Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 48


__ADS_3

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 16.00 waktu Indonesia,Sheva dan Hana pamit untuk kembali ke hotel. Mr.Namoko meminta anak buahnya untuk mengantarkan mereka,Mr.Namoko dan sang istri sangat senang bisa bertemu dengan Sheva yang begitu humbel dan ramah.


Sesampainya di hotel Sheva langsung merebahkan diri di atas tempat tidur,sementara Hana memandang sahabatnya itu dengan bingung.


"Va..."


"Hmmm"


"Menurut kamu Mr.Namoko seperti ingin sekali mendekatkan kamu dengan putranya?"


"Ahh perasaan kamu aja kali"


"Tapi anaknya aja cuek dingin begitu,berbanding terbalik dengan orang tuanya"


"Ya mungkin dia memang tipe seperti itu"


"Tapi ganteng juga sih kalau di lihat-lihat"


"Dih mulai,tau ahh aku mau mandi dulu" ucap Sheva yang bangun dan bergegas ke kamar mandi.


Setelah mandi Sheva ijin keluar ke taman hotel,ia ingin mencari udara segar sambil melihat pemandangan di bawah sana. Ketika hendak mengambil minuman Sheva melihat sosok yang tidak asing baginya sedang membagikan sebuah roti kepada anak-anak di jalanan. Ia mendekatan wajahnya ke kaca jendela yang langsung terlihat dari seberang jalan,dan yang benar saja itu Ryota.


"Hah sedang apa dia disana?" celetuk Sheva


Tak berselang lama Sheva semakin penasaran dan berusaha menghampirinya,namun tiba-tiba ia mengalihkan pandangan ke sumber suara tangisan seorang anak kecil yang jatuh tak jauh dari ia berdiri sekarang. Sheva menghampiri anak itu dan membantunya berdiri,


"Hay,dimana orang tua mu?" tanya Sheva


Anak kecil itu masih terus menangis dan tak lama muncul sepasang suami istri yang merupakan orang tua anak tersebut,ia menghampiri anak itu dan mengucapkan terima kasih kepada Sheva karena sudah menolongnya.


Setelah mereka pergi Sheva hendak berdiri dan kembali untuk menemui Ryota,namun salah satu tali sepatunya lepas dan membuatnya berjongkok lagi. Saat itu juga dari kejauhan terlihat seorang pengendara sepeda akan melintas di hadapannya,Sheva terkejut saat tubuhnya seperti ada yang menarik hingga masuk ke dalam pelukan orang. Sheva mendongak melihat orang yang tengah memeluk atau menyelamatkannya dari pengendara sepeda tadi. Terlihat wajah Ryota panik sambil masih melihat ke arah pengendara sepeda yang pergi tadi.


"Kamu nggak apa-apa?" tanya Ryota kepada Sheva yang hanya diam mematung


Sheva seperti tak sadar kalau saat ini ia ada di pelukan seorang pria tampan,bahkan karena hal itu ia tidak sadar jika Ryota mencoba untuk menyadarkannya.


"nona Sheva....." ucap Ryota lagi yang kemudian membuatnya tersadar


"Hah apa?" ucap Sheva sambil mendorong tubuh Ryota agar menjauh darinya


"Kamu baik-baik saja?"


"Ya tentu"


"Lain kali hati-hati,banyak pengguna jalan yang tidak tertib di sini"


"Baiklah"


"Kalau begitu saya permisi"


"Tunggu tuan Ryota"


"Ada apa?"

__ADS_1


"Apa yang sedang kamu lakukan disini?"


"Komunitas ku sedang melakukan kegiatan amal di sekitar sini"


"Oh begitu"


"Saya permisi dahulu,pasti mereka mencari saya"


"Baiklah,sampai bertemu lain waktu" ucap Sheva yang di balas dengan senyuman yang sangat manis oleh Ryota


Sheva terdiam begitu melihat laki-laki itu yang sangat manis dan juga telah membuat jantungnya berdebar-debar. Ia berjalan kembali menuju lobby hotel sambil tersenyum,sesampainya di kamar Hana menggeleng melihat sahabatnya yang seperti orang gila.


