Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 114


__ADS_3

Keesokan paginya Sheva bersiap-siap untuk berangkat,ia berjalan membawa kopernya menuju depan pintu utama. Nyonya Lista menghampirinya bersama sang suami yang mendorong kursi roda untuknya,dengan wajah sayu dan sedih ia menatap putrinya itu


"Mi,mami sehat-sehat ya disini. Sheva janji begitu pekerjaan selesai,Sheva akan segera pulang"


Nyonya Lista hanya tersenyum mendengar hal itu,ia mengelus punggung tangan putrinya sebelum Sheva melangkah masuk ke dalam mobil. Tepat pukul 11.00 pesawat yang Sheva tumpangi terbang menuju US,kedua orang tuanya hanya bisa menunggu kepulangannya kembali dan bertegur sapa lewat panggilan video saja.


Kabar kembalinya Sheva ke Indonesia telah terdengar hingga ke telinga Morgan,ia mengetahui hal itu dari Ferly. Meski hanya ingin menyampaikan bahwa sekarang Sheva tidak seperti dirinya yang dulu namun hal itu justru membuat Morgan ingin bertemu dengannya.


Suara bel pintu berbunyi,asisten rumah tangga segera bergegas menghampiri pintu.


"Tuan Morgan...." ucap mbok Mira


"Permisi,saya mau bertemu dengan Sheva"


'Non Sheva sudah pergi tuan"


"Pergi kemana???"


"Wah saya kurang tahu tuan"


"Siap mbok???" ucap tuan Robert yang kebetulan melintas


"Ini tuan ada tuan Morgan"


Tuan Robert sedikit terkejut dengan kehadiran Morgan,ia segera berjalan menuju pintu dan melihat apa yang membawa mantan menantunya itu kemari


"Morgan...."


"Siang om"


"Ada apa kamu kemari?"


"Saya hanya ingin bertemu dengan Sheva boleh?"


"Buat apa kamu cari putri saya?"


"Om,saya kemari hanya ingin menjelaskan kesalahpahaman saja"


'Kesalahpahaman apa maksud kamu"


"Boleh saya masuk dulu om"


Tuan Robert menghela nafas dan mempersilahkan Morgan masuk


"Sebenarnya ada apa?"


"Jadi begini om,saya sudah melakukan tes DNA dengan bayi yang di lahirkan oleh Kiara"


"Buat apa kamu melakukan itu? kamu masih tidak percaya kalau bayi itu anak kamu?"


"Memang kenyataannya bayi itu bukan anak saya om"


"Apa maksud kamu?"


"Saya yakin,om akan sama terkejutnya dengan saya. Tapi ini hasil tes DNA bayi itu" ucap Morgan sambil memberikan kertas hasil tes DNA


Tuan Robert cukup terkejut melihat hal tersebut,ia menggeleng pada Morgan


"Nggak,nggak mungkin. Bagaimana ini bisa Morgan?"


"Kiara hanya menjebak saya om. Sebenarnya bayi itu bukan anak saya,dan selama ini saya merasa bersalah kepada Sheva"


"Lalu kamu mau apa sekarang?"


"Saya akan mencari tahu siapa ayah biologis bayi itu,kemudian mengungkapkan kebenarannya di depan semua orang termasuk Sheva. Dengan begitu Sheva akan mau menerima saya kembali"

__ADS_1


"Jangan bercanda kamu,lalu bagaimana nasib pernikahan kamu dengan perempuan itu?"


"Jelas saya akan menceraikan dia,bukan hanya menipu saya tetapi juga keluarga saya om"


"Lantas, apa dengan begitu kami masih mau menerima kamu"


"Om,tolong saya izinkan saya memperbaiki hubungan saya dengan Sheva om. Saya masih sangat mencintainya"


"Bukan hanya melukai hati putri saya,kamu juga melukai harga diri dan nama baik keluarga kami. Saya rasa ini hukuman yang pantas untuk kamu,sekarang silahkan kamu pergi dan jangan pernah mencari putri saya lagi"


"Om,tolong izinkan saya untuk bertemu dengan Sheva,saya tahu om pasti marah,kesal,kecewa dengan semua ini. Tapi saya lebih kecewa dan marah saat tahu bayi itu bukan anak saya"


