Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 106


__ADS_3

Jam pulang pun tiba,Hana turun ke loby bersama Sheva. Sebelum pergi ia tak lupa berpamitan dengan sahabatnya itu


"Bye Va,aku duluan ya. Sampai jumpa nanti malam di rumah Rania" ucap Hana yang kemudian masuk ke dalam taksi online


Tak lama tuan Robert keluar dari lift dan menghampiri putrinya


"Sheva,ayo pulang"


"Iya pi"


Mereka pun segera masuk ke dalam mobil yang sudah tersedia bersama sopirnya di depan loby


"Berkas-berkas kamu sudah di terima di pengadilan,mungkin besok pak Hendra akan datang meminta kamu menandatanganinya" tutur tuan Robert


"Iya Pi"


"Sayang,kamu harus kuat ya"


Sheva mengangguk


"Oh ya pi,nanti malam papi dan mami datang ke acara pertunangan Rania kan?"


"Iya dong,papa nya Rania kan karyawan papi ya sudah pastinya papi datang"


"Sheva nanti malam pergi sama kak Alta,dia bilang mau jemput Sheva ke rumah"


"Alta yang tempo lalu ke rumah?"


"Iya pi"


"Oh,ya tidak masalah. Dia anak yang baik,sopan,dan pengusaha muda pula"


'Pi.... stop"


'Okay-okay,tapi papi pesan nanti ketika disana kamu bertemu dengan dia maka abaikan saja. Jangan sekalipun kamu meladeni ucapannya"


"Iya pi...."


Akhirnya mereka sampai dirumah,Sheva segera bersiap-siap untuk membersihkan diri dan make up sebelum menghadiri acara sahabatnya. Namun nyonya Lista sudah menyiapkan sebuah gaun untuk putrinya,nampak gaun itu cocok sekali di kenakan oleh Sheva. Ia seperti bintang yang gemerlap di tengah langit yang sepi.


Malam ini ia nampak bagai sebagai seorang bidadari kecantikannya bahkan mengalahkan aura sang calon pengantin,tepat setelah selesai berdandan ia segera turun ke bawah menemui orang tuanya yang tengah menunggu di ruang tamu. Tak lama terdengar suara mobil berhenti di halaman rumah,mereka keluar dan mendapati Alta yang sudah berada disana


'Malam om,tante...." sapanya


"Malam juga Alta"


"Om,tante saya ijin mambawa Sheva bersama ke acara Rania"


"Oh silahkan,hati-hati ya. Om titip Sheva"


"Baik om,kalau begitu kami permisi dulu"


"Mi,pi Sheva pergi dulu ya"


"Iya sayang hati-hati"


Nampak nyonya Lista tidak begitu antusias melihat putrinya pergi bersama laki-laki lain yang bukan suaminya


"Pi,kenapa papi biarkan Sheva pergi dengan Alta?"


"Mi,memangnya kenapa? sekarang Sheva sudah bukan istri orang lagi. Jadi bebas dia pergi dengan siapapun"


"Ingat ya Pi,pengadilan belum memutuskan tentang kasus perceraian mereka"

__ADS_1


"Mau bagaimana pun mereka berdua akan berpisah,memangnya mami rela melihat anak perempuan kita terus menerus meratapi rumah tangganya yang hancur itu. Terlebih lagi Sheva harus menerima kenyataan akan kehilangan janinnya" tutur tuan Robert yang membuat istrinya terdiam


Sheva memasuki ruangan pesta bersama Alta di sampingnya,para tamu menatap ke arah mereka. Beberapa bergosip tentang rumah tangga Sheva yang belum lama ini kandas,namun beberapa juga mendukung jika Sheva harus segera move on dari laki-laki brengsek sekelas Morgan.


Di dalam Sheva bertemu dengan teman-teman seangkatan Morgan,beberapa teman kuliahnya juga ikut hadir meramaikan acara itu. Hana dan Steven datang menghampirinya


'Cie.... sudah berani gandeng cewek nih si Alta" goda Steven


'Apaan sih Stev,jangan mulai deh" ucap Alta mencoba menjaga hati Sheva


"Han,Rania mana?" tanya Sheva


"Dia belum keluar,susul ke kamarnya saja yuk"


'Memangnya boleh?"


"Siapa yang bakalan melarang? kita ini sahabatnya loh Va"


"Ya sudah deh kita kesana sekarang,kak aku dan Hana ke tempat Rania dulu ya"


"Oke Va" jawab Steven


Alta hanya tersenyum sambil terus menatap ke arah Sheva yang pergi dari hadapannya


"Jadi bagaimana nih Al? mau coba lagi?" tanya Steven


"Apaan sih Stev"


"Yeeyy janda baru noh"


"Stop ya Stev,nggak lucu. kamu jaga cara bicara kamu sedikit,kalau Sheva dengar bagaimana?"


"Aku tahu kamu dulu suka banget sama dia,tapi sadar men dia akan jadi mantan istri sahabat kita"


"Sahabat? saya melepaskan Sheva untuknya bukan berarti dia bisa membuatnya terus menerus sedih seperti ini,kalau tahu akhirnya begini lebih baik ku rebut saja sedari dulu"


Tak berselang lama Ferly memasuki ruangan,semua orang menatapnya. Rangkaian acara sudah di mulai hingga tiba saatnya Rania memasuki ruangan,ia berjalan menuju tempat Ferly berdiri di dampingi oleh Hana dan Sheva. Mereka nampak bahagia melihat itu semua,moment yang paling di tunggu-tunggu ialah saat Ferly dan Rania saling menyematkan cincin. Air mata Sheva jatuh,ia teringat akan moment itu bersama dengan Morgan


