Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 89


__ADS_3

"Loh kenapa kita putar arah Va??"


"Mas Morgan benar ada di cafe itu"


"Kamu tahu dari mana?"


"Barusan aku hubungi sopirnya"


"Terus kalau memang dia di cafe itu kenapa?"


"Ya aku mau kasih kejutan saja,sekalian kita makan siang bareng dia. Lagi pula soto yang kamu mau bisa kita take away di kantor nanti"


"Tapi Va...."


"Kenapa sih Han? kamu nggak mau?"


Tiba-tiba mereka berdua sudah sampai di pakiran cafe lagi,Sheva segera turun namun Hana terlihat cemas dengan apa yang akan terjadi nanti


"Va...."


"Kenapa Han?"


"Aku tidak enak saja makan bareng kak Morgan"


"Kalau begitu kamu bawa mobil aku dan pergi makan soto,biar nanti aku bareng mas Morgan ke kantor"


"Kok kamu gitu sih Va?"


"Terus gimana Han? aku rindu sekali padanya,sudah satu minggu kita tidak bertemu,kamu ngertiin dong perasaan aku"


"Okay,okay kalau begitu aku tidak jadi makan soto. Aku ikut kamu saja"


"Ya sudah kalau begitu,kita masuk sekarang"


Sheva dengan antusias masuk ke dalam cafe itu,Hana makin was-was takut jika hati sahabatnya akan terluka ketika melihat suaminya bersama perempuan lain. Sesampainya di dalam Sheva lebih dulu melihat sopirnya yang duduk di meja seorang diri


"Non Sheva..."


"Dimana suami saya pak?"


"Itu non,tuan ada di meja dekat tangga. Tapi tuan"


"Tapi apa pak??"


"Tuan sedang...."


"Iya saya tahu,dia sedang makan kan? kalau begitu saya ke sana dulu pak"


Sheva berjalan ke arah meja dekat tangga,Hana masih terus mengikutinya dan berjaga-jaga bila sesuatu terjadi dengan sahabatnya nanti.


Sesampainya di sana Morgan sedikit terkejut melihat istrinya yang berdiri di hadapannya

__ADS_1


"Mas,,,,"


"Sayang,kok kamu ada di sini?"


"Kebetulan tadi aku sama Hana mau makan di sini juga,eh di depan ada mobil kamu terus tadi ketemu sama pak Prapto"


"Oh gitu"


"Kamu makan sama siapa mas?"


"Emb itu...."


"Klient??"


Hana yang melihat Kiara dari arah toilet segera menghampirinya dan berusaha mencegah agar tidak datang ke meja itu


"Terus sekarang dimana klientnya? sudah pulang?"


"Emb ke toilet sayang"


"Ouh...."


"Kamu nggak jadi makan?"


"Tadinya sih aku mau gabung sama mas,sekalian makan bareng. Tapi tahu mas sedang bersama klient jadinya aku pesan meja lain deh"


Hana yang berusaha menghalangi Kiara membautnya terlihat bodoh di hadapan orang yang baru ia lihat itu


"Oh ini lurus saja terus belok kiri"


"Emb bisa tolong antarkan saya? soalnya saya takut sendirian"


"Maaf ya mbak,saya sedang sibuk dan ada orang yang menunggu saya" ucap Kiara sambil berjalan melangkah ke arah meja Morgan


"Mbak tunggu...."


"Ada apalagi ya?"


"Mbak makan dengan laki-laki di meja dekat tangga?"


"Iya benar,anda siapa ya?"


"Ada hubungan apa mbak sama laki-laki itu"


"Maaf ya mbak,itu urusan pribadi saya jadi saya rasa mbak ini nggak tahu malu ya tanya begitu ke orang yang sama sekali tidak mbak kenal"


"Saya mengenal laki-laki itu,dia suami sahabat saya dan saya berhak tahu apa hubungan mbak dengan dia"


"Oh sahabat Sheva.... maaf maksud saya nona Sheva"


"Ya benar"

__ADS_1


"Emb gimana ya,sepertinya saya tidak perlu menjelaskan lagi ada hubungan apa saya dengan suami sahabat mbak. Karena saya rasa sahabat mbak sudah tahu siapa saya" ucap Kiara yang melenggang pergi


Morgan tidak ingin pertemuan ini menjadi masalah karena ia mengajak Kiara makan hanya semata-mata sebagai ucapan terima kasih saja. Maka dari itu ia memutuskan untuk mengajak istrinya pergi dari tempat itu supaya tidak perlu bertemu dengan Kiara,namun nasib baik sepertinya tidak berpihak padanya. Saat ia dan Sheva melangkah pergi meninggalkan meja tiba-tiba Kiara datang menghampiri mereka


"Tuan Morgan...."


