Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 118


__ADS_3

Mereka berenam terlihat semakin akrab meski sekarang jarang sekali untuk bertemu,Ferly dan juga Steven senang melihat Alta yang sedikit bisa tersenyum setelah kehadiran Sheva. Mereka berharap kedepannya Alta dan Sheva bisa menjalin hubungan seperti mereka sekarang, semua orang tahu bahwa selama ini Alta selalu menyimpan rapat-rapat hatinya dan hanya ada nama Sheva di sana.


"Va kamu kapan kembali ke LA lagi?" tanya Steven


"aku tidak akan kembali ke sana kok kak,aku udah janji sama mami dan papi kalau mulai sekarang aku akan stay menjaga dan merawat mami"


"seriusan kamu Va? beneran kan kamu nggak akan kembali ke LA ataupun pergi ke luar negeri lagi?" tanya Hana yang begitu girang


"iya memangnya kenapa sih?"


"nggak ada sih Va, kita senang aja kita bisa kumpul-kumpul lagi seperti dulu"


"kapan-kapan nongkrong bareng yuk?" ucap Steven


"kalian nggak lihat Rania perutnya udah sebesar itu?" ucap Sheva sambil melirik Rania yang duduk di sebelah Ferly


"iya nih pada nggak kasihan sama bini gua apa?" sahut Ferly


"oke deh oke nongkrongnya di rumah kalian aja kalau gitu" usul Steven


"wah ide bagus tuh kapan nih jadinya?"


"kita sih ngikut yang punya rumah aja" jawab Hana


"lusa deh sekalian temenin aku ngerapiin kamar baby aku" jawab Rania


"wah asik bakalan seru nih pastinya" imbuh Hana


"guys udah malam juga nih gue cabut ya?" ucap Sheva sambil melirik jam tangannya


"aduh Va baru juga seru-serunya" celetuk Steven


"jangan gitu, kasihan juga Sheva, dia kan perlu istirahat juga. lagian kan dia baru nyampe rumah tadi pagi" ucap Alta


"ya udah deh sana ah anterin tuh Sheva"


"tanpa kau suruh udah pasti aku nganterin kok" jawab Alta sambil mengajak Sheva pergi ke arah pintu keluar


Namun siapa sangka kalau di depan Sheva dan juga Alta justru bertemu dengan Morgan yang baru datang


"Sheva kamu kapan balik?" tanya Morgan

__ADS_1


"bukan urusan kamu" jawab Sheva ketus


"lu mau ke mana Al?"


"mau nganterin Sheva pulang"


"udah biar aku aja"


"apaan sih nggak usah sok akrab ya" ucap Sheva dengan nada sinis


"Va ada yang mau saya omongin sama kamu"


"sudah berapa kali aku bilang kalau tidak ada perlu yang dibicarakan lagi di antara kita"


"please Va kali ini saja"


"Morgan kalau Sheva nggak mau nggak usah dipaksa gini" ucap Alta berusaha menengahi


"apaan sih Al nggak usah ikut-ikutan kali"


"aku berhak ikut campur karena aku yang dikasih amanah oleh orang tua Sheva untuk mengantarnya pulang"


"oh jadi sekarang kamu udah mulai menusuk aku dari belakang dengan cara mendekati keluarga Sheva ? supaya apa? supaya kamu mendapatkan restu dari keluarganya untuk menjalin hubungan dengan Sheva gitu?"


"udahlah Al gerak-gerik lu juga kebaca kali, dari dulu kan waktu kuliah lu udah naksir sama Sheva. tapi emang dasarnya keluarganya aja ngejodohinnya sama aku"


"oke jujur dulu emang aku suka banget sama Sheva,tapi gue berusaha mengalah untuk menjaga persahabatan kita dan setelah tahu ternyata Sheva dijodohkan sama kamu. Tapi nyatanya apa? kamu nggak bisa menjaga Sheva seperti janji yang kamu ucapkan saat pernikahan, sekarang hak Sheva dia mau dekat dengan siapa saja dan kamu tidak berhak melarang-larangnya lagi"


"sudah cukup jangan ada keributan di sini, ini rumah orang dan ini acara orang kalian paham nggak sih?" ucap Sheva yang kesal dengan perdebatan mereka


"sudah Va kita pulang sekarang" ucap Alta yang kemudian menggandeng tangan Sheva menuju mobil


Melihat hal itu Morgan kebakaran jenggot dan tidak terima,ia lalu melayangkan pukulan kepada Alta hingga membuatnya tersungkur.


