
Tiba-tiba dari dalam rumah terdengar suara mobil yang berhenti di halaman,tak berapa lama Sheva masuk dan melihat Morgan dan mamanya yang ada di ruang tamu.
"Sayang...." ucap Morgan begitu melihat Sheva
"Mama mau kesini kok tidak telfon Sheva dulu?" ucap Sheva yang terkejut dengan keadaan ini
"Kalau mama telfon,mama tidak akan tahu apa yang sedang terjadi di rumah ini" ucap Nyonya William sambil menghampiri Sheva
"Mama nangis?"
"Sayang,duduk sini"
"Ini ada apa Morgan?" tanya Sheva yang bingung menatap nyonya William masih berlinang air mata
"Sheva,mama sudah tahu semuanya"
"Kamu cerita ke mama juga? setelah kamu cerita ke papi?"
"Jadi papi kamu sudah tahu akan masalah ini sayang?" tanya nyonya William
Sheva mengangguk dan memalingkan wajahnya dari Morgan
"Astaga,mama malu Sheva. Mama malu sama keluarga kamu,mama gagal mendidik Morgan untuk membahagiakan kamu"
"Ma,enggak mama enggak gagal. Hanya saja sekarang rumah tangga Sheva dan Morgan sedang di terpa badai ma"
"Mama harap kamu bisa memaafkan Morgan,jangan tinggalkan dia sayang. Cuma kamu yang mama percaya untuk menjaganya"
"Iya ma,Sheva janji tidak akan mengecewakan mama seperti ini. Jadi sekarang udah ya ma,mama jangan nangis seperti ini"
"Morgan,kamu minta maaf sama Sheva. Kamu janji kalau kamu tidak akan mengulangi ini semua"
"Maafkan saya Va,saya benar-benar tidak bermaksud membuat kamu merasa sedih seperti ini"
"Aku juga,maaf aku sudah egois dan pergi dari rumah begitu saja"
Morgan menghampiri Sheva dan memeluk istrinya itu,tuan Robert dan istinya datang dan melihat itu semua.
"Papi...."
__ADS_1
"Kamu sudah pulang?"
"Iya pi,Sheva ada disini sekarang"
Keluarga itu saling meminta maaf manakala kesalahan yang telah terjadi antara Morgan dan Sheva,kini semuanya akan kembali baik-baik saja setelah lika liku rumah tangga yang menerpa mereka.
Malam itu setelah mengantar keluarga Sheva dan nyonya William ke halaman rumah untuk pulang,Sheva kembali ke dalam sambil membawa kopernya yang masih berada di bagasi. Melihat hal itu Morgan berusaha membantunya
"Sini biar saya saja" ucap Morgan sambil mengangkat koper keluar bagasi.
Sheva memilih untuk jalan lebih dulu mana kala ia masih kesal dengan suaminya tersebut,sesampainya di kamar ia langsung membersihkan diri dan bersiap untuk pergi tidur. Sekembalinya Morgan dari mandi ia melihat istrinya yang sudah tertidur pulas di atas ranjang,ia membelai parasnya kemudian mencium kening perempuan di sampingnya itu.
Pagi-pagi sekali Sheva sudah bangun dan segera mandi,ia berniat untuk berangkat ke kantor lebih awal hari ini. Begitu ia selesai make up Morgan baru terbangun dan memandang istrinya yang sudah rapi itu
"Sayang,kok kamu sudah rapi saja sepagi ini"
"Aku ada meeting pagi ini,aku berangkat duluan" ucap Sheva tanpa memandang ke arah suaminya
"Tunggu...."
"Apalagi?"
"Kamu masih marah sama saya?"
"Bukan begitu,cara bicara kamu seperti ketus gitu lho"
"Perasaan kamu aja kali"
"Kalau memang kamu masih belum bisa memaafkan saya,kenapa kemarin tidak bilang saja?"
"Dan kamu ingin kalau mama kamu terus menerus merasa bersalah atas apa yang kamu lakukan"
"Okay,saya tahu saya salah. Tapi apa yang kamu lihat tidak seperti yang sebenarnya terjadi"
"What ever,i dont care" ucap Sheva sambil melangkah keluar pintu
"Sheva tunggu,saya belum selesai bicara"
"Please jangan rusak mood aku sepagi ini"
__ADS_1
Sheva menghilang di balik pintu lift,ia sama sekali tidak mempedulikan Morgan yang masih merasa bersalah dengan apa yang telah terjadi. Sesampainya di bawah mbok Mirah menyapanya
"Non Sheva mau berangkat sekarang?"
"Iya mbok,saya ada meeting pagi ini"
"Tidak sarapan dulu?"
"Nanti saja di kantor mbok,saya permisi"
"Hati-hati non"
Sheva bergegas keluar dan melajukan mobilnya menuju kantor,sesampainya di sana Hana yang baru saja turun dari ojol melihatnya dari kejauhan. Ia menunggu sahabatnya itu di lobby
"Sheva,kamu sudah balik ke rumah?" tanya Hana begitu sahabatnya sampai di lobby
Sheva hanya menganguk sambil jalan menuju lift
"Masalah kamu sama kak Morgan sudah selesai kan?"
"I don't no"
"Kok gitu sih,jadinya gimana?"
"Sudah deh Han nggak perlu kita bahas juga kan,aku males banget kalau ingat sama dia dan perempuan itu"
"Ya sudah deh,semoga saja setelah ini rumah tangga kalian baik-baik saja"
Sheva segera menyiapkan bahan meeting hari ini,seharian ia hanya di ruang kerjanya karena beberapa pekerjaan yang menumpuk selama ia pergi kemarin. Bahkan hari ini dia memutuskan untuk lembur,sudah pukul 18.00 Sheva masih stay di ruangannya. Hana yang kala itu sudah bersiap pulang menghampirinya di ruangan
"Va,kamu nggak pulang?"
"Duluan aja deh Han,aku masih ada beberapa pekerjaan"
"Ya sudah aku duluan ya,soalnya ada janji sama mama"
"Okay,hati-hati"
"Kamu jangan malem-malem,ntar suami kamu nyariin lagi"
__ADS_1
"Iya bawel"
Hana pergi meninggalkan kantor,sementara Sheva masih sibuk dengan beberapa dokumen di mejanya. Ia sama sekali tidak berniat untuk pulang lebih awal hari ini karena masih malas harus bertemu dengan Morgan.