
Sejak saat itu Ryota maupun Morgan benar-benar pergi dari kehidupan Sheva,hingga tiba saatnya ia untuk kembali ke Indonesia. Bahkan ia sempat pergi ke perusahaan Ryota untuk menyampaikan permintaan maaf dan juga selamat tinggal,namun lagi-lagi Ryota menolaknya dan meminta staf tidak mengizinkan Sheva untuk menemuinya. Akhirnya dengan perasaan serba salah Sheva pergi ke bandara untuk terbang ke Indonesia,dengan membawa perasaan serba salah yang membuat dirinya sama sekali merasa tidak nyaman.Sesampainya di Indonesia dengan di jemput sopir Sheva tiba di rumah,nyonya Lista dan tuan Robert menyambut kedatangannya.
"Sheva...."
"Mami ....."
"Mami kangen sama kamu"
"Sheva juga mi"
"Akhirnya kamu pulang juga Va" ucap tuan Robert
"Iya Pi"
"Oh ya Mi,Pi.... Sheva mau tanya apa akhir-akhir ini Ryota pernah menghubungi papi atau mami?"
"Enggak sayang,Ryota bahkan menyerahkan kontrak kerja sama kita pada orang lain"
"Jadi kontrak kerja samanya batal pi?"
"Bukannya batal,tapi bukan Ryota lagi yang menghandle melainkan orang lain"
"Oh begitu Pi"
"Memangnya ada apa Va?" tanya nyonya Lista
"Enggak kok mi,Sheva merasa akhir-akhir ini Ryota seperti menjauhi Sheva"
"Bukannya kalian dekat waktu di luar negeri?"
"Iya,sampai akhirnya ada perkataan Sheva yang menyinggung perasaan Ryota"
"Astaga sayang,ada apa lagi? Ryota bahkan sangat mencintai kamu" tutur nyonya Lista
"Entahlah mi,Sheva masih belum ingin memikirkan hal itu"
"Sheva sudah hampir tiga tahun,kamu harus bisa move on dari masa lalu kamu" ucap tuan Robert
"Benar kata papi,mau sampai kapan kamu menyiksa diri kamu seperti ini? kamu juga butuh bahagia sayang"
"Mi,Pi Sheva ke atas dulu ya"
"Sheva..mami dan papi tidak bermaksud memaksa kamu"
"Iya mi Sheva tahu kok"
Sheva meletakkan tasnya di atas tempat tidur lalu mengambil ponselnya,sesaat pesan dari grupnya muncul.
"Va kamu pulang?" tanya Hana
"Iya,baru saja sampai" balas Sheva
"Wah kebetulan nih,nanti malam bisa dong ke acara Rania tujuh bulanan" balas Steven
"Nanti malam?" ucap Sheva
"Iya,datang ya" balas Ferly
"Aku usahain ya kak" jawab Sheva
"Pokoknya aku tunggu kalian semua" jawab Ferly mengakhiri pembicaraan
Sheva meletakkan ponselnya dan segera pergi mandi,ia ingin menghilangkan penatnya beberapa saat dengan berendam di buth up.
Malam hari Hana menghubunginya untuk segera berangkat menuju rumah Rania,namun seperti biasa ia harus meminta izin kepada orang tuanya dahulu. Kebetulan papi dan maminya turut di undang dalam acara tersebut jadi mereka bisa berangkat bersama, sesampainya di sana Sheva melihat orang-orang yang ia kenal seperti kolega papinya dan klien perusahaannya.
"Itu Sheva" sebut Hana pada yang lain
Steven,Hana,Ferly menghampirinya
"Hay Vs,thanks for coming" ucap Ferly
"Sama-sama kak,oh ya mana Rania?"
"Dia masih di kamarnya"
__ADS_1
"Sheva miss you so much" ucap Hana sambil memeluknya
"I really miss you to"
Setelah melepas kerinduan mereka duduk di sebuah meja sambil menunggu Ferly membawa Rania keluar. Perhatian Sheva teralih pada cincin yang melingkar di jari manis Hana namun ia enggan bertanya karena acara masih berlangsung
"Oh ya Va,kamu sudah ketemu dengan Morgan?"
"Kamu tahu dia menyusulku ke LA?"
"Ya tadinya dia memaksaku untuk memberitahu nama perusahaan kamu"
"Jadi kamu yang memberitahunya"
"Maafkan aku Va,dia terus memaksa kami"
"It's okay,semuanya sudah selesai"
"Selesai maksud kamu?'
"Sudah tidak ada lagi apapun di antara aku dan dia"
"Really?"