"Kamu habis kejepit lift?" tanya Sheva


"Enggak"


"Terus kenapa senyum-senyum sendiri?"


"Hah? siapa yang senyum?"


"Tadi aku lihat kamu masuk sambil senyum-senyum gitu"


"Salah lihat kali"


"Enggak,mata ku masih sehat"


"Dih apaan sih? kamu mau makan nggak?"


"Makan apa?"


"Ya iya,aku ambil jaket dulu"


Sheva dan Hana turun menuju ruang makan hotel,berbagai menu tersedia disana. Hana sampai bingung mau ambil apa untuk menu makan malamnya


"Va, aku bingung deh"


"Bingung kenapa?"


"Makanannya banyak banget"


"Ya udah makan saja"


"Aku bingung mau ambil yang mana,kayaknya enak semua"


"Ya sudah ambil aja satu-satu"


"Dih aku mana ada uang buat bayarnya"


"Hana,ini tuh gratis dan sudah fasilitas hotel"


"Seriusan?"


"Iya"

__ADS_1


"Wah aku mau..." ucap Hana sambil meminta koki menyiapkan makanan yang ia tunjuk


Sementara itu Sheva hanya memilih salad dan juga dua potong roti gandum serta jus melon untuk makan malamnya,ia duduk di samping jendela yang berada di tepi jalan tadi. Ia melihat di sekitar seperti mencari sesuatu hingga tersadar bahwa meja di hadapannya sekarang sudah penuh makanan pesanan Hana.


"Astaga Hana,kamu mau makan semua ini?"


"Kenapa memang? bukannya kata kamu aku harus mencobanya satu-satu?"


"Tapi kamu yakin bakal habis?"


"Habis kan aku laper,lagian tadi siang makan di rumah Mr.Namoko makananya tradisional Jepang banget aku nggak begitu suka"


"Pantesan kamu lebih banyakan minum ketimbang makan"


Mereka berdua menyantap makanan itu hingga Sheva sudah selesai namun Hana masih berusaha menghabiskan makanannya.


"Harus habis ya Han,kita gak boleh buang-buang makanan"


"Va aku udah kenyang deh"


"Nggak pokoknya harus habis"


Sheva berjalan menuju toilet sembari menunggu Hana selesai,namun setelah kembali Hana justru ada seorang laki-laki yang sekarang sedang duduk bersamanya. Sheva segera berjalan menghampirinya


"Siapa?"


"Oh ini,dia salah satu pengunjung hotel ini kebetulan dia orang Indonesia juga" ucap Hana


"Oh jadi ini nona Sheva bos kamu itu?"


"Iya saya Sheva"


"Perkenalkan nama saya Farhan,saya sedang ada bisnis di daerah sini"


"Oh,maaf ya kami harus segera kembali ke kamar" ucap Sheva sambil menarik tangan Hana


Sesampainya di lift Hana bertanya kenapa Sheva terlihat tidak suka dengan Farhan


"Kamu kenapa sih Va? tiba-tiba ngajak balik ke kamar saat ngobrol sama Farhan tadi"


"Han jangan ngobrol dengan orang asing ketika tidak di negara sendiri"


"Memangnya kenapa?"


"Kita tidak tahu dia siapa,kerjaannya apa? banyak kok orang nyari-nyari keuntungan apalagi kita pendatang disini"


"Kamu curiga sama Farhan? sekarang kamu sudah bisa ya menilai orang dari covernya"


"bukan begitu maksud aku Han,aku cuma nggak mau kamu kenapa-kenapa"


"Its okey Va,aku gak kenapa-kenapa kok. Dia cuma menghampiri aku karena dia kira aku sendirian"


"Tau ah males debat,aku mau tidur aja" ucap Sheva yang langsung merbahkan diri begitu masuk ke kamar.

__ADS_1


...Mrs.Grazia...



__ADS_2