Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 67


__ADS_3

Matahari sudah menampakkan cahayanya,sayup-sayup Sheva membuka matanya. Ia terbaring di tempat tidur dengan baju yang sudah berantakan,Sheva nampak terkejut dan berteriak sekencang-kencangnya. Ia menyadari bahwa dirinya kini dalam bahaya,ia segera berlari ke arah pintu namun terkunci rapat. Ia menggedor-gedor mencoba memanggil-manggil Damar tapi tak ada jawab apapun.


Pagi ini kabar hilangnya Sheva telah tersebar di perusahaan,bahkan satu persatu karyawan yang satu hari terakhir kontak dengannya di introgasi di ruangan tuan Robert. Di sana ada mang Asep,Hana,dan juga Damar. Mereka mengaku sejak terakhir ketemu dengan Sheva yaitu dua hari yang lalu belum pernah melihatnya lagi,kini kasus hilangnya Sheva telah di serahkan ke pihak berwajib. Para karyawan membicarakan masalah ini,apalagi hari pernikahan antara Sheva dan Morgan tinggal seminggu lagi. Keluarga sama sekali hanya bisa menunggu kabar dari polisi bahkan sekarang satu-satunya saksi hanyalah Morgan.


Mogan,Steven,Alta,dan Ferly melanjutkan pencarian mereka,sama sekali tidak ada tanda-tanda tentang keberadaannya. Sudah dua hari sejak hilangnya Sheva,malam itu hujan begitu deras Sheva hanya seorang diri berada di kamar itu. Tiba-tiba Damar masuk membawakan makanan untuknya


"Damar....."


"Sheva kamu makan dulu"


"Damar,apa yang kamu lakukan pada saya?"


"Tenang,kita hanya bersenang-senang"


"Aku mau pulang Damar,orang tua ku pasti khawatir"


"Bukankah kamu mau di sini?"


"Tidak aku harus pulang"


"Sudahlah Sheva ini cara satu-satunya agar kamu tidak jadi menikah dengan dia,begitu juga kamu tidak perlu mencari alasan apapun untuk membatalkannya"


"Aku berubah pikiran,aku tetap akan melangsungkan pernikahan ku"


"Tidak Sheva kamu tidak boleh menikah dengannya"


"Kenapa?"


"Karena hanya aku yang boleh menikahi kamu"


"Damar... kamu???"


"Iya Va,aku begitu mencintai kamu sejak saat pertama kita bertemu. Tapi aku tidak sanggup mengatakannya karena aku sadar diri aku tidak sebanding dengan mantan-mantan kamu"


"Tidak Damar,kamu tidak boleh melakukan itu. Aku sudah di jodohkan oleh orang lain"


"Maka dari itu aku tidak mau pernikahan itu terjadi"


"Kalau begitu maaf jika aku harus memaksa kamu untuk membiarkan aku pergi dari sini" ucap Sheva sembari berjalan menuju pintu


Emosi Damar mulai memuncak,ia menghampiri Sheva dan menariknya,ia juga melemparkan Sheva ke atas tempat tidur.


"Apa-apaan kamu Damar,kamu tidak berhak melarang aku pergi dari sini"


'Maaf Va,kalau kamu masih bersikeras untuk pergi maka aku tidak ada jalan lain selain mengurung kamu di sini"


"Enggak,kamu tidak boleh melakukannya" ucap Sheva yang berusaha berdiri lagi


Namun Damar yang mudah emosi menarik Sheva dan mendorongnya ke lantai hingga perempuan itu tersungkur


"Awww.... kamu gila ya?" teriak Sheva


"Ya,aku memang gila. Gila karena kamu"


"Minggir,aku mau pergi"


Damar mulai kehilangan akal,ia menarik pergelangan tangan Sheva hingga membuat perempuan itu meringis kesakitan


"Lepaskan,sakit Damarr...."

__ADS_1


Saat perlawanannya tidak berhasil Sheva mencoba menggigit tangan Damar dan membuatnya kesakitan


"Sinting kamu ya...." teriak Damar yang langsung menghempaskan tubuh Sheva ke kanan hingga mengenai sebuah meja


"Brukkk" Sheva terluka dengan jidatnya yang menatap sudut meja


"Damar,kamu tidak bisa seperti ini..." lirik Sheva sambil menahan sakit


Damar masih tidak mau menyerah,ia memukul tengkuk Sheva hingga membuatnya kembali pingsan. Setelah itu Damar mengikat Sheva ke sebuah kursi dan menutup mulutnya dengan kain,tak mau di salahkan dan rugi akan hal tersebut. Damar berencana mengirimkan foto-foto Sheva bersamanya yang sempat ia ambil kemarin kepada Morgan.


Sheva bersikeras meminta agar Damar melepaskannya


Saat itu Morgan yang tengah melakukan pencarian bersama Alta tiba-tiba mendapatkan sebuah pesan dari nomer tak di kenal,ia membukanya dan melihat foto Sheva yang tengah telanjang dan tertidur di samping seorang laki-laki. Sontak hal itu membuat Morgan terkejut


"Kenapa Gan?" tanya Alta yang melihat wajah sahabatnya begitu panik


"Menepi dulu Al" ucap Morgan


Alta mengikuti perkataan Morgan,setelah menepi ia pun melihat foto yang di tunjukkan Morgan di ponselnya


"Ini kan Sheva? sama siapa dia?"


