
"Kenapa nggak di omongin aja sih?" celetuk Alta
"Waktunya nggak tepat"
"Nunggu apa?"
"Ya dia sepertinya lagi sibuk"
"Jangan sampai menyesal lain waktu"
"Semoga saja tidak"
Mereka akhirnya mampir ke rumah Ferly untuk meminjam alat scan miliknya,tak berselang lama tugas Morgan untuk membantu Sheva telah usai. Ia menghela nafas sambil duduk di sofa kamar Ferly.
"Dia kenapa sih Ta?" tanya Ferly
"Biasa nggak ada waktu Sheva buat dia"
"Yah secara dia sekarang kerja di kantor bokapnya,pantas saja sibuk"
"Mana di tinggal ke Jepang lagi" seloroh Alta
"Seriusan?"
"Iya,Hana dan Sheva ada tugas kantor disana"
"Widih enak dong sambil jalan-jalan"
"Enak-enak,mereka kerja bukan liburan" celetuk Alta
Keesokan harinya Sheva dan Hana segera bersiap untuk menemui Mr.Namoko,dengan di antarkan oleh taksi Tokyo mereka menuju kediaman klientnya. Sesampainya disana Sheva begitu terkejut karena kantor milik Mr.Namoko begitu banyak penjagaan dan para pekerjanya adalah laki-laki. Kedatangan mereka di sambut oleh asisten Mr.Namoko yaitu Kasae.
"Selamat pagi Mrs.Sheva saya Kasae asisten Mr.Namoko"
"Selamat pagi"
"Mari saya antar menuju ruangan Mr.Namoko"
Sheva dan Hana tiba di sebuah ruangan besar bernuansa merah,orang di sana percaya warna tersebut adalah simbol keberuntungan.
__ADS_1
"Tuan,Mrs.Sheva sudah tiba"
Laki-laki yang duduk memunggungi mereka akhirnya berdiri dan menghampiri Sheva yang berdiri,sambil menatap Sheva lama ia mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
"Jadi anda anak Mr.Robert?"
"Iya benar sekali tuan"
"Senang,karena akhirnya kita bisa bertemu"
"Saya juga senang bisa bertemu dengan anda tuan"
"Ayah anda adalah sahabat lama saya,dia merintis usahanya sejak bangkrut itu dan saya mulai mengenalnya. Beliau banyak bercerita kepada saya soal putrinya yang memiliki ambisi besar untuk mengelola bisnisnya"
"Benarkah ayah saya berkata begitu?"
"Ya,saya senang dengan kerja keras dan juga semangat kamu. Berbeda jauh dengan putra saya yang hanya suka dengan dunia seni dan juga penggalangan sosial. Padahal ia tahu sendiri bahwa dirinya merupakan satu-satunya pewaris bisnis saya"
"Mungkin tidak semua orang suka berkecimpung di dunia bisnis tuan"
"Siang ini saya akan memperkenalkan nya pada anda nona Sheva,siapa tahu anda bisa merubah presepsi anak saya tentang bisnis ini"
Setelah berbincang-bincang cukup lama akhirnya Mr.Namoko menekan kontrak dan secara otomatis hubungan kerja sama mereka sudah mulai berlangsung. Tak terasa jam sudah menunjukkan waktu makan siang,Mr.Namoko meminta kepada anak buahnya untuk menyiapkan mobil menuju kediamannya untuk makan siang bersama.
Sesampainya di rumah Mr.Namoko yang besar modern tapi masih memiliki nuansa Jepang,Sheva dan Hana di persilahkan masuk.
Tak lama kemudian Sheva bertemu dengan istri Mr.Namoko yaitu nyonya Grazia Yang,ia adalah desainer sekaligus pemilik perusahaan fashion ternama di Paris. Ia sangat cantik dan terlihat masih begitu muda untuk memiliki seorang putra berusia dua puluh tujuh tahun,aksen bicaranya lembut dan sangat sopan. Baru kali ini Sheva di buat minder oleh sesama jenis,ia tersenyum menyambut uluran tangan Mrs.Grazia Yang
"Nona Sheva,senang bertemu dengan anda"
"Saya juga begitu senang bisa bertemu dengan anda Mrs.Grazia"
"Panggil saya Zia saja"
"Baiklah"
"Ayo mari kita ke ruang makan"
Sheva dan Hana di ajak ke sebuah ruangan dengan pemandangan danau yang bertaburkan bunga teratai,udara di sana sangatlah sejuk suara burung bergemuruh di taman yang lebarnya hampir separuh rumah Sheva.
__ADS_1
"Sungguh indah pemandangan disini" ucap Sheva
"Putraku yang mendesain isi rumah ini,dia sangat suka dengan tanaman dan ekosistemnya"
"Oh ya sayang,bisakah kau ajak Ryota untuk makan siang bersama kita??" tanya Mr.Namoko
Nyonya Zia beranjak dan kembali bersama seorang pria yang memiliki badan tinggi serta putih,ia seusia Morgan dan duduk di sampingnya.
"Oh ya nona Sheva,dan Hana perkenalkan ini putra saya Ryota"
Laki-laki itu membungkukkan badannya ke depan sambil tersenyum kecil.
Mereka semua menyantap makan siang bersama sambil bergurau,sering Mr.Namoko menatap putranya lalu berganti menatap Sheva yang sibuk dengan makananya.
Selesai makan keluarga Mr.Namoko mengajak mereka menikmati teh di tengah taman,terdapat bungalo besar di atas danau yang menjadi tempat untuk para ikan mas. Ryota asyik memberikan makanan kepada ikan-ikan itu sembari sesekali ia mengelus kelinci yang datang menghampirinya.
"Ya seperti itulah keseharian putra saya,jika tidak ada kegiatan di luar ia akan menghabiskan waktu bersama hewan-hewan itu" ucap Mr.Namoko
"Saya sangat senang ada pria yang begitu sayang kepada binatang" ucap Sheva yang membuat Mr.Namoko tersenyum
"Saya dengar kabar jika pertunangan nona Sheva dengan putra Mr.William di batalkan" ucap Mr.Namoko secara tiba-tiba
"Anda kenal dengan keluarga William?"
"Saya,ayah kamu dan William adalah sahabat semasa kuliah di Amerika. Kami bertiga sama-sama mengambil jurusan bisnis hingga bisa seperti sekarang ini"
"Kami tidak bisa saling memaksakan perasaan hanya demi sebuah pernikahan,bagi saya jatuh cinta itu perlu supaya kita tidak menjalani kehidupan setelah pernikahan terasa hambar"
"Saya setuju,oh ya kalau boleh saya tahu nona Sheva akan berapa lama di Jepang?"
"Kemungkinan dua tiga hari lagi kami akan pulang"
"Kalau begitu bagaimana kalau besok kita ke acara festival lampion saja? jarang sekali disini ada festival lampion seperti itu"
"Dengan senang hati jika Mr.Namoko tidak keberatan" ucap Sheva sambil tersenyum
...Mr.Namoko...
__ADS_1