
Rianza Pov
hari demi hari aku semakin dekat dengan Brian, tak terasa sudah sebulan aku berkenalan dengannya, komunikasi melalaui hp, dan belum ketemu setelah terakhir nonton film.tiba2 ada yg memanggilku "Rianza"...
flashback
Brian Pov
"akhirnya aku selesai dengan pekerjaan dikantor,selama ini aku sibuk ke kantor terus dan belum mengunjungi PH Kurniawan" hmmm kangen dengan rianza...huuuh...aku akan segera kesana.
flash back end.
__ADS_1
Rinza Pov
ya ampun mas Brian kesini , " hai mas".
seketika para kru memandangku semua...kenapa memangnya, bukankah mas brian pernah kesini, tapi boss Rendi langsung menghampiri mas Brian.
Brian Pov
bang rendi: "boss, jangan deket2 sama Rianza di tempat umum kasian nanti dia dibully",bilangnya lirih..wajahku langsung berubah seketika aku berfikir benar juga apa kata bang Rendi, aku melihat Rianza begitu senang dan ku hanya tersenyum saja dan tak menghampirinya ...seketika wajahnya berubah.hatiku mencelos begitu melihatnya berubah aura.....
Rianza Pov
__ADS_1
kenapa wajah Mas Brian berubah ekspresi aku jadi sedih tp tak apalah mungkin dia malu berteman dengan artis kecil seperti aku..." heh, Rianza kenapa kamu sksd sih sama bos brian?" .tanya teti ,kujawab" gak gt tet, aku keceplosan aja dulu dia kan kakak kelasku waktu sma" jawabku bohong, " ya ampun, kirain sksd tau za, lagian wakil produser muda kayak gt kan banyak artis yg mepet, kirain kamu juga gt, ya udah za, aku lega sekarang, tp dia tuh gk pernah lho ke PH lain, gak tau kenapa bisa kesini".apa??? wakil produser???ya ampun kenapa dari dulu aku tidak pernah tau kalau dia wakil produser...." ya ampun tet, dia wakil produser?kok aku gk tau" lho pas dia perkenalan dlu kan kamu izin ke Amrik za" oh...jawabku...ku semakin tak enak hati dekat dengannya ,drrrt drrrt ...wa.ku berbunyi "Mas Brian: za, maafin aku ya gk bisa nyamperin kamu, mohon pengertiaannya nanti aku jelasin, jangan marah ya, please...." " gpp boss, kalau bisa gk usah di samperin aja, maaf ya boss aku bener2 gk tau kalo boss wakil produser"."Mas Brian: siapa yg bilang apakah berbeda sikapmu jika aku wakil produser??"
Brian Pov *
tak sadar karena terpaku dengan hp tiba2 ada yang menepuk bahuku ternyata bang Rendi" boss, jangan melamun jika ingin ketemu pujaan hatimu bisa nanti saja, bentar lagi selesai." tapi dia tidak mau bertemu denganku".jawabku cemas." memangnya siapa pujaan hatimu? tanya bang Rendi." seketika aku "eh, maksudku bukan pujaan hatiku tp Rianza.." sambil cengar cengir bang Rendi pergi menuju Ruanza dan tak tau ngobrol apa seketika hatiku panas melihat mereka berbincang2 sambil tertawa.tak tahan ku hampiri mereka." Rianza, hari ini kamu harus pulang telat, ada urusan lain yg harus kamu kerjakan" ucapku memerintah agar tak terlihat mencurigakan.bang Rendi hanya tersenyum, " baiklah" jawab Rianza dengan lemas..kegiatan pun selesai para kru sudah pulang dan hanya ada Rianza dan aku.
aku menghampiri rianza , rianza sedang menyampirkan tas selempangnya" oh boss, katanya ada yang harus ku kerjakan, apa ya".
" iya, temani aku ke pantai" jawabku sambil menggandeng tangannya.dia awalnya canggung tp tetap diam saja tangannya ku genggam.senangnya hatiku..
__ADS_1