"


Beberapa security telah tiba dan bersiap mendobrak pintu,sebelum akhirnya Alta memberikan pilihan pada Morgan untuk menyerah


"Morgan,kamu buka pintunya dan kita bicara baik-baik"


"Hah apa? tidak usah mengaturku"


"Baiklah jika itu pilihan kamu,aku tidak ada cara lain selain mendobrak pintu ini"


Tak terdengar suara dari dalam ruangan hingga Alta memerintahkan security mendobrak pintu


"Brakkkkk"


Begitu pintu terbuka terlihat Sheva yang masih terancam posisinya, tiba-tiba Morgan mengeluarkan sebilah pisau dan mengancam mereka agar tak mendekat


"Morgan,kita bisa bicarakan ini baik-baik"


"Bulshit,jika kalian nekat mendekat maka aku tidak akan segan-segan melukai Sheva" ancam Morgan


Setelah beberapa saat hening untuk memikirkan strategi melumpuhkan Morgan, tiba-tiba Sheva yang hampir kehabisan napas karena merasa tersekap lehernya begitu erat. Alta tak punya banyak waktu dan langsung menerobos ke arah Morgan untuk meringkusnya,namun pisau di tangan Morgan justru mengenai perutnya dan membuat darah mengucur deras.


"Altaaaaaa......" teriak Sheva dan mengigit tangan Morgan hingga ia melepaskannya


Sementara itu Morgan tidak dapat berkata apapun setelah sadar melukai sahabatnya sendiri, security langsung mengamankannya dan membawanya ke kantor polisi sementara Hana menghubungi ambulans. Sheva hanya bisa menangis sambil menahan luka Alta agar darah tak terus mengucur,Alta sendiri hampir kehilangan kesadarannya


"Aku mohon bertahanlah" lirih Sheva sambil menangis


Alta hanya tersenyum kecil sembari mengusap air mata di pipi Sheva,sesaat setelah ambulans datang Alta segera di bawa ke rumah sakit dengan di dampingi Sheva yang setia menemaninya.


"Aku mohon bertahanlah, sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit" ucap Sheva yang tak berhenti menangis


Sesampainya di depan lobi rumah sakit kesadaran Alta benar-benar hilang,Sheva yang histeris semakin tak bisa mengerti kenapa Alta harus mengorbankan diri untuknya. Dengan tangan penuh darah ia menunggu Alta di depan IGD,tak berselang lama orang tua Alta dan orang tua Sheva datang.


"Sheva....." ucap nyonya Lista sembari memeluk putrinya yang hanya terdiam


Melihat kondisi Sheva yang seperti terguncang sekaligus bekas darah di tangan dan bajunya membuat orang tua Alta begitu khawatir


"Bagaimana ini bisa terjadi nak Sheva? sebenarnya siapa yang tega melakukan ini pada Alta?" ucap mama Alta sembari menangis


Namun kondisi Sheva yang masih shock belum siap memberikan keterangan apapun atas pertanyaan-pertanyaan yang datang dari berbagai orang.

__ADS_1


__ADS_2