
Akhirnya jam makan siang tiba,Hana dan Sheva turun ke kantin. Terlihat Damar melambai kepada mereka,Hana dan Sheva menghampirinya
"Hay Va,Han..."
"Hay" jawab Sheva
"Kalian mau pesan apa?"
"Aku gado-gado aja deh" jawab Sheva
"Aku nasi goreng" jawab Hana
"Siang-siang makan nasi goreng,gak takut ngantuk?" tanya Damar dengan nada bercanda
"Yah miitos itu,lagian memangnya kalau makan nasi goreng harus pagi aja ya?" ucap Sheva
"Ya enggak sih"
"Nah,jadi bebas dong kalau Hana mau makan nasi goreng kapanpun?"
"Iya iya bebas,oh ya Va aku dengar-dengar pagi ini kamu mimpin meeting direksi?"
"Iya,kenapa?"
"Hebat loh,baru berapa minggu kamu kerja sudah bisa meeting direksi"
"Semua perempuan bisa kayak aku kalau mereka mau"
"Ya nggak semuanya Va,kamu itu punya beberapa kelebihan sekaligus"
"Maksud kamu?"
"Ya kamu smart,cantik,nggak sombong lagi"
"Apaan sih"
Tiba-tiba makanan mereka datang,Hana dan Sheva segera menyantap makanannya. Setelah selesai Hana pamit ke toilet sebentar karena ingin buang air kecil,sekarang hanya tinggal Damar dan dirinya disana
"Va....." ucap Damar lembut
"Kenapa?"
"Kapan-kapan kita bisa kan kalau lunch berdua aja?"
"Maksud kamu?"
"Ya kita makan tanpa ada Hana"
"Kamu tahu kan kalau kita cuma berdua makan di kantin,besok-besok pasti akan ada berita aneh-aneh"
"Ya nggak usah di kantin kantor,kan restaurant di luar banyak"
"Tapi kenapa sih kamu mau ngajakin aku lunch? "
"Ya aku pengen aja ngajakin kamu makan atau sekedar jalan"
"Kapan-kapan aja deh,aku pikirkan dulu"
"Oke deh,makasih ya Va"
"Buat apa?"
"Ya sudah mau menerima ajakan aku buat lunch hari ini"
"Oh,..."
Tiba-tiba Hana sudah kembali dari toilet
"Eh Han,kamu sudah selesai?"
"Sudah"
"Kalau gitu kita balik ke ruangan yuk... mbakkk!!!!" ucap Sheva sambil memanggil penjaga kantin
"Udah nggak usah,kamu balik aja ke ruangan kamu, biar aku yang bayar" ucap Damar
"Nggak usah,ini ada kok"
"Nggak apa,kan aku yang ngajakin kalian lunch tadi"
"Oh ya udah kalau begitu,thanks ya. Aku balik dulu"
__ADS_1
"Okey"
Selama perjalanan menuju ruangan Sheva mengobrol dengan Hana soal Damar yang tiba-tiba bersikap begitu akrab kepada mereka,di dalam lift yang hanya berisikan dua orang itu suasana menjadi sedikit dingin
"Kamu merasa aneh nggak sih Han,tadi waktu lunch Damar tuh kayak udah akrab gitu sama kita" ucap Sheva
"Iya sih Va,ku kira hanya aku yang merasakannya"
"Apa jangan-jangan dia memang begitu ya"
"Begitu gimana?"
"Ya care ke semua cewek"
"Kalau itu sih aku kurang tahu,lagian kita juga baru disini"
"Iya juga sih"
"Ya udah deh jangan berpikiran yang bukan-bukan,mungkin maksud dia baik kali"
"Kok kamu jadi belain dia? tadi aja di kantin kamu berlagak judes gitu"
"Ya bukannya apa Va,tapi aku nggak mau aja kalau kamu sampai berburuk sangka sama orang"
"Oh jadi gitu."
"Iyalah,apalagi coba"
Ting, lifr pun berhenti di lantai ruangan mereka. Sheva dan Hana yang baru dua langkah keluar lift tiba-tiba du hentikan oleh sosok Gina.
"Astaga,bikin jantungan aja sih loe?" ucap Sheva
"Tahu nih tiba-tiba nongol udah kayak penampakan aja" imbuh Hana
"Apa kamu bilang?" ucap Gina sambil menunjuk wajah Hana
"Sudah-sudah,kenapa jadi ribut sih. Ada apa?"
"Ini om Robert mau ngomong sama kamu,ponsel kamu kemana sih? di telfon nggak di angkat"
tutur Hana kesal
"Tledor asal tinggal begitu aja. Kalau ada yang penting gimana?"
"Santai aja kali,papi juga nggak akan marah kok kalau sekedar nggak aku jawab telfonnya"
"Ini soal kerjaan Va"
"Kenapa?"
