Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 41


__ADS_3

Sheva dan Hana pergi menuju Arlasky untuk menemui yang lainnya,sesampainya di sana sudah ada Steven,Ferly dan Alta.


"Loh kak Morgan mana?" tanya Hana sambil celingukan


"Katanya sih nanti nyusul"


"Oh,gitu"


"Kalian mau pesan apa?" tanya Ferly


"Apa aja deh"


"Pilih aja mumpung gratis"


"Maksudnya?"


"Ini kan cafe milik keluarga Alta,udah pesan aja" ucap Ferly lagi


Hana dan Sheva membaca buku menu kemudian memutuskan pesanan mereka,sambil menunggu pesanan mereka mengobrol seputar dunia kampus dan bisnis. Tiba-tiba Morgan datang


"Sorry telat" ucap Morgan


"Hay bro,akhirnya datang juga" jawab Steven


"Ku kira nggak datang,kan kasihan kalau Sheva kemari tapi loe nggak ada" jawab Ferly


Saat mereka asyik mengobrol tiba-tiba segerombolan pria dan wanita berpasangan masuk ke dalam cafe tersebut,salah satu dari mereka adalah Marcell dan Anggun. Sheva melihat ke arah mereka dan betapa terkejutnya ia harus bertemu dengan mantan dan sang pengkhianat itu disini,dan secara bersamaan Marcell juga melihat Sheva. Mereka saling tatap sebelum akhirnya Alta menyadarkannya


"Va,kok bengong sih" tanya Alta


"Hah,enggak kok kak"


"Lagi lihatin apa?"


"Nggak ada,aku ke toilet bentar ya" ucap Sheva


Sheva berlalu pergi,ia benar-benar ingin meneriaki laki-laki itu tetapi ia sadar jika harus bermain dengan cara berkelas. Saat ia hendak keluar toilet tiba-tiba pergelangan tangannya di tarik oleh Marcell dan membawanya ke samping cafe


"Apa-apaan sih"


"Kamu tambah cantik sekali Sheva"


"Dih najis,aku sama sekali nggak haus pujian kamu"


"Kamu sama siapa aja kesini? kita jalan yuk"


"Kamu gila ya? itu tunangan kamu disini loh,bisa-bisanya goda cewek lain"


"Aku malas setiap harus meladeni Anggun untuk ikut nongkrong bareng teman-temannya,yang mereka bicarakan hanya harta-harta dan kemewahan saja. Aku bosan mendengar itu"


"Lalu? itu bukan urusan aku" ucap Sheva yang melangkah pergi namun di tarik lagi oleh Marcell


"Kamu beneran tidak rindu main ke apartemen?"

__ADS_1


"Nggak sama sekali"


"Kita ke sana yuk"


"Nggak... Lepaskan aku mau pergi"


"Ayolah Va,lagian kamu juga pasti butuh belaian kan. Siapa lagi yang bisa memanjakan kamu seperti itu kecuali saya"


"Jaga ucapan kamu ya,sedikitpun saya tidak pernah mau di sentuh dengan laki-laki brengsek seperti kamu"


"Oh ya?"


"Yaa"


"Lalu dulu?"


"Dulu,kita cuma pernah ciuman. Itupun hanya beberapa kali,jadi jangan kira aku mau kamu bodoh i lagi"


"Okey kalau nggak mau di apartemen kita ke hotel dekat sini saja"


"Brengsek banget sih,lepasin nggak????"


"Nggak..."


"Lepasin !!!!!"


Tiba-tiba Morgan datang dan membantu Sheva yang terpojok oleh Marcell


"Kamuuuu????"


"Jangan pernah berani menyentuh pacar saya" ucap Morgan tegas


"Pacar? jadi secepat itu kamu dapat pengganti saya Va? murahan sekali kamu "


"Jaga ucapan kamu"


"Kalau nggak salah kita pernah bertemu di tempat gym,iya saya ingat waktu itu kita sempat sedikit bercerita kalau nggak salah nama kamu Morgan kan?"


"Ya"


"Oh,jadi kamu pacar Sheva? asal kamu tahu ya,dia tidak se polos kelihatannya. Bahkan saat bersamaku dia rela menyodorkan dirinya"


"Kurang ajar" teriak Sheva sambil menampar Marcell


"Sudah Va,nanti ada yang lihat" ucap Morgan


"Silahkan nikmati bekas saya"ucap Marcell sambil tersenyum licik dan pergi meninggalkan tempat itu


Sheva menggenggam erat tangannya dengan nafas tak beraturan,Morgan yang berada di sampingnya hanya bisa membantu menenangkannya.


"Kamu nggak usah pikiran perkataan dia ya,aku percaya kamu kok" ucap Morgan


Sheva hanya mengangguk

__ADS_1


"Sekarang kita kembali ke dalam ya,nggak enak juga sama yang lain"


"Iya"


Sheva dan Morgan kembali menghampiri teman-teman mereka,beberapa melihat kedatangan Morgan dan Sheva secara bersamaan dengan tatapan curiga


"Kalian dari mana saja?" tanya Ferly


"Toilet kok"


"Lama bener,jangan-jangan" goda Steven


"Apaan sih Stev,garing tahu nggak" celetuk Morgan sambil kembali duduk di kursinya


Setelah acara hang out itu selesai,semuanya bergegas untuk pulang. Tepat pukul 21.00 Sheva sampai di rumah,kedua orang tuanya yang tengah menonton televisi seketika mengalihkan perhatiannya kepada Sheva.


"Dari mana saja kamu jam segini baru pulang?" tanya nyonya Lista


"Maaf mi,tadi Sheva lupa buat ngomong kalau sepulang kerja tadi Sheva nongkrong sebentar sama teman-teman"


"Sebentar kamu bilang?"


"Dari jam 16.00 sampai malam begini kamu bilang sebentar?"


"Mami kenapa sih sensi banget sama Sheva,aku ini udah dewasa mi. Aku berhak menentukan waktuku untuk apa saja"


"Sudah berani kamu sama mami?"


"Mi,sudahlah. Sheva kan juga butuh refreshing setelah seharian di kantor" ucap tuan Robert


"Beginilah akibatnya kalau papi sering memanjakan dia"


"Mi,Sheva juga main nggak sendirian kok. Ada Hana ada Morgan dan teman-temannya,apa salah sih kalau Sheva pengen kumpul teman?"


"Kamu sama Morgan?"


"Iya"


"Ya sudah kalau sama Morgan,mami kan jadi tenang karena ada yang menjaga kamu"


"Apaan sih,nggak jelas banget sih mami" ucap Sheva yang kemudian naik ke lantai dua menuju kamarnya


Sementara itu nyonya Lista tersenyum menatap suaminya


"Mami kenapa sih terlalu mengkhawatirkan Sheva,dia sudah besar mi dia tahu mana yang baik dan tidak"


"Mami cuma khawatir saja pi,tapi syukurlah kalau ada nak Morgan bersamanya"


"Ini lagi,sekarang tiba-tiba mami jadi tenang setelah Sheva bilang kalau ada Morgan"


"Mami tuh nggak tenang pi,kalau papi sudah pulang tapi Sheva belum. Untung saja ada Morgan,semoga hubungan mereka lekas membaik"


Tuan Robert hanya bisa menghela nafas melihat tingkah istrinya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2