"Yaps"
Acarapun berjalan di sela-sela pembicaraan mereka,setelah selesai Rania dan Ferly menghampiri mereka untuk mempersilahkan makan. Di sela-sela mengambil makanan Sheva mencoba bertanya pada sahabatnya itu
"Han,cincin itu" ucap Sheva sambil menatap ke arah tangan Hana
"Taraaa... akhirnya Steven melamarku" teriak Hana
"What? Seriously?"
"Yes,dan kami akan segera menyusun acara pernikahan. Aku harap kamu tidak buru-buru kembali ke LA"
"No,aku akan menetap di sini sekarang"
"Seriusan? baguslah aku senang. Kamu harus menjadi Bridesmaids ku nanti,karena Rania tidak mungkin karena perutnya yang semakin membesar itu"
"Makasih Va,jadi kapan kamu akan move on juga. Come on kita udah nyusul kamu loh giliran kamu sekarang mulai menyusun kembali hidup kamu"
"Nanti deh"
"Oh ya Ryota gimana?"
"You know,dia hilang setelah aku tolak beberapa kali"
"Kamu ish kebanyakan mikir"
"Aku masih belum yakin aja Han sama dia"
"Belum yakin atau belum bisa move on dari Morgan?"
"Apaan sih Han"
"Hai,sorry telat" ucap seseorang yang begitu Sheva kenal suaranya
"It's okay Al,ayo makan" jawab Ferly
"Kak Alta tuh.."
"Hay Han,Sheva....." ucap Alta yang sedikit terkejut dengan kehadiran Sheva
"Hay kak .."
"Kamu kapan kembali ke Indonesia?"
"Tadi siang sampai"
"Emb guys aku tinggal ya,sepetinya Steven mencari ku" ucap Hana memberikan ruang untuk mereka
"Okay Han" jawab Sheva
"Rencana mau tinggal berapa hari disini?"
__ADS_1
"Maksud kak Alta?"
"Kamu pasti kembali lagi kan ke LA?"
"No,aku akan menetap disini mulai sekarang"
"Seriously?"
"Yes of course"
"Pasti kamu akan makin sibuk mengurus kantor"
"You know lah,papi sibuk menjaga mami"
"Baguslah,mereka jadi lebih dekat sama kamu sekarang"
"Lagi pula aku tidak tega melihat mami yang terus menerus mengeluh rindu"
"Oh ya Va,gimana kabar Morgan?"
"I don't know,kamu sahabatnya kak jadi kenapa tanya ke aku?"
"Bukannya dia nyusulin kamu ke LA?"
"Ya,tapi sempat beberapa kali kami bertemu namun hanya untuk memastikan bahwa antara aku dan dia sudah tidak ada apa-apa lagi"
"Apa benar kamu ingin melupakannya?"
"Iya kak,untuk apa menahan luka lama"
"Tapi aku dengar dia mengajukan perceraiannya dengan Kiara ke pengadilan"
"What ever,aku tidak akan ikut campur akan hal itu"
"Sheva ...." panggil tuan Robert
"Papi ..."
"Om Robert" sapa Alta
"Nak Alta,astaga sudah lama kita tidak bertemu"
"Iya om, kira-kira hampir setahun bukan?"
"Ya,oh saya dengar bisnis exspor import kamu sudah melejit ke pasar internasional"
"Alhamdulillah om,ya semua ini berkat bantuan papa juga"
"Om bangga sama kamu,anak muda dengan inovasi baru dan berani"
"Om Robert bisa saja"
"Oh ya, kapan-kapan kamu main ke rumah. Om ingin mengenalkan kamu dengan beberapa perusahaan om yang bergerak di bidang yang sama"
"Siap om"
"Sheva sudah malam,kasian mami juga nanti kelelahan. Kita pulang sekarang ya?"
"Tapi Pi,Sheva belum menyapa Rania dan orang tuanya sedari tadi"
"Om,kalau di izinkan biar nanti Sheva saya yang antar pulang"
"Oh silahkan,bagus kalau begitu"
"Papi beneran boleh izinin Sheva pulang nanti?"
"Iya boleh,karna nak Alta sudah menyanggupi untuk mengantarkan kamu pulang"
"Ya sudah kalau begitu,papi sama mami hati-hati ya"
"Iya sayang,nak Alta om tinggal dulu ya. Oh ya titip Sheva"
"Baik om" jawab Alta tegas
Sheva dan Alta berjalan menemui Rania dan Ferly, mereka berenam berfoto bersama dengan calon ibu yang sebentar lagi akan melahirkan itu.
__ADS_1