"Ran,aku tinggal ke belakang dulu ya?" ucap Sheva yang kemudian pergi


"Va,are you okay?" ucap Hana yang melihat sahabatnya pergi


Sheva pergi ke halaman dekat kolam yang sedikit tenang,ia duduk di sebuah bangku sambil menangis. Tiba-tiba seorang laki-laki datang menghampirinya sambil menyerahkan sebuah sapu tangan


"Kamu pasti bisa melewati ini semua" ucap laki-laki yang ternyata adalah Alta


"Terima kasih kak,tapi bisakah kak Alta pergi. Aku tidak ingin kakak melihatku menangis"


"Saya tidak akan pergi,dan saya juga akan pura-pura tidak melihat ini semua"


Sheva terdiam sesaat,ia menghapus air matanya itu kemudian mengembalikan sapu tangan tersebut


"Terima kasih kak"


"Kita kembali ke dalam? tidak enak juga sama yang lain"


"Iya kak"


Sheva dan Alta kembali ke dalam,nampak Morgan sedang berbincang dengan para sahabatnya di sana. Meski merasa tidak nyaman dengan keadaan itu ia berusaha seprofesional mungkin supaya tidak membawa masalah pribadinya yang kemungkinan akan merusak acara itu.


"Va kamu dari mana,aku cari kamu dari tadi" ucap Rania begitu melihat Sheva kembali masuk ke ruangan


"Iya tadi ke toilet sebentar"

__ADS_1


Morgan nampak memperhatikan kehadiran Sheva yang bersama dengan Alta itu


"Sheva....." ucap Morgan


"Han,kita ambil makan yuk" ucap Sheva mencoba tak menghiraukannya


"Sheva tunggu....." teriak Morgan lagi


"Gan,stop... jangan paksa dia" ucap Alta mencoba menghentikan Morgan


"Apaan sih Al,jangan karena kamu datang kemari dengan istri saya lalu kamu bisa melarang saya untuk bertemu dengan dia" ucap Morgan sebelum pergi mengejar Sheva


Sheva yang tengah mengambil makanan terkejut karena Morgan menarik pergelangan tangannya dan membawa istrinya itu keluar


"Aww lepasin sakit...." ucap Sheva


"Kamu apa-apaan sih? kenapa datang sama Alta? kenapa nggak bareng mami sama papi saja?"


"Memangnya kenapa,lagi pula mami dan papi tidak keberatan sama sekali"


"Kamu sadar tidak sih Va,saya ini masih suami kamu. Dan tidak sepantasnya kamu datang ke acara seperti ini bersama dengan laki-laki lain apalagi Alta adalah teman dekat saya,jaga sedikit nama baik saya sebagai suami kamu"


"Sekarang kamu bicara soal apa yang pantas? lalu kemarin-kemarin kamu pikir perbuatan yang sudah kamu lakukan itu apakah pantas? Kamu tidur dengan perempuan lain tanpa memikirkan perasaan aku,dan sekarang aku datang ke acara seperti ini kamu minta supaya aku menjaga kehormatan kamu? Lagi pula nama kamu juga sudah terdengar buruk di setiap cerita orang"


"Va,kesalahan seperti ini kamu anggap macam hal yang besar saja?"


'Oh tentu,perselingkuhan hingga hamil itu bukan masalah yang kecil apalagi kamu melakukan semua itu secara sadar. Come on Morgan,kamu itu berpendidikan tinggi tapi moral kamu tidak sesuai exspetasi"


"Stop Va,sekarang kamu pulang sama saya" ucap Morgan sambil menarik tangan Sheva


"Lepas Morgan..... sakitt....." teriak Sheva sambil meringis


"Lepaskan dia" ucap Alta yang sudah berada disana


"Tidak usah ikut campur kau Al"


"Dia datang bersama saya,jadi dia harus kembali berssama saya"


"Kamu lupa dia masih istriku?"


"Tidak sama sekali saya tidak lupa,bahkan saya ingat betul bagaimana cara kamu mengkhianati istri kamu ini" jawab Alta


"Jangan ikut campur masalah rumah tanggaku" ucap Morgan dengan amarah yang sudah tak terbendung


Sorry Gan,sepertinya kamu salah jika harus berbicara seperti denganku. Bagaimana juga kamu sudah tidak punya hak untuk membicarakan soal rumah tangga selama proses perceraian kalian ini"


"Jaga ucapan kamu Alta" teriak Morgan sambil melayangkan pukulan pada sahabatnya itu


"Aaaaa......" teriak Sheva


Hana dan yang lain mendatangi mereka,terlihat Morgan dan Alta saling adu pukul. Beberapa tamu memperhatikan mereka sehingga menarik perhatian tuan Robert dan nyonya Lista,mereka segera datang dan melerai keduanya


"Alta... Morgan,cukup" teriak tuan Robert yang membuat mereka berhenti


"Memalukan kalian ini,kalau mau adu pukul ke ring tinju bukan di acara orang seperti ini" ucap Steven


"Pi,kenapa papi izinkan laki-laki ini membawa Sheva?" tanya Morgan


"Memangnya kenapa? kamu sendiri tidak bisa menjaga putri saya dengan baik"


"Tapi pi,bagaimana pun Sheva masih istri saya sekarang"


"Sheva,kamu pulang sama papi dan mami" ucap tuan Robert sambil menggandeng putrinya

__ADS_1


"Pi tunggu,saya masih ingin bicara dengan Sheva" teriak Morgan


Sebelum pulang tuan dan nyonya Robert meminta maaf kepada orang tua Rania dan Ferly karena sudah membuat keributan di acara mereka,memahami kondisi itu mereka mengerti bahwa hal ini bukanlah hal yang mudah untuk Sheva sehingga mereka memaklumi hal tersebut.


__ADS_2