"Dan karena wanita itu kamu telah membunuh bayi kamu sendiri,saya rasa kedatangan kamu ini adalah yang terakhir dan jangan pernah injakkan kaki di rumah saya lagi"


"Om saya mohon,izinkan saya bertemu Sheva sekali saja om"


"Percumah,dia sudah kembali ke US"


"Nggak mungkin,kemarin dia masih bertemu dengan Hana saya tahu betul itu"


"Kalau kamu tidak percaya kamu bisa cari tahu lewat Hana,sekarang kamu keluar dari rumah saya atau saya akan panggil security buat usir kamu"


Dengan putus asa Morgan keluar dari kediaman keluarga Robert,ia sama sekali tidak tahu harus menjelaskan dengan cara apalagi bahwa memang benar bayi itu bukan anaknya.


Morgan kemudian pergi ke cafe Alta,di sana ia hanya dapat menanti sahabatnya datang namun hanya Ferly yang tiba.


"Hay bro,lesu amat" ucap Ferly menyapa Morgan


"Yang lain mana?"


"Steven sibuk ngurusin launching hotelnya"


"Alta?"


"Maksudnya?"


"Jadi tanah yang di bangun hotel itu milik Alta sedangkan Steven jadi investor"


"Kamu nggak ikutan?"


"Yah bro,perusahaan ku lagi dalam masa sulit krisis nih"


"Yaelah,habis nikah loh"


"Emang kenapa kalau habis nikah?"


"Ya biasanya kan rejeki lancar"


"Tapi kan nggak selancar kran air bro"


"Bisa aja kamu"


"Oh ya,ada apa ngajakin ketemuan mendadak begini?"


"Tadi aku habis dari rumah Sheva"


"Seriusan? kamu samperin dia kerumahnya? lalu respon keluarganya gimana?"


"Nah itu,kata om Robert Sheva udah balik ke US"


"Perasaan baru kemarin deh Steven sama Hana ketemu dia"


"Aku nggak percaya juga sih,tapi semakin aku memaksa om Robert malah ngusir aku"


"Yah seriusan kamu di usir"

__ADS_1


"Iya,dan parahnya dia ngelarang aku buat ganggu Sheva lagi"


"Coba aku tanya Rania ya,soalnya kemarin dia minta nomer Sheva gitu ke Hana"


"Oke deh,telfon"


Ferly mengambil ponselnya dan segera menghubungi istrinya


"Halo ayang...." ucap Ferly


"Ada apa ayang"


"Kamu nggak chat Sheva? ngajakin dia ketemu gitu?"


"Boro-boro ketemu,dia aja sudah balik ke US"


"Jadi beneran dia sudah balik?"


"Iya,memangnya kenapa sih?"


"Enggak,ini Morgan tanya. Tadi dia habis ke rumah Sheva tapi kata orang tuanya dia sudah balik juga sih"


"Ngapain sih dia nyariin Sheva? masih kurang buat Sheva sakit hati selama ini?"


"Sudah ya,kalau begitu aku tutup ya. Bye ayang" ucap Ferly sambil melirik Morgan


"Gimana Fer?


"Bener,Sheva udah balik ke US"


'Shittt....."


"Lagian ngapain sih kamu nyari dia lagi?"


"Aku cuma mau kasih lihat ini"


"Apa itu?"


Ferly membuka kertas yang terletak di hadapannya dan seketika terkejut


"What? jadi anak yang di dalam kandungan Kiara selama ini bukan anak kamu?"


"Aku sudah nggak yakin dari awal,karena aku merasa nggak mungkin gitu"


"Tapi kamu sama Kiara beneran tidur kan?"


"Iya,tapi aku sadar mana mungkin sekali saja bisa langsung jadi"


"Ya kalau masalah itu aku sendiri mana paham"


"Terus gimana sekarang Fer,aku bingung"


"Kenapa nggak kamu coba susul dia ke US?"


"Aku mana tahu alamatnya?"


"Dia tuh CEO International Property Of Ginandra,jadi kamu tinggal datang aja ke perusahaannya"


"Bener juga kata kamu,tapi sekarang masalahya aku nggak dapat ijin buat terbang pakai pesawat pribadi milik keluarga"


"Segitu nggak mampunya kamu beli tiket pesawat?"


"Oke deh,aku balik dulu. Makasih ya atas semuanya"


"Oke hati-hati bro good luck"

__ADS_1


__ADS_2