"Mr.Namoko meminta perwakilan untuk menemuinya di negara dia,sementara saat ini direktur disini adalah kamu"
"Oh,kamu sudah merundingkan hal ini sama papi?"
"Kenapa? kamu nggak mampu mengemban tugas ini?"
"Eh jaga ya ucapan kamu,sekarang yang kamu ajak bicara adalah atasan kamu bukan sepupu" tukas Hana yang semakin geram dengan gaya bicara Gina
"Oke,aku akan ke Jepang menemuinya. Tapi begitu aku berhasil mendapatkan kerja sama ini,aku akan minta papi untuk memindahkan kamu ke bawah"
"Maksud kamu?"
"Lihat aja nanti"
"Kamu nggak akan bisa membuang aku begitu saja"
"Oh ya?" jawab Sheva sambil pergi meninggalkan Gina yang terlihat kesal
Sesampai di ruangannya,Sheva segera duduk di kursi dan melihat ponselnya. Benar saja ada beberapa panggilan tak terjawab dari papinya,ia segera menghubunginya kembali karena takut ada hal penting
"Halo Pi..."
"Sayang,kamu dari mana saja?"
"Maaf Pi,tadi Sheva makan di kantin ponselnya Sheva charger di ruangan"
"Oh ya sudah kalau begitu,papi takut kalau kamu kenapa-kenapa"
"Enggak kok pi,ada apa?"
"Sore ini papi sama mami mau terbang ke Italia,rencananya mami ingin nengok kakak kamu dan cucunya"
__ADS_1
"Kok mendadak begini pi?"
"Iya,mumpung mami kamu mau. Lagi pula rencana kakak mu untuk pulang ke Indonesia batal karena kamu tidak jadi menikah"
"Ya sudah kalau begitu Pi,tapi meeting dengan Mr.Namoko bagaimana?"
"Kamu pasti bisa mengatasinya sayang,papi percaya sama kamu"
"Kalau papi di Italia,lalu Sheva di rumah sendirian?"
"Kamu mau nyusul kemari?"
"Enggak ah pi,titip salam aja buat kak Geby dan keluarganya"
"Ya sudah kalau begitu papi mau lanjut bantu mami kamu packing dulu"
"Iya pi"
"Dah sayang"
Sheva mengakhiri telfonnya,ia menghela nafas dan itu membuat Hana bingung.
"Kenapa Va?"
"Papi sama mami mau ke tempat kak Geby"
"Di Italia?"
"Ya,,"
"Terus kamu di rumah sendirian gitu?"
"Kan kita mau ke Jepang"
"Kita???"
"Iya,kita harus menemui Mr.Namoko untuk meneken kontrak kerja ini"
"Tapi aku sama sekali gak punya pasport Va"
"Udah santai,nanti biar aku minta kepala divisi perhubungan membuatnya untuk kamu"
"Wah kamu serius Va?"
"Yap,sekalian kita jalan-jalan di sana"
"Wah aku senang sekali,aku pernah punya cita-cita bisa bepergian ke luar negeri. Sekarang akan terwujud berkat kamu"
"Sekarang mendingan kamu ikut aku ke ruang divisi perhubungan untuk membuat pasport"
Ajak Sheva yang begitu semangat
Tak butuh waktu lama,pasport Hana segera jadi sebelum besok ia akan berangkat ke Jepang untuk tugas. Sebelum berangkat Sheva datang ke rumah Hana untuk meminta izin kepada mamanya.
Kedatangan Sheva di sambut baik seperti biasanya,bahkan dia sudah di anggap seperti anak sendiri oleh mama Hana.
"Tante,Sheva izin ajak Hana bertugas"
tukasnya
"Iya Sheva,tante titip Hana ya. Kalau di menyusahkan kamu harap di maklumi saja"
"Siap tante"
"Mama beneran nggak apa-apa aku tinggal sendirian"
"mama gak apa-apa sayang,ini tanggung jawab kamu kerjaan kamu. lagian bukannya kamu pernah punya mimpi bisa pergi ke luar negeri"
Hana tersenyum dan memeluk mamanya
"Tante mau oleh-oleh apa?" ucap Sheva
"Nggak usah Va,kalian ke sana kan untuk kerjaan jadi tidak perlu repot-repot"
"Tante,sudah biasa saja sama Sheva. Lagian Sheva senang kok bisa berbagi dengan sahabat Sheva sendiri"
"Makasih ya nak Sheva,tante sangat berterima kasih karena selama ini sudah banyak membantu keluarga tante"
"Sama-sama tan"
Setelah selesai berpamitan Sheva dan Hana pergi ke kamar,malam ini Sheva akan menginap di rumah Hana supaya besok bisa berangkat ke bandara bersama-sama.
__ADS_1