"Saya juga tidak tahu"


"Tapi tunggu kenapa dia tidur dengan laki-laki lain? bukankah sebentar lagi kalian akan menikah"


"Saya tahu ini bukan kemauan Sheva,dia pasti di culik"


"Coba kamu telfon"


Morgan segera menelfon nomer itu,dan setelah beberapa kali tidak di jawab akhirnya Damar mengangkatnya


"Halo..."


"Dia baik-baik saja"


"Apa mau anda?"


"Cukup simpel,kamu batalkan pernikahan kalian dan biarkan dia hidup bahagia bersama saya"


"Jangan gila anda,Sheva tidak akan melakukan hal itu meski dia terpaksa menikah dengan saya"


"Ya itupun terserah anda,kalau masih ingin melihat Sheva lagi" ucap Damar lalu mematikan telfon mereka


Morgan yang terbawa emosi mengutuk laki-laki yang ia hubungi tadi


"Shittt berani-beraninya dia menyentuh Sheva"


"Gan,sebaiknya kita beritahu polisi soal ini"


Morgan setuju dan kemudian pergi ke kantor polisi untuk menunjukkan foto itu,sesampai di sana polisi berniat melacak nomer itu dan mencari tahu keberadaannya.


Tak lupa Morgan juga memberitahu bahwa Sheva di culik tanpa memperlihatkan foto tersebut,ia tidak ingin jika orang tua mereka salah paham dengan hal itu.


"Gan,kenapa kita tidak coba tanya ke Hana? mungkin dia tahu siapa saja yang sedang dekat dengan Sheva"


"Kamu betul"


Mereka sepakat menemui Hana di kantor,sesampai di sana mereka melihat Hana yang begitu sedih karena sahabatnya masih juga belum di ketahui keberadaannya.

__ADS_1


"Kak Morgan,kak Alta"


"Hana,kamu tahu Sheva dekat dengan siapa saja?"


"Maksud kak Alta?"


"Tadi Morgan dapat kiriman foto tentang Sheva"


"Coba lihat"


Morgan memperlihatkan foto tersebut,namun wajah laki-laki itu di samarkan


"Ini kan klinik kantor" ucap Hana


"Jadi ini di kantor?" tanya Morgan


"Iya kak,ini klinik kantor. Tapi siapa laki-laki ini?"


"Sebaiknya kita ke klinik dan menanyakan kapan terakhir Sheva kesana"


"Tunggu,Sheva pakai baju ini kira-kira tiga hari yang lalu kak. Dan saat itu dia menemani aku lembur kemudian menawarkan kopi"


"Kita cek ke klinik saja,siapa tahu bisa dapat info dari sana"


Mereka bertiga pergi menuju klinik dan bertanya kepada dokter yang jaga soal foto itu,namun dokter itu tidak pernah melihat Sheva ada di klinik belakangan ini. Mereka akhirnya memutuskan melihat rekaman cctv sesuai waktu yang Hana berikan tadi,namun sesampainya di ruang kontrol mereka tidak menemukan bukti apapun. Anehnya rekaman di jam 18.00 pada hari itu telah di hapus oleh seseorang


"Bagaimana ini kak,kalau Sheva sampai sekarang belum ketemu. Padahal pernikahannya tinggal lima hari lagi"


"Kita juga sedang berusaha mencarinya Han,kamu kasih info ya kalau ada orang yang menurutmu mencurigakan di kantor ini" ucap Alta


"Pelakunya pasti orang perusahaan ini,kalau bukan bagaimana mungkin dia bisa berada di klinik perusahaan?" imbuh Morgan


Tiba-tiba ponsel Morgan kembali berbunyi dan ternyata itu adalah pihak kepolisian


"Halo"


"Siang pak Morgan"


'Siang pak,bagaimana? apa ada perkembangan?"


"Kami sudah menemukan lokasi terkahir **** tersebut,tepatnya di apartemen grand wahid. Sekarang saya dan tim sedang menuju ke lokasi"


"Baik pak,saya akan segera ke sana"


"Gimana Gan?"


"Polisi bilang mereka menemukan lokasi nomer itu,di Grand Wahid"


"Tunggu,sepertinya aku tidak asing dengan apartemen itu" ucap Hana


"Kamu tahu karyawan di sini yang tinggal di sana?"


"Aku coba cari datanya kak"


'Okey Han,kalau sudah kamu info ke saya ya"


"Baik kak"


"Kalau begitu kita pergi dulu Hana

__ADS_1


"Iya kak Alta"


Begitu Morgan dan Alta pergi,Hana segera meluncur ke bagian pendataan. Ia meminta bantuan karyawan lain untuk mencari file karyawan yang tinggal di Grand Wahid.


__ADS_2