Brakkkk


"Astaga kak Alta.... Morgan apa apaan sih kamu?"


"Aku tidak akan rela kamu di sentuh oleh siapapun termasuk dia"


"Itu bukan hak kamu melarangnya" ucap Sheva yang kemudian membantu Alta berdiri

__ADS_1


"Sudah kak jangan hiraukan dia,kita pergi dari sini sekarang"


Saat Alta dan Sheva hendak pergi,Morgan mencoba memancing emosi Alta dengan kata-kata kasar


"oh mau jadi pengecut lu Al? laki-laki seperti itu nggak pantes sama kamu Va, jadi perempuan mahal dikit kek. Pakai kriteria jangan asal nerima gitu aja, kemarin Ryto sekarang si Alta. Udah berapa cowok yang lo tipu?"


Merasa tidak terima dengan ucapan Morgan, Alta membalikan diri lalu melayangkan pukulan balik kepada Morgan hingga jatuh. Nampak Morgan menatap Alta dengan senyum kecut di sudut bibirnya


"kak udah kak jangan tanggapin manusia nggak tahu diri seperti dia" ucap Sheva


Beberapa tamu yang melihat keluar dari ruangan dan menyaksikan perdebatan mereka,mengetahui ada yang tidak beres Ferly dan Steven keluar untuk mengecek situasi.


"kali ini gue akan biarin lu buat ngerendahin diri sendiri,tapi kalau sampai aku dengan sekali lagi kamu berusaha merendahkan Sheva maka aku tidak akan tinggal diam" ucap Alta


"Kenapa? mau sok jadi pahlawan?"


"Ada apa ini Al?" tanya Ferly yang tiba-tiba sudah berada disana dengan Steven


"Hay bro...." sapa Morgan pada keduanya


"Morgan???"


"Kalian urus dia,aku mau antar Sheva pulang"


"Lari,lari seperti pengecut" teriak Morgan lagi


Sheva yang sudah semakin geram berbalik menghampiri Morgan lalu menamparnya


"Jaga batasan kamu,aku tidak segan-segan membuat kamu lebih hancur dari ini" ucap Sheva lalu kemudian pergi


"Apa-apaan sih Mor,ada masalah apa sebenarnya antara kamu dan Alta?" tanya Steven


"Dia berusaha merebut Sheva dari gua"


"Merebut? sadar Gan dia sudah bukan istri kamu lagi,dia berhak bahagia"


"Tapi sampai kapanpun gua gak akan rela jika Alta gantikan posisi gua"


"Lalu apa menurut kamu Sheva rela Kiara menggantikan posisinya saat itu?"


"Kenapa jadi bawa-bawa perempuan itu sih Stev?"

__ADS_1


"Pikir pakai logika kalau lu memang masih punya otak,siapa disini yang mulai duluan" ucap Steven yang kemudian mengajak Ferly masuk bersama tamu yang lain.


Morgan terdiam mendengar perkataan Steven barusan,ia merasa bahwa sahabatnya sama sekali sudah tidak perduli dengannya. Kebanyakan membela Alta dan setuju jika ia dan Sheva memiliki hubungan lebih dari sekedar sahabat. Mulai saat itu Morgan benar-benar merasa sendirian terlebih lagi ia sedang dalam masa menghadapi proses perceraiannya dengan Kiara setelah terungkapnya tes DNA yang menyatakan bahwa anak Kiara bukanlah darah dagingnya. Bahkan keluarga Morgan juga setuju jika putra mereka menceraikan Kiara,bagaimanapun Morgan adalah korban dari kebohongan perempuan itu yang membuat kehidupan pernikahannya dengan Sheva berakhir dan hancur.


__ADS_2