
Di sisi lain setelah selesai mengantarkan mama Kiara ke stasiun,suasana di dalam mobil menjadi hening. Entah Morgan ataupun Kiara tidak saling bicara satu sama lain,namun tiba-tiba Morgan memulai pembicaraan dengan bertanya soal dirinya yang pernah tidur dengan perempuan yang ada di sampingnya itu
"Selain kita,siapa saja yang tahu kalau kita pernah tidur bareng?"
"Nggak ada,aku juga nggak pernah cerita ke siapapun soal hal ini"
"Lalu bagaimana Sheva tahu tentang hal itu?"
"Aku sendiri juga gak paham,dari mana istri kamu bisa tahu. Lagi pula kalau dia wanita smart dia tidak perlu mempermasalahkan masa lalu suaminya"
"Masalahnya bukan itu...."
"Lalu??"
"Mulai sekarang kamu jangan terlalu dekat sama keluarga saya,saya tidak mau kalau sampai kehadiran kamu membuat Sheva semakin enggan memaafkan saya"
"Ayolah Morgan,kita sama-sama tahu kalau kamu tidak mungkin membahas masalah ini di depan keluarga kamu"
"Hei jangan coba-coba kamu bawa-bawa keluarga saya,cukup hanya saya,Sheva dan kamu yang tahu masalah ini"
"Munafik,padahal istri kamu sendiri juga pernah bukan melakukan hal yang sama?"
"Maksud kamu??"
"Siapa yang tidak tahu kalau istri kamu sempat di culik saat kalian akan menikah,dan aku dengar-dengar orang yang menculiknya sangat terobsesi dengan dia. Jadi mana mungkin si penculik tidak melakukan apapun pada istri kamu itu"
"Kamu tidak perlu tahu apa yang terjadi sama istriku,yang perlu kamu tahu sekarang adalah pergi jauh-jauh dari kehidupan keluarga saya"
"Okay,tapi kalau kamu butuh aku. Tahu kan tempat mana yang harus kamu datangi"
"Jangan harap" ucap Morgan ketus
Kiara turun begitu mobil yang Morgan kemudikan sampai di depan loby apartemennya,setelah Morgan pergi nampak Kiara tersenyum memandangi mobil MOrgan yang berlalu.
Malam harinya Morgan pergi ke club untuk mengcari hiburan karena begitu lelah memikirkan masalah rumah tangganya,tak sengaja ia bertemu dengan Kiara yang saat itu tengah merayakan pesta ulang tahun temannya. Dalam keadaan setengah mabuk Morgan menanggapi sapaan Kiara
"Morgan,kamu ngapain di sini?" ucap Kiara
"Kamu sendiri ngapain disini?"
"Aku ada acara sama teman-teman,kamu sendirian aja?"
"Iya"
__ADS_1
"mau aku temani?"
"Memangnya kamu mau menemani laki-laki kesepian seperti aku?" ucap Morgan yang sudah mulai mabuk
"Kenapa enggak?"
Mereka melanjutkan minum dan mengobrol,hingga suatu ketika Morgan sudah benar-benar mabuk dan berhalusinasi bahwa perempuan di hadapannya itu adalah Sheva
"Sayang,kamu ngapain disini?" ucap Morgan
"Sayang? kamu panggil aku sayang?"
"Aku cari kamu dari kemarin-kemarin,ternyata kamu main disini"
"Morgan udah deh,kamu mabok ini. Kita pulang yuk?"
"Ayok,aku juga kangen banget sama kamu sayang. Kita pulang kita lepaskan rindu di dada ini" ucap Morgan yang mulai melantur
Kiara meminta seseorang bertender untuk membantu membawa Morgan ke mobil,setelah melatakkannya Kiara membawa mobil Morgan menuju sebuah hotel.
Di dalam kamar dengan kondisi yang masih mabuk namun tetap sadar,Morgan masih berangan bahwa yang bersamanya sekarang ialah Sheva. Sesampainya di kamar hotel Morgan mendorong Kiara ke atas tempat tidur dan mulai melucuti pakaiannya
"Morgan,kamu mau ngapain?" tanya Kiara memastikan apa yang sedang terjadi
"Memberi cucu untuk mama dan papa sayang" ucap Morgan yang langsung menerjang Kiara
Sudah lima hari sejak pertengkaran itu,Sheva masih juga belum memberikan kabar apapun pada Morgan. Tuan Robert sendiri sempat bertanya-tanya mengapa putrinya cuti begitu lama,saat hendak bertanya pada Hana jawabannya ialah putrinya mengambil cuti itu untuk berlibur dengan suaminya. Tetapi hari itu Morgan datang kembali ke kantor Sheva untuk mencari tahu apakah istrinya sudah berangkat atau belum,saat hendak menuju ruangan istrinya Morgan berpapasan dengan tuan Robert di lift
"Morgan...."
'Papi"
"Kamu ngapain disini? bukannya kamu...."
"Kenapa pi? Morgan kesini buat ketemu Sheva"
"Loh,kata Hana kalian liburan"
"Liburan kemana,sedari kemarin Morgan sibuk di kantor pi"
"Lalu kata Hana barusan"
"Oh iya pi bukan liburan maksud Morgan Sheva itu ada seminar di luar kota selama beberapa hari"
__ADS_1
"Tapi cuti dia bukan seminar,sebenarnya ada apa ini?"
"Pi Morgan bisa jelaskan semuanya"
"Kita ke ruangan saya sekarang"
Morgan merasa bingung untuk mengatakan semua ini,ia tidak ingin keluarganya ataupun keluarga Sheva tahu soal pertengkaran mereka. Namun sepertinya mereka tidak bisa menyembunyikan ini lagi mana kala tuan Robert yang sudah mulai curiga.
"Duduk Morgan"
"Iya Pi..."
"Jadi apa yang sebenarnya terjadi?"
"Itu pi,Morgan dan Sheva sedang ada masalah. Ya biasa masalah rumah tangga"
"Terus Sheva pergi dari rumah?"
"Iya pi"
"Sheva tidak akan pergi jika masalah kalian tidak fatal,sebenarnya apasih yang jadi pertengkaran kalian ini"
"Sheva salah paham karena melihat Morgan makan dengan pramugari pribadi keluarga papa. Tapi salah Morgan juga karena menawarinya makan dan mengantarkannya pulang setelah selesai bertugas"
"Hanya itu???"
"Iya pi...."
"Menurut saya,Sheva akan memakluminya jika kamu menjelaskan semuanya dengan detail seperti ini"
"Tapi Morgan juga sempat bohong pi"
"Bohong? bohong kenapa?"
"Soal Sheva yang bertanya apakah Morgan dengan klien,namun Morgan justru menjawab iya karena Morgan terkejut dengan kehadiran Sheva yang secara tiba-tiba itu"
"Sekarang kamu tenang,papi tahu niat kamu baik. Mungkin Sheva hanya merasa cemburu,papi akan coba hubungi dia kamu tenang saja ya"
"Terima kasih pi"
"Sama-sama"
"Kalau begitu Morgan ijin pamit kembali ke kantor ya pi"
__ADS_1
"Iya Morgan"
Morgan sedikit lega karena sudah jujur kepada papi mertunya itu,meski tidak sepenuhnya tetapi hal itu bisa membuat tenang keluarga Sheva tentang alasan kepergian putrinya itu.