"Kiara??? kamu ngapain ada di sini?"


"Justru saya seharusnya yang tanya seperti itu pada nona Sheva,oh ya terlebih lagi sahabat non Sheva dari tadi berusaha mengintrogasi saya soal ada hubungan apa saya dengan tuan Morgan sehingga kami makan siang bersama"


"Apa??? makan siang bersama? kalian berdua?"


"Iya nona"


"Sayang,ini tidak seperti yang kamu pikirkan saat ini" ucap Morgan mencoba menjelaskan


"Mas... kamu bilang kamu makan siang sama klien,terus ini apa?"


"Sebenarnya saya dan Kiara hanya sebatas makan siang saja,kebetulan tadi saya tidak sempat makan di pesawat karena terlalu sibuk dengan beberapa pekerjaan. Jadi begitu mendarat saya bermaksud mampir makan sebelum sampai rumah,sekalian menawarkan pada Kiara sebagai ucapan terima kasih"


"Itu sudah pekerjaan dia mas,kamu pun tidak perlu berterima kasih. Lagi pula kalau kamu mau makan siang bisa ajak aku"


"Tadinya kamu bilang ada meeting hari ini,jadi saya rasa kamu sibuk. Dan kenapa bisa sampai di sini,bukankah cafe ini jauh dari kantor kamu?"


"Klient aku kantornya dengan cafe ini,jadi apa salah kalau sekarang aku makan di sini. Sudahlah mas,kamu itu sudah ketahuan berbohong mana mencoba membalikkan fakta lagi"


"Saya sama sekali tidak punya maksud untuk membohongi kamu,dan apa yang saya katakan memang real dengan apa yang terjadi sekarang"


"Real,kalau kamu dan perempuan ini lunch berdua tanpa sepengetahuan aku?"


"Saya sudah bilang kalau saya hanya mau mengucapkan terima kasih,bukan ada maksud lain"


"Aku tidak tahu ya mas sejak kapan kamu mulai berbohong ke aku,tapi kali ini kebohongan kamu sungguh menyakiti aku" ucap Sheva yang kemudian meninggalkan tempat itu


Hana berlari mengejar sahabatnya yang tengah bersedih itu,sesampainya di dalam mobil ia mencoba menenangkan sahabatnya.


"Va,sorry ya.... tadinya aku memang sudah lihat kalau ada kak Morgan di sana,tapi setelah tahu dia dengan perempuan aku tidak mau kamu melihatnya dan menjadi seperti ini"


"Jadi kamu ngajak aku pergi tadi bukan karena kamu ingin makan soto?"


"Aku minta maaf Va,aku sama sekali bingung kalau memang nanti perempuan itu hanyalah sebatas pekerjaan dengan kak Morgan"


"Kamu tahu tidak sih Han,Kiara itu masa lalu Morgan. Mereka bahkan sempat hidup bersama di Bali,tanpa sepengetahuan keluarganya dan yang paling membuat aku sakit saat tahu kalau dia pernah tidur dengan perempuan itu"


"Va,kamu serius??? kak Morgan pernah tidur dengan perempuan itu?"


"Aku mau pulang Han...."


"Biar aku yang nyopir ya"


Sheva mengangguk dan berganti posisi dengan Hana,dalam keadaan seperti ini Hana tidak ingin Sheva mengemudi dan membahayakan nyawanya ataupun nyawa sahabatnya sendiri. Ia masih tidak menyangka jika Morgan berbuat hal seperti itu,di balik dirinya yang begitu pendiam dan juga smart menyimpan masa lalu yang menyakitkan.

__ADS_1


__ADS_2